Satgas Covid-19 Provinsi akan Meninjau Penanganan Covid-19 di Waropen

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam Manderi

JAYAPURA (PB.COM) – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua dijadwalkan akan mengunjungi Kabupaten Waropen dalam waktu dekat.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam Manderi mengaku kunjungan tersebut untuk meninjau penanganan Covid-19 pada daerah tersebut.

“Seperti diketahui, Waropen menjadi daerah yang sempat terdampak kasus Covid-19, dengan total 1 kasus positif namun sudah sembuh,” katanya.

Ia menyebut walaupun angka kasus Covid-19 di daerah tersebut tidak mengalami penambahan, namun pencegahan Covid 19 di kabupaten pesisir tersebut harus tetap dilakukan, termasuk upaya sosialisasi bahaya Covid-19 dan protokol kesehatan bagi masyarakat, terlebih kala mengetahui bahwa terdapat 13 orang dengan kontak erat di sana saat ini.

Dalam ranga kunjungan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Pjs Bupati Waropen. Agar dapat disesuaikan dengan OPD teknis terkait, serta Satgas Covid 19 di Waropen.

“Rencananya nanti akhir bulan ini. Kita akan koordinasikan dengan Pjs Bupati Waropen, sehingga menyesuaikan dengan kesiapan waktu beliau di tempat, baru kita turun lapangan untuk meninjau penanganan Covid 19 di sana,” Kata Manderi.

Pada kesempatan tersebut ia menyebut dari 22 kabupaten/kota terdampak Covid 19 di Papua, terdapat 6 kabupaten yang sudah kembali hijau karena sudah tidak memiliki kasus positif baru maupun kasus dalam perawatan.

Seperti halnya Waropen. Oleh sebab itu, semua penanganan Covid 19 sudah dilakukan. Beberapa waktu belakangan ini, Waropen bisa tekan kasus, sehingga tidak adanya kasus baru, tidak ada pasien dirawat, dan tidak ada pasien meninggal dunia di sana.

“Dari beberapa daerah, ini menjadi sampel kita untuk meninjau bagaimana langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang dilakukan Pemda setempat untuk mempertahankan daerahnya dari ancaman penyebaran Covid 19,” ucapnya.

“Jadi, selain kita lihat daerah yang berada di zona merah, daerah zona hijau juga kita lihat apa yang mereka buat sehingga tetap dapat mempertahankan wilayahnya, masyarakatnya, dari ancaman penularan Covid-19 yang notabene merupakan pandemi global,” pungkasnya.(Toding)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *