
Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) bersama panitia dan peserta program Coach Educator PSSI Pusat di Abepura, Selasa (13/5/2025).
JAYAPURA (PB.COM) – Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), secara resmi membuka program Coach Educator PSSI Pusat di salah satu hotel di Abepura, Selasa (13/5/2025). Program berdurasi satu minggu ini diikuti oleh para pelatih yang berasal dari enam provinsi di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, BTM yang juga calon Gubernur Papua nomor urut 1, menekankan pentingnya program ini untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola di Papua. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh sesi agar mendapatkan manfaat maksimal. BTM juga menyampaikan apresiasinya kepada para pelatih yang telah berpartisipasi dan berharap program ini akan berkontribusi pada kemajuan sepak bola Papua, menghasilkan pemain, wasit, dan pelatih berkualitas.
“Sukses sepakbola dimulai dari Tiga Hal, yakni wasit, pelatih, dan pemain emain berkualitas. Maka tujuan sepakbola bisa tercapai. Atas nama Asprov PSSI Papua terimakasih pada PSSI Pusat atas program ini. Say berharap semua peserta bisa ikut dengan baik semua Sekmen.
Kadang kita ikut sepotong-sepotong maka akan rugi kadang tak mengerti. Tapi kalau secara keseluruhan tentu akan ada hasil maksimal,” urai BTM.
Mewakili PSSI Pusat, Kartono menyampaikan terima kasih atas fasilitas yang diberikan oleh Asprov PSSI Papua. Ia menjelaskan bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, baru sekitar 11.000 pelatih yang berlisensi, menunjukkan masih kurangnya jumlah itu.
“Maka dalam rangkaian Program peningkatan jumlah pelatih ini dimulai dengan menambah jumlah coach educator, dengan Papua sebagai lokasi penyelenggaraan kelas ke-8. Ke depannya, PSSI Pusat lebih pada monitoring dan para coach educator yang akan menyelenggarakan kursus secara langsung,” urai Kartono.
Senada Marwal Iskandar yang juga selaku perwakilan PSSI Pusat. Mantan pemain yang pernah meraih gelar juara bersama Persipura itu menekankan peran pelatih lokal.
“Ini pertama kali mengunjungi Jayapura setelah 20 tahun, saya sangat optimistis terhadap kemajuan sepak bola Papua. Dan sangat penting peran pelatih lokal dalam membina talenta muda Papua dan menunjukkan antusiasme untuk berbagi ilmunya. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan jumlah pelatih berlisensi di Papua, yang saat ini masih terbatas. (ADM)







































