IMANI Prioritaskan Putra-Putri Asli Papua  Pada Kuota CPNS

Calon Bupati Supiori, Drs. Yan Imbab dan Calon Wabup Nichodemus Ronsumbre ketika mengunjungi posko IMANI di Kampung Marsram, Supiori Timur, Sabtu (28/11/2020)

 

SUPIORI (PB.COM)—Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Supiori periode 2020-2025, Drs Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre (IMANI) memastikan jika mereka terpilih maka pihaknya akan memprioritaskan putra-putri Asli Papua dalam formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri (CPNS) di Supiori.

“Ke depan jika IMANI menang, penerimaan CPNS jika ada formasi penerimaan, maka 100 persen diprioritaskan untuk Orang Asli Supiori,” kata Calon Bupati Yan Imbab dalam orasi di hadapan massa pendukungnya di Kampung Fanindi, Distrik Supiori Selatan, Kamis (26/11/2020).

Komitmen ini bukan tanpa alasan. Sebab dalam setiap pertemuan atau blusukan yang dilakukan oleh kedua paslon dengan turun langsung di masyarakat, kata Yan, banyak suara muncul terkait minimnya perhatian pemerintah daerah bagi anak-anak Supiori dalam formasi penerimaan CPNS empat tahun belakangan.

“Tentu kita punya alasan untuk bagaimana mendorong hal ini juga agar ke depan, yang mendapat perhatian adalah anak-anak Supiori,” bebernya.

Menurut Yanim, pihaknya banyak mendapat keluhan tentang anak-anak Supiori yang tidak terakomodir dalam penerimaan CPNS formasi tahun lalu.

“Nanti kita hitung kisaran jumlah pegawai, dan juga kebutuhan pegawai yan akan diterima, sehingga kita bisa akomodir anak-anak Asli Supiori dalam penerimaan,” imbuhnya.

Meski begitu, Yanim tidak menampik bahwa untuk beberapa formasi seperti dokter spesialis, dan tenaga teknisnya tetap diberikan kesempatan kepada saudara-saudara dari luar Supiori, tetapi dalam jumlah yang terbatas.

”Jika memang anak-anak kita ada yang bisa mengisi formasi, maka itu lebih baik sehingga harapan semua anak-anak Supiori yang ikut tes bisa tercapai,” bebernya.

Ia menegaskan, analisis fiskal bakal dilakukan agar komposisi belanja aparatur tidak melebihi anggaran belanja publik. Dia berujar, perekrutan CPNS akan dilakukan berdasarkan kebijakan zero to negative growth.

 Tentu lanjut Yanim, pihaknya akan akan menganalisis kebutuhan restrukturisasi daerah dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 tentang Perangkat Daerah. Hal ini diharapkan dapat menjawab kerinduan anak-anak Supiori yang ingin menjadi ASN. (Yamander/Gusty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *