Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) saat orasi dihadapan warga APO, Kota Jayapura.

JAYAPURA (PB.COM) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), terus bergerak menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025. Pada Jumat (25/7), pasangan ini menggelar pertemuan terbatas bersama warga APO, Kota Jayapura, untuk menyampaikan visi-misi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Benhur Tomi Mano memaparkan berbagai capaian selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota Jayapura dua periode, serta pengalaman berharga saat menjadi Tenaga Ahli di Kementerian Sosial RI. Ia menegaskan bahwa seluruh rekam jejak dan pengalaman itu akan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan Papua di berbagai sektor strategis jika dipercaya memimpin provinsi ini.

“Saya punya pengalaman membangun Kota Jayapura, dan saya tahu bagaimana bekerja di tingkat nasional. Semua itu menjadi kekuatan kami untuk membawa perubahan di Papua jika kami terpilih nanti,” ujar BTM.

BTM juga menguraikan pokok-pokok visi-misi yang meliputi reformasi birokrasi, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Papua.

Salah satu sorotan penting dalam pertemuan tersebut adalah komitmen BTM terhadap perlindungan hak dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa selama memimpin Kota Jayapura, dirinya mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Disabilitas yang kini telah diterapkan secara efektif.

“Sayalah yang mendorong Perda Disabilitas di Kota Jayapura, dan alhamdulillah, kebijakan itu berjalan dengan baik dan memberi dampak bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” jelasnya.

Pengalaman BTM di Kementerian Sosial pun mempertegas dedikasinya terhadap isu-isu kerentanan sosial. Ia menegaskan, kepedulian terhadap kelompok disabilitas bukan sekadar janji politik, melainkan bagian dari perjuangan nyata yang telah ia jalani.

“Saya lahir dari Kementerian Sosial. Di sana saya belajar bahwa penyandang disabilitas harus diberikan ruang, perhatian, dan kesempatan yang setara dalam pembangunan,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Jayapura, Kuhlman Sutran Saputra, turut hadir dan menyampaikan harapan besar kepada pasangan BTM-CK agar memberikan perhatian serius terhadap nasib penyandang disabilitas di Papua.

“Selama ini belum ada pihak yang benar-benar serius menangani masalah disabilitas di Papua. Kami berharap BTM-CK bisa menjadi pelopor perubahan, tidak hanya dari sisi sosial, tapi juga membuka peluang bagi kami terlibat aktif di lembaga pemerintahan maupun lembaga kultural,” tegas Kuhlman.

Pasangan BTM-CK berkomitmen akan memperjuangkan suara dan kepentingan seluruh lapisan masyarakat jika diberi amanah memimpin Papua. (ADM)

 

Facebook Comments Box