Antisipasi Warga Pulkam, Jalan Trans Mimika-Deiyai Ditutup

Posko yang dibangun Satgas Covid-19 di kilometer 7 Mimika – Deiyai.

DEIYAI (PB.COM) – Kekhawatiran masyarakat Deiyai, Dogiyai, dan Paniai tentang kemungkinan virus corona bisa warga yang berjalan kaki dari tanah Amungsa, Mimika akhirnya sirna setelah jalan trans Mimika-Deiyai ditutup.

Kepala Distrik Bouwobado, Daniel Yatipai, dua anggota DPRD Deiyai asal Bouwobado, Naftali Magai Daa, Bonivasius Yaipai, petugas Puskesmas, petugas medis dari Dinas Kesehatan Deiyai dan tokoh pemuda memalang ruas jalan di kilometer 7 atau persis di Kampung Mudetadi, Bouwobado, Minggu, (25/4/2020).

Pemalangan ini dilakukan agar semua pihak mengisolasi mandiri di Mimika dan tak boleh melakukan perjalanan pulang kampung.

Naftali Magai, anggota DPRD Deiyai dari daerah pemilihan [dapil] Bouwobado menegaskan, atas instruksi Bupati Deiyai Ateng Edowai dan Kadinkes Deiyai, Kornelis Pakage maka pihaknya telah melakukan pemalangan jalan dengan cara mendirikan posko Satgas Covid-19 di daerah batas Mimika – Deiyai itu.

“Kami sudah pasang posko Satgas Covid-19 di Mudetadi atau di kilometer 7. Jadi mulai hari ini, Senin (26/4/2020) sudah kami berlakukan. Pokoknya kami palang mati,” ujar Naftali Magai.

Menurut ketua fraksi PKB DPRD Deiyai ini bahwa sebagian petugas medis telah tiba di daerah itu setelah terbang menggunakan helikopter dari Bandar Udara Waghete. “Saya sudah cek terkait bahan makanan dan alat kesehatan juga sudah ada. Kami di sini ada kepala distrik, kepala puskesmas dan lainnya. Tinggal kami eksekusi saja,” ucapnya. Ia mengaku akan mengawal proses itu hingga benar-benar Covid-19 hilang dari muka bumi.

Kepala Distrik Bouwobado Daniel Yatipai mengatakan, pihaknya melakukan lockdown lantaran Kabupaten Mimika telah terpapar Covid-19. Bahkan Mimika menempati posisi teratas di Provinsi Papua pasien positif corona terbanyak.

“Ini kami antisipasi supaya virus ini tak boleh masuk di Deiyai dan Meeuwo umumnya. Dan ini adalah satu-satunya cara yang paling terbaik demi keselamatan kita semua,” ujar Yatipai. Ia menambahkan, Covid-19 tak memandang suku, ras, agama, golongan, dan kapasitas sehingga ia meminta agar semua pihak mematuhi aturan pemerintah sebab mereka adalah wakil Allah di bumi. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *