Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Daerah Pemilihan Provinsi Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, ST saat menyampaikan materi pada seminar di Kabupaten Semarang, Kamis, 18 Desember 2025.

SALATIGA (PB.COM)—Tanah Papua sejak dulu dikenal sebagai wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam. Papua mengandung potensi tambang mineral, minyak dan gas (migas) serta memiliki hutan tropis yang dihuni beragam jenis hayati. Karena itu, peran Papua sangat penting dan strategis dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun menurut Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, ST, pembangunan di Papua masih sangat tertinggal di tengah kekayaan alamnya. Infrastruktur yang ada sangat minim, jalur transportasi masih sulit, fasilitas pendidikan dan kesehatan sangat terbatas, bahkan tingkat elektrifikasi di Papua masih di angka 20 persen.

“Jika dilihat dari citra satelit, di antara gugusan pulau yang membentuk negara kita, di Papua kelihatan tidak banyak cahaya. Keadaan demikian jika dibiarkan terus menerus akan menimbulkan rasa ketidakadilan yang makin dalam bagi Papua,” kata Arif saat tampil sebagai pemateri pada Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan seminar yang digelar organisasi Komunitas Mahasiswa & Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO) di Votel De Bandungan Kabupaten Semarang, Kamis, 18 Desember 2025.

“Kekayaan alam yang besar tetapi pembangunan dirasa masih jauh ketinggalan. Papua tidak boleh dibiarkan tertinggal dan rakyatnya tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pembangunan bangsa kita,” tambah Arif yang adalah Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Dalam seminar bertajuk Membangun Pegunungan Bintang: SDM Berkualitas Untuk Pengolahan Sumber Daya Berkelanjutan itu, Arif Uopdana mengajak mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang studi di luar Papua untuk sama-sama memikirkan pengelolaan sumber daya alam yang ada di Papua, khususnya Pegunungan Bintang harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mewariskan kearifan lokal sejak nenek moyang.

“Kita harus menyiapkan diri dengan bekal pengetahuan dan penguasaan teknologi, ilmu manajemen, dan bidang-bidang lain tetapi juga merawat kearifan lokal tentang leluhur kita merawat alam. Supaya kita dapat berkontribusi, dapat terlibat aktif, dapat memberikan pemikiran dan dengan demikian, sumber daya alam kita dapat diolah, dikelola dengan bijak, dan yang paling penting dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Pegunungan Bintang,” kata Arif.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menegaskan, Negara Kesatuan akan tetap teguh berdiri jika kita semua berperan aktif dalam pembangunan dan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi Papua tersebut, Arif menampung berbagai ide dan pemikiran para peserta, lalu merangkum dan merumuskannya sebagai acuan bersama dalam upaya mendorong pembangunan di Tanah Papua sebagai rumah yang nyaman bagi rakyat.

Arif Riyanto Uopdana merupakan anggota DPR RI yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang dan juga alumni dari KOMAPO. Sejak duduk sebagai legislator di Senayan, ia proaktif memberi perhatian kepada para mahasiswa-mahasiswi Papua yang menimba ilmu di luar Papua.

“Kita akan mampu membawa perubahan, membangun Papua hanya dengan bekal ilmu. Adik-adik harus memanfaatkan kesempatan, belajar dengan serius, peka terhadap isu-isu aktual dan mampu berpikir kritis, dan nanti kembali ke Papua dengan semangat yang dilengkapi ilmu, dilengkapi pengalaman, dilengkapi dengan ketrampilan. Tetap jaga kekompakan dan saling bergandeng tangan,” pesan Arif.

Setelah selesai Sosialisasi 4 Pilar dan seminar, Arif Riyanto Uopdana menghadiri perayaan Natal yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Komapo. Ia tampak menikmati suasana Natal bersama anak-anak yang sedang jauh dari keluarganya dan menikmati santapan khas dari hasil acara tradisional bakar batu ala Papua. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box