Tim Gugus Siaga Covid-19 Tolikara Tutup Akses Jalan Darat Lintas Pegunungan Tengah

Ketua Tim Gugus Siaga Covid-19 Kabupateb Tolikara Bupati Usman G. Wanimbo,SE,M.Si diwakili Wakil Ketua I Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH,MH dan Wakil Ketua II Kapolres Tolikara bersama tim menutup jalan lintas Pegunungan Tengah Papua di Distrik Poganeri.

KARUBAGA (PB.COM) – Ketua Tim Gugus Siaga Covid-19 Kabupaten Tolikara, Usman G.Wanimbo, SE,M.Si diwakili Wakil Ketua I Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH,MH dan Wakil Ketua II Kapolres Tolikara AKBP Leonar Akobiarek bersama tim turun ke Distrrik Poganeri menutup atau memalang jalan lintas Pegunungan Tengah Papua, Selasa (14/4/2020).

Menurut Dinus, pemalangan jalan utama Pegunungan Tengah Papua di Poganeri sesuai hasil kesepakatan bersama setelah melihat perkembangan atau merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di wilayah Lapago. Di mana sesuai data tim gugus siaga Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, ditemukan 3 kasus pasien positif Covid-19.

Tim Gugus Siaga Covid-19 Kabupaten Tolikara yang dipimpin Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Wakil Ketua I Dinus Wanimbo dan Wakil ketua II AKBP Leonard Akobiarek bersama Tim gugus Covid-19 sepakat menutup jalan lintas Pegunungan Tengah Papua. Penutupan jalan lintas ini menghubungkan beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya Lanny Jaya, Mamberamo Tengah dan Kabupaten Yalimo.

“Penutupan atau pemalangan jalan ini mulai Selasa 14 April 2020 sampai batas waktu belum ditentukan. Jalan ini ditutup sepanjang virus ini belum pulih, tetapi jalan ini akan kembali dibuka apabila virus corona pulih,” ujar Dinus.

Tim gugus siaga Covid-19 Kabupaten Tolikara menempatkan tim terdiri dari TNI/Polri dan tenaga kesehatan serta ASN dibantu Pemuda Poganeri, menjaga pemalangan jalan tepatnya di Distrik Poganeri. Tim ini menempati Kantor Distrik Poganeri dengan tujuan setiap kendaraan mobil penumpang yang mengangkut penumpang ke Tolikara dan sebaliknya ke Wamena atau ke beberapa Kabupaten terdekat lainnya dilarang melewati jalan ini. Kecuali mobil pengangkut barang dagangan kios dan mobil truk mengangkut bahan bangunan diijinkan untuk masuk ke Tolikara maupun sebaliknya ke Wamena.

“pembatasan waktu kendaraan pengangkut barang kios dan dagangan lain juga mobil truk pengangkut bahan bagunan diijinkan beroperasi mulai dari pagi jam 08.00 WIT sampai sore jam 16.00 Wit. Para sopir sudah diberikan tanda pengenal yaitu kartu kuning, mereka yang memiliki kartu kuning itulah yang berhak beroperasi tetapi bagi yang tidak memiliki kartu kuning ditolak.” tegasnya.

Dinus Wanimbo menambahkan, Tim Gugus Siaga Covid-19 bersama Pemerintah Kabupaten Tolikara sudah mempertimbangkan risiko penutupan aksen jalan darat lintas Pegunungan Papua ini berdampak besar pada perekonomian masyarakat.  Terutama pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara umum. Karena itu sesuai kesepakatan bersama Ketua Tim Gugus Siaga Covid-19 Usman G. Wanimbo,SE,M.Si bersama Pimpinan Instansi terkait lainnya di Jayapura saat ini sedang menyiapkan bantuan kebutuhan pokok dari Jayapura yang diangkut ke Wamena melalui pesawat.

Dari Wamena menurut rencana diangkut ke Tolikara memakai mobil. Dan bantuan bahan kebutuhan pokok ini langsung disalurkan ke masing – masing Distrik. Karena itu semua masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di kampung.

”Bantuan kebutuhan pokok ini diberikan untuk masyarakat Tolikara di kampung – kampung yang harus berkebun,karena ke depan kita akan hadapi krisis pangan. Karena itu diminta masyarakat di kampung untuk giat berkebun,” pinta Dinus.

Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek memastikan TNI/Polri Kabupaten Tolikara menduduki Pos di Kantor Distrik Poganeri. Tujuannya menjaga supaya tidak boleh ada mobil penumpang masuk ke Tolikara. “Maklumat Polri sudah jelas, siapa pun melanggar imbauan ini tentu dikenakan pidana,” tegas AKBP Leonard.

Penutupan jalan di Poga itu didukung masyarakat Tolikara. Tokoh Pemuda Distrik Poganeri Anis Yikwa memberikan penghargaan tinggi kepada Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo telah mencegah wabah virus corona ini dengan berbagai langkah, salah satunya pemalangan jalan ini.

Dukungan sama juga disampaikan tokoh masyarakat yang juga Kepala Desa Bogokila Aganius Weya.  Mewakili 10 kepala Desa Distrik Poganeri mendukung penuh penutupan jalan itu. Karena upaya ini dilakukan untuk keselamatan kita semua dari wabah virus corona yang merupakan wabah baru. (Diskominfo Tolikara/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *