Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Klasis Port Numbay mengawali minggu pertama tahun 2026 dengan beribadah dan perjamuan kudus, Minggu (4/1/2026) yang dipimpin Gembala Jemaat, Pdt. Reinhard Ohee.

JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Klasis Port Numbay mengawali minggu pertama tahun 2026 dengan beribadah dan perjamuan kudus, Minggu (4/1/2026) yang dipimpin Gembala Jemaat, Pdt. Reinhard Ohee, dengan tema kotbah, ”Mengalami Kuasa Roh Kudus Dalam Firman, Doa dan Puasa (Roma 8:5-8, Galatia 5:19-23)” sesuai tema pelayanan tahun 2025 Jemaat Eden.

Ibadah yang diawali dengan puji-pujian yang dilayani oleh kaum bintang ini, dipimpin oleh worship leader (WL) Yarius Balingga, SE.

Dalam kotbah tentang Firman, Doa dan Puasa ini, Pdt Reinhard menjelaskan secara detail dengan mengambil cerita peristiwa-peristiwa dalam Alkitab bagaimana nabi-nabi dan tokoh-tokoh Alkitab menjalankan doa dan puasa untuk mendapatkan pertolongan Tuhan.

Jenis-jenis puasa, jelas Pdt. Reinhad, ada puasa 40 hari tanpa makan, puasa 10 hari makan di waktu malam, puasa makan air tidak, puasa makan daging, puasa Daniel, puasa Ester, puasa Musa, puasa Ezra, puasa Nehemia.

Menurutnya, tujuan puasa adalah untuk mengalami kuasa roh kudus dan firman dalam pelayanan. Yesus sendiri katanya, berpuasa 40 hari 40 malam (Matius 4:1-2). Yesus memulai pelayanan-Nya di bumi, Yesus menyatakan kepada manusia bahwa hidup  bukkan hanya dari makanan tetapi dari Firman yang keluar dari mulut Allah. Hal ini Yesus katakan sekaligus membantah perkataan iblis yang mencobai Yesus saat Ia berpuasa.

“Dalam berpuasa, kita memperoleh pertolongan Tuhan. Daud, Yosafat dan Ezra, dari ketiga pemimpin ini kita dapat belajar bahwa dengan berpuasa dan berdoa kita dapat mengalami pertolongan Tuhan,” kata Pdt. Reinhard.

Pentingnya berpuasa adalah memohon pertolongan dalam pelayanan. Pdt. Reinhard mengambil contoh dari nabi Zakaria bahwa puasa yang sungguh-sungguh dapat melihat perubahan.

Kemudian ada puasa Ester. Di dalam kitab Ester menceritakan Mordekai meminta bantuan ratu Ester. Mordekai berkata kepada sida-sida yang diutus ratu Ester untuk Mordekai tidak berkabung. Ester lalu menyuruh Haman memberitahukan kepada Mordekai apa artinya perkabungan ini. Di sini, Allah memakai ratu Ester untuk menyelamatkan orang Yahudi dari rencana jahat Haman.

“Mordekai tetap berpuasa di depan pintu gerbang sambil mengharapkan sambil mengharapkan tindakan ratu Ester untuk menolong orang Yahudi,” ucapnya.

Ratu Ester pada saat itu, tahu tentang peraturan jika raja belum mengundang ratu, namun ratu ingin bertamu maka konsekwensinya adalah hukuman mati.

Ratu Ester teguh hati, siap mati menghadap raja Ahasyweros. Haman telah membuat tiang gantungan untuk Mordekai. Oleh kuasa Tuhan, Mordekai dihormati, sementara Haman, ia merasa bahwa dia yang paling dihormati.

“Ratu Ester mengundang raja Ahasyweros ke perjamuan makan hari pertama dan kedua. Raja Ahasyweros berkata kepada ratu Ester, katakan apapun permintaanmu akan kukabulkan, setengah dari kerajaan akan kuberikan kepadamu. Haman diadukan oleh Ester dan Haman dihukum mati,” jelas Pdt. Reinhard. Jadi tiang gantungan yang dibuat oleh Haman, dia sendiri yang digantung di tiang gantungan itu.

Dari peristiwa Mordekai dan Ratu Ester, menurut Pdt. Reinhard, kita dapat menerapkan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh demi menyelamatkan suku bangsa kita dari ancaman minuman keras, HIV/AIDS, pergaulan bebas, Narkoba, ganja, aibon, pembunuhan misterius, pencurian dan lainnya.

“Dari peristiwa Mordekai dan Ratu Ester kita dapat menerapkan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh demi menyelamatkan kehidupan keluarga kita dari ancaman dunia globalisasi, modernisasi dan penyembahan AI,” lanjutnya.

Yesus,katanya kemudian, dengan berpuasa 40 hari 40 malam sehingga dapat melewati semua penderitaan. “Puasa dari Yesus Kristus, Mordekai dan Ester kita meyakini bahwa orang-orang Papua hanya dapat ditolong oleh Tuhan. Karena itu semua orang harus bersatu, mencari hadirat dan kuasa Tuhan dalam doa,“ harapnya.

Injil telah datang membebaskan kita dari penyembahan berhala, karena itu GIDI jemaat Eden, pinta Pdt. Reinhard jangan bermain-main dengan dosa, tetapi bertobat dan tekun dalam doa dan puasa untuk menyelamatkan hidup saat ini dari ancaman perkembangan dunia.

“GIDI Jemaat Eden dengan visi pemimpin memuridkan, pemimpin berkarakter Kristus. Dengan tema tahun 2025, mengalami kuasa roh kudus dalam Firman, Doa dan Puasa, anggota GIDI Jemaat Eden harus bangkit mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang siap dimuridkan, menjadi pemimpin yang berkarakter Kristus bagi Tanah Papua dan dunia,” sambungnya.

Evaluasi Jemaat 2025 dan Program Kerja 2025

Usai ibadah dan pelayanan perjamuan kudus, Sekretaris II Jemaat Eden, Aten Wenda melaporkan hasil evaluasi jemaat tahun 2025 yang digelar pada tanggal 29 Desember lalu. Ia mengatakan, pelayanan selama setahun berjalan dengan baik. Tema Pelayanan tahun 2026 adalah, “Berakar, Berbuah Dalam Pengawasan Roh Kudus”.

Jemaat juga membahas program kerja tahun 2026. Di bidang kaum bintang (kaum bapak) ibadah setiap Minggu sore, memulai kembali 1 jam berdoa, baca firman dan kunjungan ibadah. Bidang kaum wanita, ibadah tiap minggu sekali di hari Kamis sore, ada kunjungan ibadah dan lain-lain.

Bidang pemuda, ibadah kaum muda tiap minggu sekali di hari Rabu sore dan ibadah kunjungan dan olahraga bersama.  Bidang anak dan remaja, ibadah Minggu pagi, latihan lagu, kunjungan ibadah ke panti asuhan, Rabu gembira, Awana, dll.

Ada program baptisan, pernikahan, penyerahan anak, penginjilan (PI). Penginjilan luar Papua, penginjilan di Papua, penginjilan di jemaat, penginjilan di luar negeri.

Kemudian ada penambahan program yaitu doa dan puasa dua bulan sekali, pengadaan bus, pengadaan genset, pengembangan ekonomi jemaat, pembuatan portal, pemasangan CCTV, membuka PAUD dan TK.

Penambahan bidang yaitu bidang penginjilan, bidang diakonia, bidang perawatan dan pengelola asset gereja, bidang pengembangan SDM jemaat, bidang kesekretariatan jemaat, bidang multimedia.

Menurut Ketua Diaken Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE, penambahan program jemat ini tujuannya untuk memperluas pelayanan. Jadi pelayanan tidak hanya di dalam jemaat saja, tetapi pelayanan hingga keluar Papua, bahkan ke luar negeri.

“Intiya dalam tahun ini kami prioritas bidang penginjilan (PI) termasuk doa dan puasa.  Karena akhir jaman ini kunci utama menghadapi tantangan adalah doa, puasa dan penginjilan. Itu adalah jantung Tuhan,” jelas Yarius.

Mengapa jemaat Eden memprioritaskan penginjilan ini, menurut Yarius karena nama Eden ada sebagai pemberitan Tuhan dan Eden adalah permulaan manusia memulai sesuatu. “Tahun ini kami juga memusatkan doa dan puasa,” tambahnya.

Untuk membangun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), lanjutnya, lokasi di gereja Eden cukup luas sehingga jika Tuhan ijinkan buka PAUD dan TK, maka generasi ke depan ini bisa punya ilmu yang dipersiapkan sejak dini untuk takut Tuhan dan dibina oleh gereja. “Kita buka untuk umum dan siapa saja bisa daftar. Tahun ini akan membangun dan menyiapkan fasilitasnya, baru di tahun berikut akan mulai sekolah,” ujarnya. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box