Sejumlah Intelektual Muda asal Kabupaten Waropen yang berbicara kepada media di Jayapura, Selasa (17/06/2025) tersebut yakni Michael Sineri, Silas M.Imbiri, Herlans Erari dan Lukas B. Ruatakurei.

Michael Sineri, Silas M. Imbiri, Herlans Erari, dan Lukas B. Ruatakurei

JAYAPURA (PB.COM) – Rencana Pemerintah Kabupaten Waropen untuk menjual saham klub sepak bola Persewar Waropen mendapat penolakan keras dari sejumlah intelektual muda asal daerah pesisir wilayah adat Saireri.  Persewar, klub kebanggaan yang saat ini berlaga di Liga 2, dianggap lebih dari sekadar klub sepak bola; ia merupakan simbol identitas dan harga diri masyarakat Waropen.

Michael Sineri, Silas M. Imbiri, Herlans Erari, dan Lukas B. Ruatakurei, mewakili para intelektual muda tersebut, menyampaikan protes keras mereka pada Selasa (17/06/2025) di Jayapura.

Mereka mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen untuk membatalkan rencana penjualan saham tersebut dan mencari solusi alternatif untuk menghidupkan klub yang tengah berjuang di kancah Liga 2.

“Persewar bukan sekadar aset, melainkan representasi semangat dan kebanggaan masyarakat Waropen, Menjualnya sama saja dengan memupus harapan dan harga diri kami.” tegas Lukas Ruatakurei.

Para intelektual muda ini juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat digali dari Persewar.  Mereka menyarankan agar Pemda Waropen  mengeksplorasi peluang kerjasama dengan sponsor, meningkatkan manajemen klub, dan mengoptimalkan potensi pendapatan dari tiket pertandingan dan merchandise.  Keberhasilan klub-klub Liga 2 lainnya dalam mengelola keuangan menjadi contoh yang dapat dipelajari.

Mereka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Waropen untuk mengambil sikap tegas dan mengawasi rencana penjualan saham Persewar.

Jika kedua tuntutan ini, yakni penghentian rencana penjualan dan pengawasan dari DPRD tidak diindahkan,  ancaman aksi demonstrasi besar-besaran pun akan dilakukan.

“Kami akan melakukan demonstrasi besar-besaran jika tuntutan kami tidak dipenuhi. Persewar adalah harga diri kami, dan kami akan memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan.” Tegas Michael Sineri. (ADM)

Facebook Comments Box