
Ribuan Warga mengarak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST,MT dan Paskalis Imadawa, S.Pd dengan berjalan kaki usai tiba di Bandara Mopah, Merauke, Selasa, 4 Maret 2025.
MERAUKE (PB.COM)—Ribuan warga, Aparat Sipil Negara (ASN), partai koalisi, dan tim relawan menyambut kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST,MT dan Paskalis Imadawa, S.Pd di Bandar Udara Mopah, Merauke, Selasa, 4 Maret 2025.
Sejak pagi sekira pukul 07.50 WIT, mereka sudah berdatangan memenuhi Bandara Mopah. Pantuan media, barisan penari dari empat kabupaten yakni Mappi, Asmat, Boven Digoel, dan Kabupaten Merauke juga telah siap sejak pagi.
Mereka sudah berhias diri dengan busana khas daerahnya. Penari laki-laki memegang tifa, sedangkan perempuan mengenakan cawat yang bahan dasarnya dari kulit kayu dan pucuk sagu. Tarian suku Asmat dinamakan tarian emso, tarian ini diiringi dengan beragam lagu daerah Asmat. Selanjutnya, tarian dari suku Auyu disebut tarian penjemputan.
Suasana sekitar area depan VIP Bandara Mopah kian ramai. Terdengar bunyi tetabuan tifa dari masing-masing tim tari sambil menyanyi lagu daerah menyambut kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa yang mendarat pada Pkl. 09. WIT dengan pesawat Lion Air.
Setelah tiba, Gubernur Apolo dan Wagub Paskalis keluar dari ruang VIP Bandara Mopah diarak melewati jalan PGT Bandara, Jalan Raya Spadem, Jalan Raya Muli, Jalan Raya Banpel, Jalan Raya Mandala, lalu masuk ke Lapangan Mandala.
Saat berada di Lapangan Mandala, ribuan warga memadati lapangan tersebut. Lautan manusia, mulai dari anak-anak, para orang tua hingga orang dewasa tumpah ruah. Acara di Mandala memang sejak pagi telah diawali dengan hiburan lagu-lagu menunggu kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa.
Tiba di Lapangan Mandala, keduanya disambut meriah oleh ribuan warga beserta tari-tarian dari empat kabupaten yang ada di provinsi tersebut dan mengaraknya ke atas panggung. Momentum itu dimulai dengan serangkaian doa, mulai dari pembekatan dan dilanjutkan dengan doa berantai dari lima agama untuk kedua kepala daerah defenitif pertama Papua Selatan ini.
Ajak Bersatu Bangun Papua Selatan
Usai doa dari lima agama, Gubernur Apolo dan Wagub Paskaslis diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi ucapan terima kasih kepada masyarakat. Gubernur Apolo Safanpo dalam orasinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Papua Selatan yang telah memilih dan juga menyambut ia dan Wagub Paskaslis hari ini.
Menurutnya, sejarah mencatat bahwa sejak abad pertengahan, negeri tanah selatan Papua sudah dibangun secara tradisional oleh para leluhur, para orang tua, para pendahulu, para senior orang-orang asli Papua Selatan hingga hadirnya penjajah Belanda.

Gubernur Apolo Safanpo didampingi istri tercinta saat memberikan sambutannya di hadapan ribuan warganya di Merauke.
Pada 1902, lanjut dia, Kota Merauke mulai dibangun dengan hadirnya pos-pos pemerintah Belanda. Kemudian, pada 1969 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan provinsi otonomi Irian Barat dan kabupaten-kabupaten otonom di Provinsi Irian Barat dan terbentuklah Kabupaten Merauke.
“Oleh karena itu, semua wajib mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para leluhur, para pendahulu, para orangtua yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk membangun kesejahteraan baik secara fisik maupun non fisik untuk mensejahterakan masyarakat diwilayah Selatan Papua,” kata Gubernur Apolo Safanpo.
Selanjutnya, kata Apolo, pada 2022 melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan akhirnya lahir dan menjadi payung hukumnya.
“Wilayah kita telah ditetapkan menjadi provinsi yang baru. Pembangunan di negeri kita ibarat para penggarap kebun anggur, para pekerja di ladang yang mana pada masa sebelum kita hadir disini Tuhan telah mempercayakan kebun anggur ini kepada para leluhur kita, para orangtua kita sebelum kita ada disini,” tegas mantan Rektor Universitas Cenderawasih.
“Mereka telah bekerja, berkarya dan melayani untuk kesejahteraan masyarakat di Selatan Papua. Dimasa yang akan datang pada saat kita sudah tidak ada lagi, pekerjaan penggarapan dikebun anggur ini, pengabdian, pelayanan kepada orang-orang yang akan datang setelah kita tiada disini,” tambahnya.
Kini, kata Apolo, Tuhan telah mempercayakan kebun anggur ini kepada semua orang. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran ASN, Forkopimda, stakeholder, dan elemen masyarakat untuk memberikan sumbangan pikiran dan tenaga serta berkontribusi bersama untuk mengabdi, berkarya dan melayani masyarakat Papua Selatan.
Ia juga ia mengajak seluruh komponen masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan seluruh lapisan masyarakat bersatu, mensyukuri berkat dan karunia Tuhan di atas negeri Selatan Papua dengan mendukung kebijakan pemerintah demi kesejahteraan.
“Mari kita bangun negeri ini, kita hantar masyarakat kita mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang dicita-citakan oleh leluhur dan oleh pra orangtua kita,” tegas pria kelahiran Kabupaten Asmat, 24 April 1975 ini.
Sekedar diketahui, momentum akbar penyambutan gubernur dan wakil gubernur ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari empat kabupaten, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) baik provinsi maupun kabupaten, relawan, tim sukses, partai koalisi, seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) dan Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Papua Selatan. (Musa Abubar/GMR)












































