Sejumlah siswi saat mengikuti pelatihan menjahit dan  menyulam di Gedung Soskat Abmimisibil, Distrik Okbibab, Rabu, 29 Mei 2024.

OKBIBAB (PB.COM)—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) dari Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusataman Gender menggelar pelatihan menjahit dan menyulam bagi para siswi, mulai dari SD, SMP, MA, dan para pemudi di Gedung Soskat Abmimisibil, Distrik Okbibab, Rabu, 29 Mei 2024.

Kepala DP3AKB Pegubin Milka Mabel, S.Pd mengatakan, pelatihan menjahit dan menyulam adalah program kerja yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus melalui OPD yang dipimpinnya. Tujuannya ialah memberi bimbingan pengembangan ekonomi kreatif bagi Perempuan OAP di masyarakat Kampung dan terpelajar.

Kepala DP3AKB Pegubin Milka Mabel, S.Pd foto bersama peserta pelatihan saat acara pembukaan.

“Pelatihan ini mempunyai manfaat berkelanjutan yang memungkinkan untuk menambah penghasilan individu maupun kelompok. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena para peserta antusias. Kita menyadari, selama ini pemberdayaan dan peningkatan keterampilan dalam hal menjahit dan menyulam belum mendapat banyak perhatian,” kata Milka Mabel dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan.

Menurut Milka, dengan adanya kegiatan yang digelar ini dapat menjadi modal penting bagi pengembangan ilmu dan bekal keterampilan untuk setiap pelajar perempuan di Distrik Okbibab, mulai dari SD hingga remaja dan dewasa.

“Kita hadirkan narasumber lokal, Ibu Kori You yang mempunyai ketrampilan dalam hal menjahit dan menyulam. Akan beri materi sekaligus mempraktikannya bagi peserta. Berbagai peralatan wajib dan materi pembelajaran dasar telah dibagikan ke seluruh peserta. Beberapa materi di antaranya cara merajut benang, cara memegang akpen, dan cara membuat pola dasar kruistek berwarna,” katanya.

Kori You, salah satu peserta pelatihan mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi kemandirian kaum perempuan di Distrik Okbibab. Ia menegaskan, teknik pelatihan dilakukan dengan teori buku panduan tentang pelatihan menjahit dan menyulam, dan langsung dipraktekkan sehingga sangat mudah dipahami.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dan kami sangat apresiasi DP3AKB. Kalau dilihat dari kita punya budaya, ini memang salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan dan berdayakan,” kata Kori.

Menurutnya, pelatihan ini harus terus dilakukan dan ditingkatkan supaya keterampilan menyulam dan menenun bagi perempuan di Bumi Okmin tetap dilestarikan.

“Supaya budaya kita ini tidak hilang. Kegiatan ini memang sangat berguna bagi kami. Kami harus akui segala tindakan kepedulian yang diberikan dari DP3AKB terhadap perempuan OAP Okbibab,” ujarnya.

Bupati Pegubin Spei Yan Bidana.

Terpisah, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si mengatakan, pelatihan menjahit yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) adalah bagian dari perwujudan kemandirian ekonomi yang masuk dalam visinya yakni Menuju Sehat Cerdas Mandiri Secara Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang.

“Saya berharap, anak-anak perempuan, remaja dan ibu-ibu dapat memanfaatkan pelatihan ini agar budaya menyulam dan menenun itu tidak hilang. Itu budaya kita orang Papua umumnya, yang kalau ditekuni secara profesional dapat mendatangkan keuntungan ekonomi dan kemandirian,” tutur Bupati Spei Bidana. (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box