
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Paniai, Sabtu (4/10/2025) di Lapangan Karel Gobai, Enarotali.
ENAROTALI (PB.COM) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Paniai, Sabtu (4/10/2025) di Lapangan Karel Gobai, Enarotali.
Dalam sambutannya, Wagub Deinas Geley menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang telah menjaga masyarakat Paniai. HUT ini, kata dia, bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang refleksi untuk menghargai jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan.
“Masyarakat Paniai dikenal kaya budaya, tradisi, dan persaudaraan. Semboyan Awetako Ena Agapida (Kita semua adalah satu bersaudara dalam kasih) harus menjadi pedoman untuk menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan dalam pembangunan,” ujarnya.

Ibadah syukur Perayaan HUT dengan tema, “Bersatu Membangun Paniai, Maju Bangkit di Dalam Tuhan” ini digelar sebagai wujud iman masyarakat Paniai, serta pameran pembangunan yang menampilkan karya kreatif, inovasi, dan capaian lintas sektor.
Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata potensi besar Paniai yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. Kabupaten Paniai memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Apabila dikelola dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kearifan lokal, Paniai tidak hanya akan berkembang secara mandiri, tetapi juga menjadi penggerak utama kemajuan Papua Tengah.
“Pemerintah provinsi berkomitmen penuh mendukung Paniai, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian adat dan budaya,” ujarnya.

Ia mengibaratkan usia ke-29 Kabupaten Paniai sebagai usia yang penuh energi, muda, dan bersemangat, tetapi juga matang untuk menatap tantangan ke depan. Momentum HUT ini, menurutnya, harus menjadi penguat persatuan dan pemicu semangat kolektif dalam mewujudkan Paniai yang maju, sejahtera, dan bermartabat di masa mendatang.
Rangkaian perayaan HUT dimulai dengan tradisi bakar batu sebagai simbol kebersamaan, dilanjutkan dengan pameran pembangunan, serta hiburan dari artis asal Papua Nugini, Gedix Atege, dan penampilan kesenian daerah. Momentum ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM, khususnya mama-mama Papua Paniai yang turut memasarkan produk lokal. (Gusty Masan Raya/Abeth You)



































