Pemkab Intan Jaya Masih Mencari 2 Warga Hilang April Lalu

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni

JAYAPURA (PB.COM) – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sampai saat ini masih mencari keberadaan dua warganya yang hilang sejak tanggal 21 April lalu.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni kepada wartawan Kamis (4/6/2020) mengungkapkan, kedua warga yang hilang sejak 21 April lalu adalah masyarakat biasa dan sampai saat ini belum pulang ke rumah

Kedua warga ini adalah masyarakat Kampung Ganamba, Distrik Suanggama. “Terakhir itu mereka pulang dari Enarotali karena pembatasan Covid-19. Sampai di Sugapa, di pangkalan ojek dipanggil sama anggota penugasan di sana. Lalu diwawancarai di kantor Koramil. Terakhir melalui Komandan Satgas dan Dandim, mereka dipulangkan tanggal 21 April malam.

“Tapi belum ada saksi yang mengakui bahwa mereka dipulangkan karena sampai dengan sekarang mereka belum pulang ke rumah. Posisi terakhir di Koramil Sugapa,” bebernya.

Alasan kedua warga ini memilih pulang ke Sugapa pada malam hari, kata Natalis, mereka takut diketahui orang. Sebab ada pembatasan social karena Covid-19.

“Saat pulang tidak ada saksi mata. Sampai dengan sekarang mereka belum pulang. Ini juga kami bersama-sama pihak Kepolisian, TNI dan masyarakat sipil serta semua lembaga sedang mencari kedua warga ini,” tambahnya.

2 Warga Meninggal Dunia

Bupati Natalis juga menjelaskan, dua pekan kemarin telah terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia yakni Eunico Somou, seorang petugas medis  dan 1 orang masih menjalani perawatan di RSU Nabire yakni Almalek Bagau, petugas medis anggota Satgas Covid-19 Intan Jaya.

“Informasi yang didapat dari kelompok KKB ini bahwa tiga orang tersebut terlibat sebagai informan kepada TNI penugasan. Lalu mereka marah dan melakukan tindakan penganiayaan itu,” terangnya.

Natalis menegaskan, kasus ini sebenarnya penganiayaan kalau dilihat dari kondisi tubuh korban yang penuh luka bekas penganiayaan.  Akan tetapi untuk kasus Yunus Sani, bukan masuk dalam kategori penganiayaan karena korban langsung dibunuh.

“Jadi kata mereka korban dituduh mata-mata. Akan tetapi apakah benar atau tidak kita belum tahu. Belum pasti benar juga,” ungkapnya.

Terkait informasi Yunus Sani sendiri adalah seorang warga, sedangkan tim medis dua orang yakni Almalek Bogau dan Enico Somau meninggal dunia dan korban satu dirawat, Natalis mengaku terima informasi tersebut. “Yang jelas yang pertama itu tim medis Almalek Magal masih dirawat. Kemudian selang seminggu kejadian naas menimpa Yunus Sani,” jelasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *