
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH
NABIRE (PB.COM) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp77,851 miliar untuk membiayai pendidikan gratis bagi 58.920 siswa jenjang SMP, SMA, SMK, SLB, termasuk kebutuhan asrama sekolah di seluruh wilayah Papua Tengah.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH, mengatakan, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk tidak bersekolah. Ia menegaskan, Program Sekolah Gratis menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama, Nabire, Rabu (24/6/2026), ia menyebut Papua Tengah menjadi daerah yang telah menjalankan program pendidikan gratis secara menyeluruh, dibanding lima provinsi lainnya di Tanah Papua.
Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui program sertifikasi guru. Ia merinci pada tahun 2025, sebanyak 801 guru telah difasilitasi untuk mengikuti sertifikasi agar memperoleh tunjangan profesi. Sementara pada 2026, pemerintah kembali menyiapkan program sertifikasi bagi 1.000 guru dan akan dilanjutkan dengan jumlah yang sama pada 2027.

“Dalam beberapa tahun ke depan akan ada sekitar 2.000 sampai 3.000 guru yang mendapatkan sertifikasi sehingga tidak lagi mengalami kesulitan ekonomi karena memperoleh penghasilan yang layak. Jadi siswa kita biayai, guru juga kita perhatikan,” jelas Gubernur Meki.
Ia berharap program sekolah gratis tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menilai keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kejujuran, integritas, serta kemampuan menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak masa depan.
“Anak-anak tidak harus menjadi yang paling pintar, tetapi harus jujur, memiliki integritas, dan mampu menjaga diri. Itu yang akan menolong mereka untuk maju di masa depan,” katanya.
Gubernur Meki juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah dengan menyerahkan bantuan satu unit laptop untuk mendukung kegiatan festival.
Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah diikuti pelajar dari delapan kabupaten di Papua Tengah dan menjadi ruang kreativitas generasi muda dalam menampilkan budaya masing-masing daerah. (GMR/Abeth)











































