Pemerhati Petani Indonesia Timur yang tergabung dalam Sahabat Tani foto bersama para petani milenial di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu, 6 Maret 2024.

JAYAPURA (PB.COM)Pemerhati Petani Indonesia Timur yang tergabung dalam Sahabat Tani yang merupakan salah satu mitra Kementerian Pertanian RI, Alfrida Kaissi  mengunjungi para petani di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Rabu, 6 Maret 2024.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian Pegubin Herman Sampe, ST, Ida dan ratusan Petani Milenial Pegubin di bawah koodinasi Demianus Okesan menggelar dialog di Balai Kampung Iwur. Sebanyak kurang lebih 397 petani hadir dalam giat ini.

“Jadi saya diundang oleh Petani Milenial Pegunungan Bintang untuk berkunjung ke sana, memberikan motivasi dan sekaligus melihat kebutuhan-kebutuhan apa saja yang mereka perlukan terkait pertanian untuk kita perjuangkan. Saya salut dengan semangat para petani di sana,” kata wanita yang akrab disapa Ida ini kepada papuabangkit.com.

Menurutnya, sebagai salah satu Pemerhati Petani Indonesia Timur yang merupakan mitra Kementerian Pertanian yang beberapa tahun terakhir membantu dan memperjuangkan para petani di Toraja Utara, Tana Toraja, Mamasa dan Mimika, mulai dari alat2 pertanian, smart farming, pengolahan hasil panen bahkan sampai jalan tani dan irigasi. Kali ini ia sudah mendapatkan sejumlah usulan permintaan kebutuhan para petani di Distrik Iwur guna perluasan lahan pertanian dan peningkatan produksi.

“Saya berharap mereka mengolah lahan dengan peralatan pertanian yang modern, tidak dikerjakan manual lagi seperti hand traktor, pompa air, alat perontok padi dan jagung, hands sprayer dan sebagainya agar bisa menghasilkan hasil panen yang maksimal. Tetapi saya tidak mau janji, karena kebijakan bukan ditangan saya tapi saya akan tetap berjuang demi Petani khususnya yang ada di Iwur. Tapi tentunya semua itu lewat prosedur yaitu proposal permintaan mereka akan melalui Dinas Pertanian daerah” kata mantan Tenaga Ahil DPR RI ini.

Kendati demikian, ia berharap perhatian dari Pemerintah Daerah Pegubin melalui dinas terkait harus tetap ada. Terutama dalam hal pendampingan dan pembinaan, baik dalam hal peningkatan produksi seperti alat pertanian, bibit, dan pupuk maupun hingga distribusi penjualan komoditas. Salut dengan pemerintah setempat, Bupati dan kepala Dinas Pertanian sangat mendorong upaya peningkatan di sektor pertanian. Kalau dari pemerintah sudah mendukung,  yakin dan pasti petani akan maju, moderen dan mandiri.

“Saya lihat Iwur itu sangat potensial jika digarap secara besar-besaran, kebutuhan pangan seperti beras, sayur, dan buah tak perlu lagi didatangkan dari Jayapura atau daerah lain dengan harga yang mahal. Apalagi Bupati baru saja membangun dan meresmikan jembatan yang menghubungan Iwur dan Oksibil, ini sebuah prospek yang bagus,” urainya.

Pada kesempatan itu, Ida juga banyak memberikan motivasi kepada Petani Milenial Pegubin untuk tetap semangat bekerja. Sebab semua kebutuhan pokok manusia dimana pun itu adalah hasil dari petani. Jadi tidak ada kata tidak untuk berjuang bersama petani.

“Jangan pernah malu jadi petani karena petani adalah penopang negara ini. Orang cari makan tetapi petani memberi makan.  Petani tidak ada pensiunnya selagi kita masih kuat mengolah lahan. Tidak perlu keluar dari Pegunungan Bintang mencari makan karena lahan masih sangat luas untuk diolah, kalian bisa hidup dan menghidupi orang lain, 3 x 1 dalam sehari di meja makan, di restaurant, hotel di setiap acara2.. kita butuh hasil dari petani” tutupnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box