NABIRE (PB.COM)—Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH mengatakan, Pemerintah Provinsi terus memantau perkembangan guna mengambil langkah untuk membantu para korban konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak melalui Tim Crisis Center.
“Beberapa hari lalu kami sudah ada surat dari BPBD dan Bupati Intan Jaya. Kemarin juga sudah ada surat lagi dari Bupati Puncak tentang status darurat di sana. Dengan surat itu, kami sudah buat juga Tim Crisis Center untuk menangangi masalah-masalah ini,” kata Gubernur Meki Nawipa kepada wartawan di Nabire.
Menurutnya, sejak Senin, 19 Mei 2025, Pemprov Papua Tengah mengirim logistik bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan pakaian ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dan Sinak, Kabupaten Puncak.
Tim Crisis Center Pemprov Papua Tengah di bawah koordinasi Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pramong Praja Victor Fun, S.Sos,M.Si, melibatkan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Tengah.
“Dalam waktu dekat saya akan memanggil mereka dan beberapa organisasi di pemerintahan terkait untuk pertemuan di Nabire guna mengambil langkah-langkah selanjutnya. Kalau mereka sedang mengungsi, apa yang harus kita siapkan. Jadi kita selesaikan satu per satu,” katanya.
Pada Senin, 19 Mei 2025, bantuan ini dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pramong Praja Victor Fun, S.Sos,M.Si mewakili Gubernur Papua Tengah di Bandara Douw Aturure, Nabire.

“Atas perintah Bapak Gubernur Papua Tengah, hari ini kami telah kirim bantuan dua ton hari ini ke Intan Jaya dengan menggunakan Smart Air sebanyak 2 flight dan juga tim kami. Flight pertama membawa bantuan logistik dari Dinas Sosial sebanyak 1.2 ton berupa air mineral, beras, gula, susu kental manis, mie instan, dan teh celup,” kata Victor.
Sementara flight kedua membawa logistik berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) susu, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), dan obat-obatan sebanyak 468 kg, 56 coly, dan logistik dari Dinas Sosial sebanyak 400 kg. (Abeth You/Gusty Masan Raya)
































