Senin, Masyarakat Papua Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Sosial

 

J
uru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA (PB.COM)Mulai Senin (11/04/2020), Pemerintah Provinsi Papua akan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Keputusan ini diambil dalam rapat Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Ridwan Rumasukun di Gedung Negara Jayapura, Sabtu (11/4/2020)

“Agenda utamanya pertemuan hari ini adalah persiapan kita pada Senin, dimana Pemprov Papua akan berkaloborasi dengan kabupaten/kota untuk mulai membagikan bantuan sosial menyangkut dampak ekonomi maupun dampak-dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) kepada wartawan,  usai meingkuti rapat itu.

Menurut Sumule, penyaluran bantuan sosial tersebut akan melibatkan aparat kepolisian dan organisasi kemasyarakatan. Pihaknya sedang mensinkronkan data-data  sebab bantuan sosial itu ada yang dari Pemerintah Pusat, Pemprov Papua dan kabupaten/kota.

“Data harus sinkron supaya tidak ada masalah ketika dilakukan audit dari BPK RI,” ucap Sumule.

Selain itu, guna mendukung pelayanan tim medis, khususnya dari RS Bhayangkara, Pemprov Papua juga telah menyediakan  Hotel  Horizon, Kotaraja, Jayapura. Semua pasien Covid pun dijamin  pembiayaannya  oleh  Pemprov  melalui  program Kartu Papua Sehat (KPS) dan menyiapkan regulasi insentif  untuk  para  medis  yg  menangani  Covid-19.

Sumule menegaskan, berdasarkan data per Jumat (10/04/2020) Pkl. 22.00, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Provinsi Papua bertambah 13 kasus baru hingga menjadi 61 kasus. Adapun 13 kasus baru itu tersebar di Kabupaten Merauke (1 kasus), Kabupaten Jayapura (2 kasus) , Sarmi (2 kasus), Kota Jayapura (2 kasus) dan Mimika (6 kasus).

“Yang mendapat perhatian kita semua bahwa tambahan yang positif pertama, ada dokter yang positif, tenaga kesehatan, tenaga laboratorium dan ada satu bayi usia 6 bulan yang sudah kena,” jelasnya. (Toding)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *