Wagub Ingatkan Pejabat, Jangan Jadikan Provinsi Kabupaten Besar

Wagub Papua Klemen Tinal melantik pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Provinsi Papua di Gedung Negara, Jumat (28/8/2020).

JAYAPURA (PB.COM) – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengingatkan kepada pejabat eselon III dan IV yang baru saja dilantik agar tidak menjadikan Provinsi Papua sebagai kabupaten besar.

“Jangan jadikan provinsi sebagai kabupaten besar, ini saya kasih tahu baik-baik, saudara-saudara adalah pejabat provinsi,” tegasnya dalam sambutan pada pelantikan pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Provinsi Papua di Gedung Negara, Jumat (28/8/2020).

Menurut Wagub Klemen, tugas pokok dan fungsi pejabat di Pemprov Papua adalah sebagai wakil pemerintah pusat. Dimana, Provinsi Papua menjalankan amanat UU Otsus Otsus secara murni dan konsekuen serta konsisten.

“Sebagai wakil pemerintah pusat, kita mengkoordinasikan dengan kabupaten/kota, kita menjembatani. Ini yang kami harap selalu dilakukan,” terangnya.

Klemen meminta kepada pejabat yang baru dilantik, agar mulai Senin pekan depan dapat langsung bekerja bersama-sama membangun Papua sesuai visi misi Papua Bangkit, Mandiri dan Berkeadilan.

“Mulai hari Senin, semua OPD di lingkungan pemprov sudah bisa bergerak bersama-sama untuk bekerja membangun Papua sesuai dengan visi misi gubernur, kita bersama-sama menjadikan Papua yang mandiri dan berkeadilan,” harapnya.

Kata Klemen, jika ada ada ide-ide brilian dan kreatif dapat disalurkan sesuai tempatnya. “Tolong disalurkan pada tempat yang memang sudah ditetapkan, bagaimana kita mempercepat kemajuan orang asli Papua dengan cara yang mungkin diluar norma-norma yang ada tetapi sesuai karateristik dan kultur yang ada,” pinta Klemen.

“Tetapi kalau mau jadikan metropolitan, oh sorry itu di tempat lain bukan disini,” tambahnya.

Ia berharap sebagai pejabat eselon III dan IV dapat menunjukkan kekompakan, jika ada perbedaan tidak perlu dibesar-besarkan.

“Kita harus menunjukkan kekompakan, kalau ada hal-hal kecil yang tidak sama persepsi, tidak perlu teriak-teriak di luar tetapi ada mekanisme yang sudah diatur supaya orang melihat pemprov itu kompak,” ajaknya. (Toding)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.