
Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE,MM didampingi Plt. Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, S.Sos dan Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, S.IP menyerahkan beras secara simboli kepada masyarakatan di Gudang Beras Dinas Ketahanan Pangan di Ilaga, Kamis, 14 Agustus 2025.
ILAGA (PB.COM)—Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE,MM menegaskan pada tahun 2026 pihaknya akan membangun Gudang Beras di Ilaga untuk menampung beras di Kabupaten Puncak. Sebab kondisi gudang beras yang dimiliki oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak saat ini, kapasitasnya sudah tidak memadai alias kecil.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Elvis Tabuni saat Launching Penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat Kabupaten Puncak alokasi bulan Juni dan Juli Tahun 2025 di Gudang Beras Dinas Ketahanan Pangan, Kota Ilaga, Kamis, 14 Agustus 2025.

“Beras ini menyangkut perut dari masyarakat Puncak. Jika gudang tidak memadai, maka beras ini akan rusak. Tidak mungkin kita kasih makan masyarakat dengan beras yang sudah rusak, sehingga saya tegaskan tahun depan akan kita bangun gudang beras yang lebih memadai dan besar untuk menampung stok pangan dari Bulog,” tegas Bupati Elvis didampingi Plt. Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, S.Sos dan Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, S.IP.
Menurut Elvis, keputusan untuk membangun gudang beras adalah langkah penting untuk mempermudah distribusi bahan pokok, menjaga kestabilan harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah Kabupaten Puncak.

Pada kesempatan itu, Bupati Elvis menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian sosial RI, yang telah menugaskan Perum Bulog sebagai pelaksana pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan PT. Jasa Prima Logistik Bulog sebagai Vendor Untuk Menyalurkan Bantuan Pangan ke titik lokasi agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menerima bantuan ini.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Pusat dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu meringankan beban masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang memang sangat membutuhkan dukungan pangan,” katanya.

Politisi Gerindra ini juga menegaskan, dengan bantuan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya yang paling membutuhkan benar-benar merasakan hadirnya negara dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Puncak.
“Harapan saya, bantuan ini dapat membantu mengurangi beban kebutuhan masyaraka. Apalagi beras yang harga belinya sangat mahal di Kabupaten Puncak dan terus mengalami kenaikan harga,” bilang Elvis.
Jangan Berhenti Berkebun
Kendati menerima bantun beras setiap tahun, namun Bupati Puncak Elvis Tabuni mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berkebun dan beternak. Sebab makanan lokal Papua tetaplah pilihan pangan yang paling sehat dan murah.

“Jangan berhenti untuk bercocok tanam atau berkebun. Karena budaya orang gunung adalah berkebun. Dengan berkebun maka makanan asli akan berlimpah baik ubi, petatas, sayur dan buah. Makanan ini tidak perlu kita datangkan menggunakan pesawat karena ada di sekitar kita. Kalau beras itu mahal, sehingga jangan berhenti berkebun,” ajak Bupati.
Sementra itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Otto Alom, menjelaskan sampai dengan 13 Agustus 2025, perum bulog melalui PT. Jasa Prima Logistik Bulog sudah menyalurkan bantuan beras di masing-masing Drop Point.

Ia merincikan, Drop Point Distrik Ilaga total 227 ton 160 kg, realisasi 57 ton 60 kg, sisa 170 ton 100 kg. Drop Point Distrik Sinak total 225 ton 940 kg, realisasi 70 ton 120 kg, sisa 155 ton 820 kg. Lalu Drop Point Distrik Agandugume total 44 ton 680 kg, realisasi 4 ton 800 kg, sisa 39 ton 880 kg. Drop Point Distrik Beoga total 104 ton 880 kg, realisasi 10 ton 80 kg, sisa 94 ton 800 kg. Drop Point Distrik Dovo total 11 ton 380 kg, realisasi 7 ton 80 kg, sisa 4 ton 300 kg. Terakhir Drop Point Distrik Dervos total 12 ton 680 kg, realisasi 5 ton 150 kg, sisa 7 ton 530 kg.
“Sampai dengan saat ini PT. JPLB sudah menyalurkan bantuan pangan kepada Kabupaten Puncak sebanyak 154 ton 290 kg dan sisa penyaluran 472 ton 430 kg,” kata Otto.

Menurutnya, perpanjangan waktu penyaluran bantuan pangan bulan Juni dan Juli 2025 diperpanjang sampai dengan tanggal 31 agustus 2025. Oleh karena, pada kesempatan itu, Otto meminta Bupati Elvis Tabuni bisa mengeluarkan surat kepada seluruh maskapai penerbangan agar dapat membantu flightt bantuan pangan ini agar selesai tepat waktu. (Diskominfo Puncak/GMR)



































