Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si foto besama pimpinan dan anggota DPRPT usai memaparkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperdasi) Provinsi, di dalam Rapat Paripurna DPR Papua Tengah, Kamis (14/8/2025).

NABIRE (PB.COM) – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menjelaskan visi-misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah 2025-2029. Visi misi ini ahir dari keyakinan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah investasi peradaban, sementara kesejahteraan harus dirasakan nyata oleh semua, terutama Orang Asli Papua.

Di dalam Rapat Paripurna DPR Papua Tengah, Kamis (14/8/2025), Wagub Deinas Geley mengatakan, Papua Tengah lahir dari harapan rakyatnya, berlandaskan keadilan, penghormatan adat, dan pengelolaan alam yang bijak. Visi “Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan” lahir dari keyakinan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah investasi peradaban, sementara kesejahteraan harus dirasakan nyata oleh semua, terutama Orang Asli Papua.

“Di rumah besar ini, harmoni menjadi fondasi dan kolaborasi adalah napas,” ucapnya. Setiap kebijakan adalah jembatan antara kemakmuran dan martabat, modernisasi dan pelestarian. Kekayaan alam dan dana Otsus diarahkan untuk membebaskan pendidikan, menguatkan kesehatan, dan memberdayakan ekonomi, mewujudkan Papua Tengah yang utuh, dengan hati, integritas, dan semangat melayani.

Visi ini, jelas Wagub Deinas, diwujudkan melalui 7 misi. Di antaranya: mengembangkan potensi individu dan komunitas melalui pendidikan dan kesehatan,mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, menciptakan lingkungan yang aman dan damai, melestarikan kekayaan adat dan budaya, meningkatkan aksesibilitas infrastruktur, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang ramah lingkungan.

Ia menyebutkan program-program prioritas di berbagai sektor. Di sektor pendidikan, ia bersama Gubernur Meki Nawipa fokus pada pendidikan gratis, pembangunan sekolah asrama, sekolah sepanjang hari dan pendirian universitas negeri.

Di sektor ekonomi, membentuk BUMD, membangun cold storage, dan menguatkan UMKM. “Untuk perhubungan, kami akan memberikan subsidi transportasi, membangun pelabuhan di Kapiraya, dan meningkatkan layanan pesawat terbang berbadan besar.

Di sektor kesehatan, lanjut Wagub Deinas, pemerintah akan membangun RS Provinsi dan klinik bersalin, serta memberdayakan kader Posyandu. Sedangkan sektor infrastruktur mencakup pembangunan jalan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), hotel, Pembangunan Rumah Layak Huni bagi OAP dan pusat pemerintahan baru.

Sasaran Pembangunan Daerah 2029

Wagub Deinas juga menjelaskan Sasaran Pembangunan Daerah 2029 mencakup 6 aspek, yaitu Papua Tengah Cerdas, Papua Tengah Sehat, Papua Tengah Produktif, Reformasi Birokrasi, Infrastruktur Dasar dan Konektivitas serta yang terakhir adalah Kemandirian Keuangan Daerah.

Pada kelompok sasaran Papua Tengah Cerdas, pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah penduduk di atas 15 tahun mencapai 7,70 dan harapan lama sekolah mencapai 11,69. Pada kelompok sasaran Papua Tengah Sehat, pemerintah menargetkan usia harapan hidup 69,9 tahun, eliminasi malaria mencapai 75% dan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan mencapai 99,5%.

“Di sektor infrastruktur, target kami adalah rasio elektrifikasi rumah tangga 49%, Rumah Tangga dengan Akses Hunian Layak, Terjangkau dan Berkelanjutan 32% dan persentase jalan mantap 45%,” sebut Wagub Deinas.

Untuk mencapai sasaran tersebut, kata Wagub Deinas, pemerintah mempunyai strategi dan arah kebijakan. Salah satunya, sasaran Papua Tengah Sehat dan Cerdas, fokus strategi ini adalah pada penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penanganan TBC, Malaria dan HIV, peningkatan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan provinsi, peningkatan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas, dan peningkatan harapan lama sekolah.

Menurut Wagub Deinas, dengan merujuk pada sasaran, strategi, dan arah kebijakan yang telah ditetapkan, pelaksanaan program-program akan diintegrasikan bersama perangkat daerah yang relevan. Sebagai contoh, sektor kesehatan dan pendidikan akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dinas-dinas terkait lainnya. Di samping itu, paradigma baru percepatan pembangunan akan diterapkan, seperti penganggaran yang efisien, berorientasi pada budaya lokal, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Papua Tengah adalah rumah kita bersama, dan tugas kita adalah membangunnya dengan hati, integritas, dan semangat melayani. Mari kita perkuat kolaborasi antar pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan Papua Tengah yang bermartabat dan berdaya saing,” ajaknya. (Gusty Masan Raya/Abeth You)

Facebook Comments Box