
Marcel Morin saat memberikan keterangan kepada wartawan
JAYAPURA (PB.COM) – Juru Bicara Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), Marshel Morin, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi yang dialami oleh saksi pasangan BTM-CK selama proses rekapitulasi suara di tingkat distrik Kaureh.
Selain itu, beredar pula rekaman suara yang diduga melibatkan seorang oknum Kapolsek yang memerintahkan pemblokadean bandara di Mamberamo Raya. Tim BTM juga menemukan bukti bahwa hasil C Plano telah diubah dengan menggunakan tipe-x.
”Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa demokrasi di Papua semakin memburuk,” ujar Morin dalam keterangan persnya. “Apakah seperti ini proses demokrasi yang kita harapkan di Papua? Demokrasi di Papua telah ‘diamputasi’ oleh oknum aparat keamanan dan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan,” tegasnya di Jayapura, Selasa (12/08/2025).
Morin secara khusus menyoroti peran Bawaslu dan mendesak lembaga tersebut untuk lebih cermat dalam mengawasi dinamika selama tahapan pleno di tingkat distrik. “Kami meminta agar pengawasan yang ketat dilakukan untuk memastikan bahwa proses rekapitulasi berjalan sesuai dengan aturan PKPU,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan Bawaslu belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. (ADM)






























