Bupati RHP: Peran Masyarakat Tabi Sangat Besar Bagi Penginjilan di Pegunungan Papua

 

Bupati Ricky Ham Pagawak saat beribadah di Gereja GKI Via Dolorosa Tobati, Minggu (21/11/2021)

 

JAYAPURA (PB.COM)–Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si, Minggu pagi (21/11/2021) berkesempatan mengikuti ibadah di Gereja GKI Via Dolorosa, Tobati, Kota Jayapura.

Bupati yang akrab disapa RHP ini datang bersama rombongan Paduan Suara Paduan Suara Bogo Niru Kabupaten Mamberamo Tengah, pimpinan Yakoba Womsiwor menuju gereja tempat pertama masuknya injil di wilayah Tabi itu, dengan menggunakan perahu notor kurang lebih selama 10 menit dari Pantai Cibery.

Bupati RHP dalam sambutannya di hadapan jemaat yang hadir mengatakan, dirinya sudah sering keluar masuk Teluk Humbold dengan spead boat. Namun baru kali, ia datang dan melihat langsung gereja ini dan ikut beribadah bersama warga jemaat.

Bupati RHP saat menyeberang dengan spead boat menuju Gereja GKI Via Dolorosa, Tobati.

“Gereja ini tertutup dan tidak kelihata, tetapi punya sejarah besar untuk umat Kristen di Tanah Papua. Karena kalau saya tidak salah, ini adalah gereja pertama masuknya injil di Wilayah Tabi yang dibawa oleh para misisonaris dari Belanda di tahun 1910,” ujar RHP.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, peran dari masyarakat Tabi sangatlah besar bagi karya penginjilan di Pegunungan Tengah Papua, termasuk Mamteng. Masyarakat wilayah Tabi berperab mengawal para misionaris masuk ke Pegunungan Tengah Papua dalam memberitakan injil keselamatan Allah.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Pegunungan Papua, kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Tabi. Ada andil dari putra-putri Tabi yang ikut berperan aktif menyebarkan agama Kristen di wilayah Pegunungan. Walaupun mereka datang bukan sebagai pendeta atau missionaris. Tetapi 22 orang anak Tabi asal Senggi, Keerom ikut membantu para misionaris ini datang ke Pegunungan. Pada tanggal 1 Mei 1956 Injil masuk ke kampung saya di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara,” tutur Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Papua ini.

Ia juga mengaku mendapat  banyak cerita dari Bapak Yulianus W. yang telah meninggal dunia, sosok yang ikut mengantar para misionaris ke wilayah Pegunungan Papua.

Tak lupa, bupati Mamteng dua periode ini, mengucapkan terima kasih kepada para hamba Tuhan atau pemuka agama, baik itu dari Umat Kristen dan juga Muslim, yang selalu mendoakan para pemimpin di Tanah Papua agar diberikan kesehatan dan hikmat untuk membangun tanah ini.

“Tanpa dukungan dan doa dari  umat beragama di Tanah Papua, mungkin kami ini tidak ada apa-apanya. Saya juga berpesan untuk jangan ada perpecahan di antara kita dengan dikotomi orang gunung, pantai, dan lembah,” tegas RHP.

Sebelum mengakhiri sambutannya, bupati RHP memberikan bantuan dana sebesar Rp 100 juta untuk mendukung pelayanan dalam pekerjaan Tuhan di Jemaat GKI Via Dolorosa.

“Kami tidak bisa membalas apa yang diberikan bapa bupati. Tetapi kami hanya bisa berdoa supaya ke depan, baik di pemerintahan dan semua urusan lainnya, selalu mendapatkan jalan dari Tuhan,” kata Pdt John Watopa, S.Th yang memimpin ibadah.

Sebelumnya, dalam khotbahnya, Pdt John mengatakan sebagai umat beriman, jemaat patut bersyukur karena Tuhan baik sehingga diberikan kesempatan untuk beribadah pekan ini, dengan mengambil tema sentral Keselamatan hanya dari Tuhan.

“Bila kita naik perahu dan tiba- tiba dihantam badai, tentu yang kita butuhkan pertolongan dan meminta keselamatan. Keyakinan kita sebagai orang percaya sangat membutuhkan keselamatan dari Tuhan,” kata Pdt John. (Gusty Masan Raya/JM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *