Kadis PU: Laju Pembangunan Infrastruktur di Pegubin Sedang Mengarah Ke Distrik Batom

 

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Pegunungan Bintang Yance Tapyor, ST.M.AP saat membaca usulan yang diterimanya dari masyarakat Batom ketika melakukan kunjungan kerja, Selasa, 2 Agustus 2022.

 

JAYAPURA (PB.COM)Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Yance Tapyor, ST.M.AP bersama sejumlah stafnya, Selasa, 2 Agustus 2022 melakukan kunjungan kerja ke Distrik Batom untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

Terbang dari Oksibil ke Bandara Batom dengan pesawat perintis, Yance bersama rombongan yang diikuti juga beberapa pegawai Bank Papua Cabang Oksibil, disambut antusias oleh sekitar ratusan masyarakat Batom. Mereka kemudian langsung menuju tepi Sungai Armasi. Adalah CV Betokweng yang tengah melakukan pengerjaan normalisasi sungai itu sepanjang 700 meter.

Plt. Kadi PU dan Perumahan Pegubin Yance Tapyor saat memantau progres normalisasi Sungai Armasi.

 

 

“Jadi kunjungan kerja ke Distrik Batom ini dalam rangka monitoring kegiatan pembangunan normalisasi Sungai Armasi sepanjang 700 meter untuk pengamanan Bandara Batom. Direncanakan tahun 2023, akan dilakukan pembangunan bronjong sepanjang 1300 meter. Harusnya Bapak Bupati juga ikut turun tetapi karena beliau ada tugas keluar daerah jadi saya diminta hadir di sini,” kata Yance Tapyor kepada papuabangkit.com, Selasa sore.

Menurut Yance, pada kesempatan kunjungan itu, dirinya menerima banyak sekali usulan terkait kebutuhan dari masyarakat di Distrik Batom. Hanya saja, dalam kewenanganya sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan, ia hanya mampu menjawab terkait pembangunan seputar infrastruktur.

“Untuk pengembangan Bandara Batom, kini menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan RI, bukan lagi tanggung jawab kami. Sesudah ini pulang ke Sentani, saya akan ketemu Kepala Bandara Batom di Jayapura untuk pastikan pembangunan 1300 meter (run way) itu berjalan lagi. Supaya pesawat-peswat yang selama ini dibatasi, bisa masuk keluar dan ekonomi kita bisa meningjkat,” tegas Yance.

Sementara itu, sejumlah usulan kebutuhan masyarakat yang diterimanya akan disampaikan Yance ke OPD lain seperti Dinas Pertanian dan Perindakop.

“Kalau untuk kami Dinas PU, jalan lingkungan, normalisasi Sungai Armasi dan pemasangan bronjong itu prioritas yang dikerjakan tahun tahun 2023. Pengusaha lokal yang di sini dalam hitungan saya nanti akan masuk sama-sama,” tuturnya.

Batom Jadi Pusat Pembangunan

Yance meminta masyarakat Batom juga harus memahami bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur tidak hanya di Distrik Batom, tetapi juga selurh masyarakat Pegunungan Bintang di 33 distrik lainnya. Sementara jumlah anggaran pemerintah terbatas.

“Kita selesaikan yang ini dulu, berikutnya baru yang lain seperti perumahan, air bersih. Saya minta masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan isu-isu yang tidak-tidak. Berdoa saja, dukung pemerintah. Ini tahun kerja,” katanya.

Namun sesungguhnya Yance menegaskan bahwa Distrik Batom dalam posisinya yang sangat strategis, sebenarnya kini menjadi pusat pembangunan kawasan baru di Pegunungan Bintang.

“Kita sudah bangun jalan raya sejauh 42 kilometer dari Batom ke Distrik Murkim. Itu arah Jayapura atau Utara. Kemarin itu dipersulit dengan jembatan di sana, tapi sudah beres jadi sedikit lagi akan masuk. Jalan raya dari Oksibil juga sudah masuk Pepera, dan dari Bulangkop sudah sampai di Sebul. Semuanya ini menuju ke sini ke Batom sebagai titik temunya,” tutur Yance.

Pesawat perintis yang membawa rombongan Plt. Kadis PU dan Perumahan Yance Tapyor dan rombongan.

Batom adalah sebuah distrik yang menjadi pusat pemerintahan bagi sejumlah kampung. Di antaranya, Kampung Muara, Abukerom, Neep, Peteng, Belemo, Akyako, Mongham, Batom, Batom Dua, dan Sabi. Distrik ini menjadi garda depan NKRI karena berada di perbatasan dengan PNG.

Batom memiliki Bandar Udara Kelas III. Sejak 2018, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berencana mengembangkan bandara ini dengan run way sepanjang 1.400 meter.

Tak jauh dari bandara ini, terdapat bernama sungai Armasi. Armasi dalam bahasa masyarakat Suku Lepko berrmakna sungai yang mengalir jauh ke arah utara itu memang mengalir dari arah wilayah Okmay (suku Ketengban) hingga bermuara di Sungai Mamberamo.

Bandar Udara Batom yang kian diperlebar run way-nya.

Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengusulkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ke-4 di Papua di distrik ini. Sebelumnya, Pemerintah  telah membangun tiga PLBN yakni PLBN Skouw di Kota Jayapura, PLBN Sota di Kabupaten Merauke, dan PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai pertemuan dengan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana di Kantor Kementerian PUPR, Jumat, 3 Desember 2021 mengatakan, Pihaknya telah menerima usulan dari Pemda Pegubin untuk membangun PLBN di Distrik Batom.

“Kami akan segera sampaikan usulan PLBN di Distrik Batom kepada Presiden Jokowi. Kalau memang dibutuhkan, pasti akan kita segera bangun,” ujar Basuki dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari kompas.com. (Gusty Masan Raya/Tonni Almung)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.