
SARMI (PB.COM) – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) benar-benar menunjukan kapasitasnya sebagai seorang Birokrat Pemerintahan terbaik di Papua saat ini.
Pemahamannya terhadap potensi masing-masing daerah di Papua pun tak perlu diragukan lagi. Bahkan potensi alam yang ada pun begitu ia ketahui dan selalu punya cara mengembangkannya untuk kepentingan rakyat.
Ratusan Masyarakat yang hadir dalam tatap muka dan Dialog bersama BTM, Rabu, (02/07/2025) dibuat terkesima dengan sejumlah program dan kebijakan pro rakyat BTM untuk Kabupaten Sarmi.
BTM yang didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano, Ketua Komisi 4 DPR Papua, Jhon Betaubun, Ketua DPR Sarmi, Muhamad Tiris dan sejumlah tokoh lainnya, memaparkan sejumlah program dan kebijakan yang pro pada kabupaten Sarmi.
Diantaranya perbaikan akses jalan Sarmi ke Apawer dan Tor Atas, menghidupkan kembali pabrik minyak kelapa yang dahulu pernah menjadi ikon Sarmi, pengaturan proses pengolahan Kayu Hasil hutan Sarmi yang wajib diolah di Sarmi, membuat Pabrik Ikan hingga sejumlah aspirasi pemekaran yang akan dilakukan.
Selain itu pengelolaan Sumber Daya Alam berupa Nikel, Emas dan sumber minyak Sarmi Sol.
“Solusi jalan Sarmi ke Apawer dan Tor Atas itu bakal kita usulkan diubah menjadi jalan Nasional. Maka pasti bakal dibuat mulus dengan penerangan lampu. Dulu
Saya masih SMP sudah tahu kalau kelapa kelapa paling banyak di Sarmi dan ada Pabrik Minyak kelapa. Hasil Kopra juga melimpah. Mari kita hidupkan lagi. Ayo
masyarakat mari kita tanam kelapa lagi.
Pabrik Minyak Kelapa akan diaktifkan kembali. Kita buka Lapangan kerja.
Ada Empat perusahaan kayu terbesar. Maka jangan ambil kekayaan hutan itu keluar. Jangan diolah tempat lain. Karena Sarmi yang punya hak wilayahnya. Lapangan kerja juga terbuka.
Pengolahan Kayu tetap diolah di Sarmi.
Supaya ada nilai ekonomi. Pemerintah wajib cari solusi untuk rakyat. Akan kita bangun pabrik Ikan lengkap dengan Kostor. Maka Sarmi bisa Jadi lumbung ekonomi di Papua,” papar BTM disambut riuh dukungan masyarakat.
BTM menambahkan, sebagai orang Pemerintahan yang tahu dimana harus memulai dan harus mengakhiri pekerjaannya, dia sangat memahami adanya permintaan pemekaran di Sarmi. Dan itu telah ia kaji dengan melihat
Luas wilayah, jumlah penduduk dan potensi daerah.
“Akan ada pemekaran kabupaten Sarmi Timur dan Apawer Raya, Bonggo Raya.
Jalan tembus Mamberamo Raya ke Bonggo juga sudah diprogramkan.
Karena hanya pemilik rumah yang tahu kondisi rumah. Kalau orang lain hanya melihat dari luar saja,” sambungnya.
Selain sejumlah hal diatas, terobosan besar lainnya yang bakal menjadikan Sarmi Sentra Ekonomi yakni pengelolaan Sumber Daya Alam Batu Bara, Nikel, Emas. Sumber Minyak Sarmi Sol.
“Semua itu akan dengan peraturan yang wajib memberdayakan dan pro masyarakat asli. Kita punya banyak potensi untuk maju, Maka Tuhan menempatkan saya kelola alam ini demi kepentingan orang banyak bukan untuk saya,” tutur BTM.
BTM juga menyebut potensi wisata yang besar di Sarmi bakal jadi perhatian dalam pengembangan. Dengan ditopang infrastruktur dan membawa kapal Putih Masuk ke Sarmi.
“Waropen kapal Putih Masuk. Sarmi juga. Lihat saja Kapal Putih Masuk Sarmi.
Saya seorang Penatua bicara kebenaran.
Dan harus ada anak Sarmi kerja mendampingi saya di Dok 2. Saya akan datang Berkantor di Tor Atas dan Sarmi,” pungkasnya. (ADM)

































