Gema PON Papua Pecah di Taman Mini Indonesia Indah

Para peserta Puncak acara Papua Culture & Coffe Festival yang diselenggarakan oleh Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari Minggu (09/12/2018).

JAKARTA (PB)—Puncak acara Papua Culture & Coffe Festival yang diselenggarakan oleh Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua sejak 23 November 2018 di Jakarta akhirnya “pecah” di Taman  Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari Minggu (09/12/2018). Dengan mengambil tema “Art, Sport & Harmony” Menuju PON XX 2020, acara ini dipadukan dengan intensi khusus mensosialisasikan Papua sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2020.

Sebagaimana release yang diterima Papua Bangkit, puncak acara Papua Culture & Coffee Festival antusias disambut masyarakat yang datang berbondong-bondong ke Tugu Pancasila, di pintu masuk utama TMII sejak jam 06.00 WIB.

Kepala Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua di Jakarta, Alexander Kapisa, menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang hadir untuk memeriahkan acara tersebut.

Kepala Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Papua di Jakarta, Alexander Kapisa (tengah) bersama sejumlah staf.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan terimakasih atas kehadiran masyarakat Jakarta untuk memeriahkan acara ini. Kami sampaikan salam hangat dari Bapak Gubernur Papua yang tidak sempat hadir pada pagi hari ini. Kepada anak-anak sekolah dan penari-penari dari berbagai sanggar yang turut meramaikan acara Yospan massal pagi hari ini, kami sampaikan ucapan terimakasih kami dari masyarakat Papua,” ujar Alex.

Menurut Alex, sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX Tahun 2020, Provinsi Papua saat ini terus menyiapkan diri, baik penyiapan sarana dan prasarana pertandingan maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya. Stadion Utama Papua Bangkit sekelas Stadion GBK sedang dalam pembangunan di Papua yang saat ini sudah mencapai 75 persen.

“Dari Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan miniatur Indonesia, kami sampaikan bahwa Provinsi Papua sebagai tuan rumah siap menjadikan PON XX 2020 sebagai PON tersukses yang pernah ada dan akan sangat berkesan bagi siapapun yang hadir dan terlibat di dalamnya,” katanya.

Peserta menari Yospan.

Pada acara yang dilaksanakan mulai jam 06.30 WIB tersebut, berbagai acara diadakan seperti jalan santai bersama seluruh pengisi acara dan masyarakat umum yang start dari Tugu Pancasila menuju anjungan Provinsi Papua untuk mengambil kupon door prize dan kembali ke Tugu Pancasila.

Ada juga acara musik yang dimeriahkan oleh artis-artis dari Papua sepreti Nobo Idol, Franz Sisir dan juga Group Band Papua Original. Berbagai kuliner khas papua juga disajikan pada acara ini seperti papeda dan kopi papua. Acara  Papua Culture & Coffee Festival “pecah” saat Yospan massal dilaksanakan.

Peserta dari sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar tari yang secara sukarela melibatkan diri untuk acara ini serta masyarakat umum yang hadir bersama-sama melakukan gerak tari khas papua diiringi lagu-lagu dari papua original. Meskipun sebagian besar masyarakat umum terlihat susah mengikuti gerak tari tersebut keceriaan sangat jelas terlihat dari wajah-wajah mereka.

Long march peserta mempromosikan PON Papua.

“Kami akan tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini, selain untuk mempromosikan Papua, sekaligus juga  untuk mempromosikan PON XX tahun 2020 ke berbagai daerah yang kami pandang strategis untuk mensosialisasikan sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk hadir pada saat pelaksanaan XX nanti  di Papua,” tutup Alex.

Acara ini pertama kali diadakan pada 23 November 2018 di CIlandakTown Square, kemudian dilanjutkan pada 28 November 2018 di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri yang mengambil thema “Kopi Papua untuk Diplomasi Pembangunan Papua”. (Gusty Masan Raya/pr)

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *