Takhlukan Aceh 1-0, Sepak Bola Papua Buka Peluang Ke Perempat Final

Ricky Ricardo C.G.T Cawor Penyerang Tim Papua dihadang pemain belakang Tim Aceh di babak Penyisihan Group D Cabang Olah Raga sepak Bola Putra di Stadion Mandala Jayapura. Rabu (06/10/2021) Foto (PB.PON XX PAPUA/Ian Irman)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Tim Sepak bola putra Papua sukses meraih 3 poin usai mengalahkan Aceh dengan skor tipis 1-0 di babak enam besar grup D PON XX Papua yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (06/10/2021). Gol semata wayang tuan rumah diciptakan oleh Samuel Gudeon Balinsa di menit 54.

Duel Papua dengan Aceh merupakan salah satu partai besar pada babak 6 besar yang paling ditunggu. Pasalnya, pertemuan mereka merupakan derby “Otonomi Khusus” dan representasi provinsi paling Timur dan paling Barat Indonesia.

Dalam laga sore tadi, kedua tim saling bermain hati-hati. Papua yang biasanya sangat agresif di lini pertahan lawan masih menemui jalan buntu sepanjang babak pertama. Ricky Cawor cs sangat kesulitan untuk menembus pertahan anak-anak negeri Serambi Mekah.

Bahkan, peluang emas tuan rumah hanya hadir melalui titik putih pada menit 35. Sayang, Ricky Cawor yang maju sebagai algojo tak mampu mengoyak jaring gawang Aceh yang dikawal  oleh Chairil Zul Azhar. Sepakan Ricky di sisi kanan berhasil ditepis Chairil.

Aceh yang sudah mengantisipasi agresifitas permainan tuan rumah memutuskan untuk lebih sabar meladeni permainan anak-anak Cenderawasih dengan memilih memperkuat lini pertahanan mereka.

Alhasil, anak asuhan Eduard Ivakdalam benar-benar dibuang pusing sepanjang babak pertama. Sebab rapatnya lini pertahanan tim tamu tak memberikan celah kepada tuan rumah. Bahkan untuk meredam laju permainan tuan rumah, Aceh menumpuk 4 pemainya di lini tengah.

Dengan formasi 4-4-2, Aceh memilih untuk bermain bertahan dan memanfaatkan serangan balik. Aceh yang hanya memanfaatkan serangan balik justru beberapa kali berhasil menciptakan peluang namun belum bisa menjebol gawang dari tuan rumah. Meski kedua tim berusaha untuk menciptakan gol, namun hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Dari ruang ganti, juru taktik Sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam meminta anak asuhnya untuk lebih agresif. Alhasil, sejak menit pertama Ricky Cawor dan kawan-kawan terus menggempur pertahan Aceh. Sementara anak-anak asuhan Fakhri Husaini tetap solid menjaga barisan belakangnya untuk tak mampu ditembus oleh Mutiara Hitam muda.

Namun petaka menghampiri Aceh pada menit 54. Samuel Balinsa yang berniat untuk melakukan crossing justru arah bolanya mengarah ke dalam gawang Aceh yang tidak dapat diantisipasi oleh Chairil Zul Azhar dan membawa Papua unggul menjadi 1-0.

Aceh yang dalam kondisi tertinggal membuat Fakhri Husaini meminta pemainnya mulai keluar menyerang. Alhasil, 25 menit terakhir babak kedua, Papua dan Aceh mempertontonkan pertandingan yang menarik.

Bahkan, kedua tik bermian dengan tempo yang cepat. Beberapa pemain dari kedua tim harus tumbang dalam lapangan akibat intensitas pertadingan yang tinggi.

Papua yang tidak puas dengan skor 1-0 membuat Eduard Ivakdalam melakukan pergantian pemain depannya. Pada menit 60, ia menarik M. Arody Uopdana dan memasukkan Rafiko Nawipa. Pergantian tersebut terbilang efektif. Serangan Papua kian bervariasi.

Tak mau kalah, Fakhri Husaini juga melakukan 5 pergantian di babak kedua. Namun pergantian tersebut belum bisa meredam permainan dari tuan rumah yang tampil di depan pendukungnya. Meski kedua tim bergantian menyerang dan menciptakan peluang, namun skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang.

Pelatih kepala sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam mengatakan, dalam pertadingan ini pemainnya tampil di bawah performa terbaik. Ia menyebut, masa recovery yang singkat membuat pemainnya tidak bisa tampil maksimal.

“Game ini sangat luar biasa, dan pemain hanya punya waktu tiga hari istirahat, sehingga mereka mengalami sedikit penurunan stamina. Kita bisa menguasai permainan tapi hanya ciptakan 1 gol. Tapi bagi saya tetap bersyukur karena pemain memberikan kemenangan meski kondisi mereka menurun tapi kita bisa dapat tiga poin,” ujar Edu.

Legenda hidup Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro itu mengaku stamina pemainnya sangat terkuras saat melakoni 3 pertadingan pada babak penyisihan grup A.

Edu juga membeberkan rasa cemasnya pada babak kedua, dimana dua pemain depannya mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.

“Babak kedua kita sempat gugup karena beberapa pemain merasa ototnya tertarik seperti Jefron Sitawa, Ricky Cawor. Semoga dengan waktu 3 hari, mereka bisa kembali pulih,” ujar Edu.

Mantan juru taktik Persemi Mimika itu juga mengaku memiliki banyak “PR” besar untuk laga berikutnya. “Saya pikir kita harus perbaiki organisasi bermain lagi, terutama waktu kita transisi menyerang dan bertahan. Begitu juga biasanya kita punya benteng, tapi dalam pertadingan ini terputus dan memberikan celah kepada tim lawan. Semoga dengan sisa waktu 3 hari kedepan, pemain bisa dalam kondisi yang baik agar kita lebih enjoy bermain,” tuturnya.

Sementara itu, Fakhri Husaini tak ingin banyak berkomentar. Mantan pelatih Timnas junior Indonesia itu hanya mengaku akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka dalam pertadingan ini agar bisa tampail baik saat bersua dengan Sumatera Utara.

“Kami ucapkan selamat kepada tuan rumah Papua atas kemenangan ini, dan kami akan evaluasi kekurangan dalam tim kami,” tutup Husaini. (Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *