Canangkan Kampung KB di Lanny Jaya, BKKBN Dukung Proteksi dan Penguatan Keluarga

Asisten 1 Setda Kabupaten Lanny Jaya Leteran Yigibalom, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar, SE, M.Si dan Kepala BP3KB Kabupaten Lanny Jaya Kelinus Tabuni, S.Th menabuh tifa pembukaan kegiatan pencanangan Kampung KB.

TIOM,- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB), Kamis (4/10/2018) yang dipusatkan di Kampung Werime, Distrik Jiginua, Kabupaten Lanny Jaya. Pencanangan ini sebagai bukti BKKBN mendukung proteksi dan penguatan keluarga, menuju keluarga Papua berkualitas dengan anak-anak yang sehat, harapan masa depan.

Di hadapan masyarakat, pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan anak-anak sekolah dan PAUD yang hadir pada pencanangan Kampung KB itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar, SE, M.Si mengemukakan bahwa, kadang kala yang ia hadapi di Papua, ketika mendengar program KB, orang bertanya, “mengapa harus melaksanakan program seperti ini”, “nanti tidak punya keturunan bagaimana”.

Karena itu, Brabar menjelaskan, yang BKKBN lakukan adalah mencanangkan Kampung  KB yaitu Kampung Kerja Bersama. Tujuannya adalah bagaimana membawa anak-anak menuju harapan masa depan Papua.

“Kami menopang visi Gubernur Papua yaitu Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera dan memajukan pendidikan anak-anak kita ke depan. Kita juga menopang visi bupati Kabupaten Lanny jaya. Oleh sebab itu kami mengacu pada Nawacita Presiden Joko Widodo memiliki perhatian yang sangat besar terhadap Papua. Kami diharapkan mewujudkan Nawacita yang ke tiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan kampung dalam kerangka negara kesatuan,” terang Brabar.

Dan nawacita yang ke-5 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia, katanya, ini merupakan tanggugjawab BKKBN bersama-sama dengan mitra yakni dinas pendidikan, kesehatan dan dinas-dinas yang lain.

Brabar mengatakan, BKKBN tidak punya program fisik tapi bagaimana BKKBN hadir untuk memberikan penguatan-penguatan melalui penyuluhan dan bagaimana masyarakat akan merasakan dan merencanakan anak-anak ke depan. Contohnya, kalau dari sisi kesehatan ibu-ibu hamil satu tahun satu,  risikonya bahaya bagi seorang ibu. “Tugas kita menjelaskan untuk hamil yang sehat 2 tahun sekali. Aturan kesehatannya seperti itu, supaya anak-anak yang lahir sehat dan cerdas untuk masa depan yang lebih baik. Sebab anak-anak kitalah yang akan meneruskan tongkat estafet kita,” katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menyerahkan cenderamata kepada kepala kampung dan kepala distrik.

Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Lanny Jaya, yng melaksanakan program-program prorakyat, akan menyentuh langsung keluarga-keluarga yang ada di Kabupatn Lanny jaya. Brabar juga menjelaskan, tahun 2019 pihaknya akan sosialisasi program stunting yaitu program penguatan gizi keluarga. Karena kalau anak-anak kurang gizi maka pertumbuhan mereka tidak sehat, tidak cerdas dan tidak pandai. “Seribu hari pertama kehidupan adalah tanggungjawab kita untuk memberi asupan gizi yang baik. BKKBN sudah siap formula-formula untuk kita padukan bersama-sama dan melakukan penyuluhan ke kampung-kampung,” jelasnya lebih lanjut.

Ia melanjutkan, pihaknya juga menghadirkan kepala distrik, kepala-kepala kampung supaya memiliki pemahaman yang sama untuk menguatkan keluarga-keluarga, terutama ibu dan anak untuk menekan angka kematian ibu dan anak. “Melalui media kami mengetahui terobosan bupati melakukan perubahan besar bagi masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya. Oleh karena itu kami dari BKKBN melalui Dinas P3A dan KB tetap kami topang dan kuatkan untuk mewujudkan keluarga yang lebih baik, dan keluarga menatap masa depan. Kita bekerja bersama untuk meningkatkan prestasi dan penguatan terutama kualitas keluarga. Tahun 2045 adalah tahun generasi emas Indonesia terutama kita di Tanah Papua,” tambahnya.

39 Kampung Dipilih di Kampung KB

Sementara itu,mewakili Bupati Lanny Jaya,Asisten 1 Setda Kabupaten Lanny Jaya, Leteren Yigibalom, pada kesempatan pencanangan Kampung KB, menjelaskan, Kabupaten Lanny Jaya ada 39 Distrik dan 354 Kampung serta 1 kelurahan. Kamis (4/10/2018) lalu, dicanangkan Kampung KB di 39 Kampung yang tersebar di 39 distrik. Ke-39 distrik tersebut yaitu, Distrik Tiom, Pirime, Makki, Gamelia, Dimba, Milagineri, Tiomneri, Kuyawage, Poga, Niname, Nogi, Yiginua, Tiom Ollo, Yugungwi, Makoni, Wereka, Milimbo, Wiringgambut, Golo, Awina, Ayumnati, Wano Barat, Goa Balim, Bruwa, Balingga Barat, Gupura, Kolawa, Gelok Beam, Kully Lanny, Lannyna, Karu, Yiluk, Guna, Kelulome, Nikogwe, Muara, Gubuk Gona, Melagi.

Sementara 39 Kampung KB meliputi, Kampung Longgalo, Yalipak, Kemiri,Pirawun, Jugwa, Bagi, Yumaneri, Arigineri, Upaga, Megalunik, Dugume, Yakobak, Werime, Kumuluk, Gimilialome, Popome, Lura mara, Umbanume, Jiwili, Golopura, Indawa, Lubuk Tini, Piragi, Baliem Neri, Ekaba, Yugume, Lelam, Labora, Beam, Londu, Yuginbo, Aya Pofa, Yilekma, Pinugun, Wiringgami, Jimiripaga,Lualo, Dua Lanny dan Wabi Ragi.

“Program keluarga berencana ini adalah program Nawacita. Program ini sangat bagus jadi pemerintah daerah sangat mendukung. Presiden sangat peduli dengan rakyat kecil sehingga program ini sudah sampai ke kampung-kampung,” kata Leteren.

Asisten 1 Setda Kabupaten Lanny Jaya Leteren Yigibalom menyerahkan cenderamata bagi perwakilan anak-anak PAUD Kabupaten Lanny Jaya.

Katanya, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya sudah paham akan program ini sehingga pihaknya siap dukung dan sukseskan. Ia berharap dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (BP3KB) Kabupaten Lanny Jaya supaya terjemahkan program ini dengan baik sampai ke masyarakat.

“Jarak kehamilan dan angka kelahiran itu diatur, gizi ibu hamil terjamin sehingga anak-anak yang dilahirkan sehat dan cerdas. Kita jangan utamakan kelahirannya tapi tidak memperhatikan gizi ibu hamil itu tidak boleh terjadi, oleh karena itu, hari ini kita mencanangkan. Program ini tidak melarang kita beranak cucu dan bertambah banyak di negeri ini tapi jarak kelahiran diperhatikan. Gizi anak dari dalam kandungan sampai seribu hari diperhatikan supaya anak lahir sehat,” katanya mengingatkan.

Ia melanjutkan, Bupati Lanny Jaya sudah membantu ibu hamil untuk menguatkan gizi ibu dan anak sejak dari dalam kandungan supaya lahir sehat. Di Kabupaten Lanny Jaya gizi buruk sudah tidak ada lagi karena dana Otsus lebih diarahkan untuk Lanny Jaya Sehat, Mandiri dan Cerdas. Itu bukti kemajuan daerah yang perlu ditingkatkan. Dinas teknis memperkuat kelembagaannya dengan mempromosikan KB dan Pemberdayaan Perempuan perlu dilaksanakan. Ia juga berharap Badan P3A dan KB perlu terjemahkan visi misi bupati dengan baik yang artinya bukan hanya urus KB tapi usaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga juga diperhatikan. “Jumlah wanita usia produktif datanya harus jelas dan wanita usia produktif kenapa tidak bisa melahirkan harus cari tahu masalahnya,” pinta Leteren.

Foto bersama anak-anak PAUD Kabupaten Lanny Jaya.

Lanny Jaya Cerdas, Sejahtera dan Mandiri

Leteren Yigibalom juga menjelaskan visi dan misi Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom, yang menjadi program unggulan yaitu Lanny Jaya Cerdas. Artinya, sudah diperhatikan dari dalam kandungan yaitu dari kehamilan sampai melahirkan. Katanya, 144 PAUD sudah tersebar di distrik dan kampung dalam rangka Lanny Jaya cerdas. Untuk itu, bupati sudah mempersiapkan generasi dengan pola asrama dan sampai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri dibiayai oleh Pemda Lanny Jaya, pilot-pilot dan dokter-dokter juga dibantu.

Program Lanny Jaya sejahtera, jelasnya, selain  BPJS, ada Kartu Lanny Jaya Sehat. Orang-orang sakit yang ada di rumah, dibantu dan dibawa berobat ke rumah sakit yang sudah ada MoU dengan pemerintah daerah yakni Provinsi Papua di Rumah Sakit Dian Harapan,  di Makasar RS Siloam, di Jakarta RS Siloam dan RS Gatot Subroto.

Lanny Jaya Mandiri, dana pemberdayaan ekonomi kerakyatan yaitu tiap keluarga Rp 1 juta per bulan sudah mulai dilaksanakan dari tahun lalu.  “Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mendukung program KB atau kerja bersama yang dimulai dari kampung. Kita akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini perwakilan BKKBN Provinsi Papua dalam menyukseskan peogram Nawacita sampai di kampung-kampung,” tandasnya.

Foto bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Carles Brabar dan rombongan beserta Kepala dan staf BP3KB Kabupaten Lanny Jaya.

Ketua Panitia Pelaksana Pencanangan Kampung KB, Baluk Wakerwa menambahkan, sebenarnya kegiatan pencanangan ini sudah direncanakan dari pertengahan bulan September tapi baru terlaksana Kamis lalu. “Apa yang kita canangkan hari ini  semoga tidak berhenti di sini tapi ada tindaklanjut sampai ke kampung-kampung. Ada 7 orang tenaga bidan yang akan membantu kami di lapangan dan kami berharap Dinas BP3KB memperhatikan mereka,” kata Baluk.

Kepala BP3KB Kabupaten Lanny Jaya, Kelinus Tabuni, S.Th juga pada kesempatan itu menjelaskan, banyak orang beranggapan bahwa KB itu cukup 2 anak saja. Padahal di dalam KB itu banyak pendidikan. “Kami bersama tim akan turun sosialisasi ke kampung-kampung dan akan bekerjasama dengan gereja dan dinas-dinas terkait yaitu dinas kesehatan, dinas sosial dan lain-lain. Respon masyarakat  terhadap program ini sangat baik. Tenaga kesehatan sangat memadai dan semuanya ada pendampingan dari BP3KB,” akunya.

Di akhir dari kegiatan ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menyerahkan cenderamata berupa tas sekolah, payung, handuk, odol dan sikat gigi kepada perwakilan anak-anak PAUD Kabupaten Lanny Jaya. Selain itu, cenderamata berupa jam dinding untuk perwakilan kepala distrik dan kepala kampung yang hadir. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan barapen bersama. (Frida)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *