Tiga Covid Baru di Nabire, Warning Buat Wilayah Meepago

Data Perkembangan Kasus Covid di Papua per Jumat, 17 April 2020.

JAYAPURA (PB.COM)Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan Litbangkes Papua, sebanyak 3 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari Kabupaten Nabire, Jumat (17/04/2020) dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Selain 3 kasus di Nabire, juga ada 3 kasus baru di Kabupaten Jayapura, 2 di Kabupaten Mimika dan 1 di Kota Jayapura. Jadi dengan tambahan 9 kasus baru, maka per hari ini, jumlah kasus positif kita sebanyak  89 kasus. Rinciannya, 63 orang sedang dalam perawaran, 9 orang sembuh, dan 7 orang meninggal. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 101 orang, dan ada 3.532 Orang Dalam Pemantauan (ODP),” kata Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual dari Posko Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Jumat (17/04/2020).

Sumule merincikan, di Kota Jayapura terdapat 26 kasus positif,  dimana 16 pasien sedang dalam perawatan, 6 orang sembuh, dan 3 orang meninggal. Kemudian, Kabupaten Mimika terdapat 24 kasus positif, 17 pasien sedang dirawat, 4 orang  sembuh, dan 3 meninggal dunia. Di kabupaten Jayapura, ada 17 kasus positif, dimana 12 sedang dalam perawatan, 4 sembuh dan 1 meninggal.

“Di Merauke, ada 9 kasus positif, 5 pasien sedang dalam perawatan, dan 4 orang sembuh. Kabupaten Keerom, ada 4 positif, semuanya sedang dirawat di Kota Jayapura. Sarmi ada 3 positif dan semuanya sedang dirawat. Kemudian Mamberamo Tengah 1 kasus positif dan sedang dirawat. Terakhir, Jayawijaya ada 2 kasus positif dan dua-duanya sedang dirawat,” bilang Sumule.

Menurut Sumule, pihaknya secara tegas meminta kerjasama seluruh Pemerintah Daerah di wilayah Mee Pago, mulai dari Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya guna mengambil kebijakan taktis memutus mata rantai penyebaran virus ini.

“Kita minta RSUD Nabire selaku rumah sakit rujukan Covid maupun pelayanan umum di wilayah Mee Pago, harus benar-benar siap secara fasilitas maupun SDM untuk melakukan penanganan. Kami juga berterima kepada Bupati Paniai yang sangat mendukung kerja Satgas dengan menyiapkan pesawat khusus untuk membawa peralatan medis, APD dan obat-obatan,” tegas Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire dr. Frans Sayori, M.Kes mengatakan, tiga pasien positif yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSU Nabire berasal dari Klaster Gowa. Mereka sebelumnya masuk kelompok Orang Dalam Pemantauan (ODP) beberapa waktu lalu. Ketiganya berasal dari Distrik Nabire, Makimi dan Wanggar.

“ODP kita ini memang mempunyai riwayat perjalanan dari luar Nabire. Jadi dari daerah transmisi yang sudah positif corona dan sebelum adanya pembatasan transportasi darat. Laut dan udara. Ketiga pasien ini sudah berada di Nabire. Jadi ini ODP yang awal. Kalau dilihat dari data kita di Nabire, mereka termasuk ODP yang 9 orang awal, dengan riwayat perjalanan dari luar Nabire,” kata dr. Sayori.

Dengan ditemukannya kasus di Nabire sebagai pintu masuk ke wilayah Mee Pago, praktis tingga wilayah Saereri atau Teluk Cenderawasih yang hingga kini masih bersih dari paparan virus berbahaya dari Wuhan, China ini. Sebelumnya, pada Senin (13/04/2020), wilayah La Pago yang sebulan lebih bertahan dengan status nol kasus, pecah dengan temuan 3 kasus positif yakni 2 di Jayawijaya dan 1 di Mamberamo Tengah. (Gusty Masan Raya)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *