
Para peserta Bimbel yang dilepas secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) dr. Silwanus Soemoel, Sp.OG(K),MH.Kes, Sabtu, 20 Juni 2026 di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah.
NABIRE (PB.COM)—Sebanyak 250 putra-putri Asli Papua dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah dilepas secara resmi untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel) di Jayapura, Sabtu, 20 Juni 2025..
Bimbel yang difasilitasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ini digelar sebagai persiapan untuk mengikuti tes masuk ke sejumlah sekolah kedinasan.

Acara pelepasan para peserta Bimbel digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) dr. Silwanus Soemoele, Sp.OG(K),MH.Kes didampingi Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa, S.IP,MM dan sejumlah pejabat BKPSDM.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Tengah dan seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini,” kata Sekda Soemoele dalam saambutannya mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah dr. Silwanus Soemoele saat menyampaikan sambutan.
Menurut Soemoele, bimbingan belajar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah, khususnya bagi anak-anak Orang Asli Papua yang akan mengikuti seleksi sekolah kedinasan.
Oleh karena itu, ia berharap kesempatan Bimbel selama kurang lebih dua bulan harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Sebab para peserta ini diseleksi bukan hanya untuk belajar, tetapi terutama untuk menyiapkan diri menghadapi proses seleksi yang membutuhkan disiplin, kemampuan akademik, kesehatan fisik, dan mental yang kuat.

“Saya minta kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan Provinsi Papua Tengah. Ikuti seluruh proses pembelajaran dengan tertib, patuhi arahan pembimbing, jaga kesehatan, dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama kalian,” tuturnya.
Mantan Penjabat Sekda Pegunungan Bintang ini menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah yang mampu masuk ke sekolah kedinasan. Karena itu, program seperti ini harus menjadi langkah nyata untuk membuka akses pendidikan yang lebih baik dan menyiapkan aparatur masa depan yang memahami kebutuhan daerahnya sendiri.

“Kepada para pendamping dan pembina, saya berharap agar peserta dibimbing secara serius. Perhatikan perkembangan belajar, kedisiplinan, dan kesiapan mereka selama mengikuti bimbingan belajar. Keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.
Aneka Materi Bimbel
Sementara itu, Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa menjelaskan, sebanyak 250 peserta ini akan menjalani Bimbel selama dua bulan lamanya yang diselenggarakan oleh Papua Hope Language Institute (PHLI) dan Ruang Guru di Jayapura.

Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa saat menyampaikan sambutan.
“Peserta akan berangkat mulai dari Senin hingga Rabu untuk mengikuti kegiatan dari tanggal 25 Juni hingga 25 Agustus 2026. Jadi peserta akan dibagi dua, 125 akan Bimbel di PHLI sedang 125 di Ruang Guru. Sementara waktu ujian sekolah kedinasan masih menunggu dari Kementerian PAN RB,” kata Denci Nawipa.
Mantan Penjabat Bupati Paniai ini menambahkan, adapun sejumlah materi yang akan diterima para peserta selama Bimbel, di antaranya pemahaman bidang mata pelajaran, video belajar mandiri mencakup SKD, Psikotes dan Jasmani, tryout CAT SKD, rapor belajar, latihan fisik kedinasan, tes inteligensia umum, tes wawasan kebangsaan, tes karakteristik pribadi, tes psikotest kecermatan, dan tes psikotest kecerdasan.

“Kami berharap para peserta sungguh-sungguh disiplin belajar agar mempersiapkan diri mengikuti tes sekolah kedinasan. Tunjukkan bahwa putra-putri Asli Papua Tengah juga bisa lolos seleksi masuk sekolah kedinasan. Ini kesempatan yang bagus buat mereka di tahun ini,” ujar Denci Nawipa.
Adapun enam (6) sekolah kedinasan yang siap diikuti ujian seleksi oleh para peserta Bimbel asal Papua Tengah di tahun 2026 ini yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Sekolah Tinggi Metereologi dan Geofisika (STMKG), dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Dengan program ini, Pemprov Papua Tengah melalui BKPSDM membuka kesempatan kepada putra-putri asli Papua Tengah untuk menjalani studi di berbagai sekolah kedinasan, selain Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang selalu diburu ratusan peserta setiap tahun. (Gusty Masan Raya)











































