
Sekretaris DP2KP Papua Tengah Carlos Matuan didampingi pemateri Kepala Bidang Pembinaan, Penilaian Kerja dan Kesejahteraan ASN pada BKPSDM Papua Tengah Andrian Edowai dan sejumlah peserta foto bersama saat pembukaan Bimtek e-Kinerja, Selasa, 25 Februari 2025.
NABIRE (PB.COM)—Dalam rangka meningkatkan kemampuan para pegawai dalam mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Bimbingan Teknis tentang penggunaan Aplikasi e-Kinerja dan Tatacara Pengusulan Kenaikan Pangkat.
Bimtek ini digelar selama dua hari, Selasa-Rabu, 25-26 November 2025 di Hotel Carmel Kalibobo, Nabire dibuka oleh Sekretaris DP2KP Papua Tengah Carlos Matuan, S.St.Pi.MM diikuti oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, dan pelaksana.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, dua pemateri dari Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah yakni Kepala Bidang Pembinaan, Penilaian Kerja dan Kesejahteraan ASN Andrian Edowai, S.Kom,M.M, dan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Nelius Dogomo, S.Sos.

Sekretaris DP2KP Papua Tengah Carlos Matuan, S.St.Pi.MM dengan peserta foto bersama bersama pemateri Kepala Bidang Mutasi dan Promosi pada BKPSDM Papua Tengah Nelius Dogomo, Rabu, 26 November 2025.
Sekretaris DP2KP Papua Tengah Carlos Matuan, S.St.Pi.MM mengatakan, kegiatan Bimtek ini bertujuan memastikan seluruh ASN DP2KP memahami dan mampu menyusun SKP sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Selain itu, Bimtek ini juga untuk memastikan agar ke depan, data kinerja ASN terinput dengan benar dan akurat ke dalam aplikasi e-Kinerja BKN, menyelaraskan rencana hasil kerja (RHK) bawahan dengan RHK atasan langsung (pohon kinerja/cascading), dan menyediakan data kinerja yang objektif sebagai dasar penilaian dan evaluasi kinerja pegawai secara berkala

“Kami berharap dari kegiatan ini ialah tersusunnya dokumen SKP tahunan yang telah disetujui oleh pejabat penilai, seluruh Rencana Hasil Kerja (RHK) dan indikator kinerja baik kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya terisi lengkap dalam sistem e-KIN, dan adanya bukti dukung dan realisasi kinerja yang terekam dengan baik dalam aplikasi,” kata Carlos dalam siaran yang diterima papuabangkit.com.
Menurut Carlos, di momen Bimtek ini, para peserta menerima sosialisasi Peraturan MenPAN-RB terkait pengelolaan kinerja ASN dan hal teknis aplikasi e-KIN mulai dari pelatihan langkah demi langkah pengisian SKP di e-Kinerja, mulai dari login, membuat periode SKP, mengisi RHK, indikator kinerja, hingga mengajukan persetujuan.

“Di hari kedua kami mengikuti Sosialisasi Disiplin Kepegawaian, Kenaikan Pangkat Pegawai, Penyematan Gelar Akademik, dan Pindah Ruang Jabatan Fungsional. Kami berterima kasih kepada pemateri dari BKPSDM yang sudah membagi ilmu bagi kami di DP2KP,” ucap Carlos.
Kepala Bidang Pembinaan, Penilaian Kerja dan Kesejahteraan ASN pada BKPSDM Papua Tengah Andrian Edowai mengatakan, setiap ASN wajib menyusun SKP sebagai rencana kerja tahunan dan menginputnya ke dalam aplikasi e-Kinerja. Hal ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan kerja secara objektif dan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan karier, kenaikan pangkat, tunjangan, dan promosi.
“Fungsi SKP e-Kinerja digunakan untuk menyusun rencana kerja, melaporkan aktivitas harian, capaian target, serta perilaku kerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing ASN. Kami apresiasi DP2KP Papua Tengah yang sudah berinisiatif meningkatankan kemmapuan para pegawainya dalam pengisian SKP melalui Bimtek ini,” ujar Andrian.
Sementara itu, Kepala Bidang Mutasi dan Promosi pada BKPSDM Papua Tengah Nelius Dogomo menegaskan, salah satu persyaratan dalam pengurusan kenaikan pangkat bagi setiap ASN ialah melampirkan dokumen Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) minimal selama dua tahun terakhir, baik itu kenaikan pangkat reguler, pilihan struktural, Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), maupun dalam proses penyesuain ijazah dan pencantuman gelar akademik.

Kepala Bidang Mutasi dan Promosi pada BKPSDM Papua Tengah Nelius Dogomo saat memberikan materi pada Rabu, 26 November 2025.
“Nah ini yang seringkali diabaikan. Saat mau urus kenaikan pangkat, banyak pegawai masih belum urus SKP. Semoga dengan kegiatan ini, akan banyak dinas lain di Papua Tengah juga mengagendakannya supaya semua ASN makin mahir, mandiri dan disiplin dalam mengisi SKP-nya,” kata Nelius.
Oleh karena itu, kata Nelius, pentingnya dilakukan peremajaan data sebelum pengusulan kenaikan pangkat. “Kemungkinan mulai tahun depan kenaikan pangkat akan secara otomatis atau KPO, maka PPK terbitkan SK bagi yang sudah memenuhi kenaikan pangkat nanti,” tegasnya. (Gusty Masan Raya)







































