Angggota MPR RI Arif Riyanto Uopdana saat memaparkan materi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Salatiga, Rabu, 17 Desember 2025.

SALATIGA (PB.COM)Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, ST mengajak ratusan mahasiswa-mahasiswi asal Papua untuk menjaga persatuan mencintai lingkungan hidup.

Pesan itu disampaikan Arif Uopdana saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada ratusan mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang tergabung dalam organisasi Komunitas Mahasiswa & Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO) di Kota Salatiga, Rabu, 17 Desember 2025. Ratusan mahasiswa ini sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus di Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Salatiga.

“Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan 4 pilar kebangsaan yang menopang kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Saat ini, kita menghadapi satu tantangan yaitu bagaimana menjaga persatuan sekaligus melestarikan lingkungan hidup. Kekayaan alam Indonesia, kekayaan alam Papua, merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai ciptaan Tuhan, alam haruslah dijaga. Tata kelola sumber daya alam yang tidak baik menimbulkan kerusakan dan mendatangkan bencana yang merugikan kita sendiri,” kata Arif.

Menurut Arif yang juga Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini, kebhinnekaan masyarakat Indonesia juga merupakan kekayaan bangsa. Setiap suku memiliki cara sendiri, budaya sendiri, adat sendiri yang unik dan disesuaikan dengan alam di mana dia hidup. Ini merupakan kekayaan bangsa yang harus disyukuri.

“Masyarakat tradisional kita termasuk di Papua, sangat menghormati lingkungan alam. Tidak ada masyarakat tradisional yang mengeksploitasi alam dengan berlebihan. Karena itu pelestarian alam juga merupakan penghormatan kepada kebhinekaan dan kearifan lokal setiap daerah,” tutur Arif.

Sebagai aksi nyata, Arif mengajak mahasiswa melakukan langkah-langkah kecil dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hemat air dan listrik, mengikuti program daur ulang sampah, memilah sampah, dan sebagai mahasiswa tetap aktif menyuarakan pelestarian alam Indonesia.

”Mencintai lingkungan hidup bukan saja untuk menjaga alam, tetapi mencintai lingkungan hidup merupakan langkah nyata untuk menjaga masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Di sela-sela sosialiasi, politisi muda PDI Perjuangan ini juga menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan upayanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Pegunungan Bintang. Satu hal yang disoroti yakni tingkat elektrifikasi di Papua Pegunungan masih sangat rendah yaitu di bawah 20%.

“Itu artinya, hanya 20% penduduk yang bisa mengakses penerangan listrik. Di Pegunungan Bintang sendiri, listrik hanya menyala di jam-jam tertentu. Kita terus mendorong dan bersama-sama Pemerintah Daerah untuk mencari terobosan-terobosan agar rakyat Papua Pegunungan semakin banyak yang dapat menikmati listrik,” kata Arif.

Kehadiran Arif Uopdana di tengah-tengah ratusan mahasiswa-mahasiswi Komapo menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang berada jauh dari orang-tua dan keluarga. Di momen itu, Arif yang juga alumni Komapo memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan Natal Bersama yang digelar Komapo.

”Saya berharap kepada mahasiswa-mahasiswi dalam organisasi Komapo ini agar setelah selesai menempuh pendidikan, memiliki modal pengetahuan yang dapat dipergunakan untuk membangun kampung halaman dan bangsa,” tegasnya. (Gusty Masan Raya/Rilis)

Facebook Comments Box