Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli didampingi Ketua DPRD Son Bahabol berbincang bersama sejumlah tokoh gereja dan Masyarakat disela Konferensi GIDI Wilayah Yahukimo Klasis Woso ke-XX yang juga dirangkaikan dengan peresmian Kantor GIDI Klasis Woso.

SOBA, YAHUKIMO (PB.COM) – Semangat iman, persatuan, dan pembangunan berbasis gereja berpadu dalam Ibadah Syukuran dan Pembukaan Konferensi GIDI Wilayah Yahukimo Klasis Woso ke-XX Tahun 2026 yang berlangsung di Distrik Soba, Rabu (18/03/2026). Kegiatan yang akan berlangsung hingga 22 Maret ini juga dirangkaikan dengan peresmian Kantor GIDI Klasis Woso oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Hadir dalam momentum penting tersebut antara lain, Ketua PKK Yahukimo, Ketua DPRD Yahukimo, Son Bahabol, para pimpinan gereja, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menandai kuatnya sinergi antara gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat Yahukimo.

Dalam sambutannya, Bupati Didimus Yahuli menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari fondasi peradaban masyarakat. Ia mengaku sangat bangga atas keberhasilan jemaat Klasis Woso yang mampu membangun kantor klasis dua lantai hanya dalam waktu kurang lebih dua tahun.

“Ini bukan hanya bangunan, tetapi wujud iman, kerja keras, dan kebersamaan. Saya sangat bersukacita melihat orang tua kami di Klasis Woso mampu menyelesaikan pembangunan ini dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menempatkan pembangunan kantor klasis tersebut sebagai “persembahan terbaik” pemerintah daerah di masa kepemimpinannya, sekaligus simbol kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Bupati Didimus mengingatkan kembali sejarah masuknya Injil di wilayah tersebut. Ia menyebut bahwa penyebaran Injil bermula dari Ninia, sebelum kemudian diberitakan hingga ke Soba oleh para pendahulu.

Narasi sejarah ini menjadi penting dalam memperkuat identitas iman jemaat Klasis Woso, sekaligus mengingatkan generasi saat ini akan akar spiritual yang menjadi dasar kehidupan sosial mereka.

Komitmen Lanjutan: Pendidikan dan Penataan Wilayah

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rencana pembangunan sekolah yang akan ditempatkan berseberangan dengan kantor klasis, sebagai bagian dari penataan kawasan yang lebih terintegrasi antara pelayanan rohani dan pendidikan.

Langkah ini mempertegas arah pembangunan Yahukimo yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai iman.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dengan dukungan anggaran yang sama, sejumlah klasis lain di Yahukimo juga tengah menyelesaikan pembangunan kantor mereka. Namun, Klasis Woso dinilai sebagai yang paling cepat dan berhasil, sehingga layak mendapat apresiasi sebagai yang terbaik dalam penyelesaian pekerjaan.

Di Tengah Tantangan Keamanan, Iman Tetap Teguh

Bupati Didimus tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan, termasuk persoalan keamanan yang kerap menjadi perhatian masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa dalam setiap situasi, penyertaan Tuhan tetap dirasakan dalam perjalanan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

“Mungkin masyarakat sering mendengar berbagai gangguan keamanan, tetapi Tuhan selalu menjaga kami dalam pelayanan hingga hari ini,” ungkapnya.

Pernyataan ini menjadi refleksi bahwa di tengah dinamika sosial yang kompleks, iman tetap menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi masyarakat Yahukimo.

Tema: Kedewasaan Iman dan Kesetiaan Pelayanan

Konferensi Klasis Woso ke-XX ini mengusung tema “Allah menyoroti sepanjang masa” yang diambil dari 1 Raja-raja 9:3, dengan subtema “Umat Tuhan Klasis Woso telah dewasa dan setia melakukan pelayanan-Nya.”

Tema ini mencerminkan harapan agar jemaat tidak hanya bertumbuh secara jumlah, tetapi juga semakin dewasa dalam iman dan konsisten dalam pelayanan. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang evaluasi, refleksi, sekaligus perumusan langkah strategis pelayanan gereja ke depan.

Lebih dari sekadar agenda rutin, konferensi ini menjadi momentum konsolidasi spiritual dan sosial bagi jemaat GIDI di wilayah Yahukimo. Kehadiran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda juga memperlihatkan bahwa gereja memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni, stabilitas, dan pembangunan daerah. (ADM)

 

Facebook Comments Box