Kondisi 56 Pasien Covid di Papua Membaik

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA (PB.COM)Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) mengatakan kondisi 56 pasien yang positif terpapar Covid-19 di Provinsi Papua dan kini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit, pada umumnya semakin membaik.

“Kondisi mereka membaik. Semuanya tidak lagi menggunakan alat bantu nafas. Ini merupakan sebuah perkembangan yang menggembirakan bagi tim medis dan kami di Satgas,” ujar Sumule saat memberi keterangan pers secara virtual dari Posko Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kamis (16/04/2020).

Menurut Sumule, berdasarkan data per Kamis (16/04/2020), jumlah orang yang positif terpapar Covid-19 di Provinsi Papua sebanyak 80 orang. Artinya, ada penambahan 5 kasus baru dibanding hari sebelumnya.

“Dari 80 kasus ini, rinciannya 56 sedang dalam perawatan, 17 orang sembuh, dan 7 orang meninggal. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 100 orang, dan terdapat 3.545 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sejauh ini kita sudah lakukan pemeriksaan sebanyak 318 sampel dimana 238 negatif dan 80 dinyatakan positif,” kata Sumule.

Sumule merincikan, di Kota Jayapura terdapat 25 kasus positif,  dimana 16 pasien sedang dalam perawatan, 6 orang sembuh, dan 3 orang meninggal. Kemudian, Kabupaten Mimika terdapat 22 kasus positif, 16 pasien sedang dirawat, 3 orang sembuh, dan 3 meninggal dunia. Di kabupaten Jayapura, ada 14 kasus positif, dimana 9 sedang dalam perawatan, 4 sembuh dan 1 meninggal.

“Di Merauke, ada 9 kasus positif, 5 pasien sedang dalam perawatan, dan 4 orang sembuh. Kabupaten Keerom, ada 4 positif, semuanya sedang dirawat. Sarmi ada 3 positif dan semuanya sedang dirawat. Kemudian Mamberamo Tengah 1 kasus positif dan sedang dirawat. Terakhir, Jayawijaya ada 2 kasus positif dan dua-duanya sedang dirawat,” bilang Sumule.

Sekretaris Dinas Kesehatan ini meminta gar masyarakat tidak boleh memiliki stigma buruk bahwa dengan terpapar covid, hidupnya akan berakhir. Sebab dengan virus itu dalam tubuh, maka secara otomatis tubuh akan menghidupan sistem imun atau kekebalan dalam waktu 14 hari untuk melawan.

“Karena itu, jangan pernah men-stigma buruk orang yang positif Covid. Prinsipnya hampir yang sama dengan imunisasi, yaitu memasukkan virus yang sudah dilemahkan di dalam tubuh agar kekebalan tubuh dibentuk untuk melawan, manakala tubuh terserang penyakit tertentu seperti campak atau TBC,” urainya..

Ia juga menghimbau kepada warga Papua yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif tetapi belum melapor, agar segera melaporkan diri ke petugas medis atau Satgas untuk mencegah kemungkinan penularan ke orang lain.

“Kita juga memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat dan petugas medis yang terus menerus bekerja sama, bergandengan tangan bersama-sama dengan kita untuk menyelesaikan Covid. Saya jaga ko, ko jaga saya, kitorang pasti selamat,” tegas Sumule. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *