
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si
NABIRE (PB.COM) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Galey, mengatakan, peran wartawan sangat vital dalam menerangi daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau informasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung-kampung terpencil.
Wagub Deinas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers dan wartawan yang bertugas di wilayah Provinsi Papua Tengah dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Senin (9/2/2026).
“Kalau di suatu daerah tidak ada wartawan, maka daerah itu gelap seperti malam hari. Wartawan itu ibarat lampu penerang. Dari berita-berita yang ditulis wartawan, kita baru tahu apa yang terjadi di kampung, distrik, dan daerah-daerah terpencil,” ujar Deinas Galey.
Kata dia, selama ini wartawan kerap bekerja dalam keterbatasan, namun tetap menjalankan tugas jurnalistik dengan penuh dedikasi. Wartawan tidak mengenal lelah, lapar, maupun waktu, karena siang dan malam terus bekerja menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Wartawan ini pahlawan. Dengan satu pena, mereka bisa mengukir banyak berita dan membuka mata kita semua tentang kondisi daerah,” lanjutnya.
Ia mengajak seluruh insan pers di Papua Tengah untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Wartawan harus jadi satu, harus kompak. Jangan terpecah-pecah, jangan saling bermusuhan. Dengan pers yang kuat dan bersatu, daerah ini bisa dibangun bersama,” tegasnya.
Menurut Deinas, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa pekerjaan yang menjanjikan hanya menjadi pegawai negeri sipil.
Padahal, kata dia, wartawan justru berdiri di garis depan, bekerja dalam sunyi dan risiko, untuk memastikan publik tetap mendapatkan informasi yang benar dan utuh.
Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Wagub Deinas menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh wartawan dan jurnalis yang selama ini berkontribusi membangun dan membesarkan Provinsi Papua Tengah melalui karya-karya jurnalistik.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghormati, menghargai, dan siap bekerja sama dengan insan pers demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” tambahnya.
Peran Sentral Literasi Digital
Di kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom, mengatakan, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar demokrasi yang menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan publik.
“Pers adalah jantung demokrasi. Tanpa pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas, demokrasi akan kehilangan arah. Insan pers memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik yang sehat, kritis, dan beradab,” ujar Yermias Degei.
Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, pers juga memegang peran sentral dalam mendorong penguatan empat pilar literasi digital, yaitu: Kecakapan Digital (Digital Skill), Budaya Digital (Digital Culture), Etika Digital (Digital Ethics) dan Keamanan Digital (Digital Safety).
Pers, menurutnya, menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengakses, memahami, memproduksi, dan menyebarkan informasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, pers membantu masyarakat Nabire dan Papua pada umumnya untuk tidak terjebak pada hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi. Pers juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan inklusif,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan media dan insan pers, serta mendorong pengembangan literasi digital sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. (Gusty Masan Raya/Rilis)






























