Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano saat menjemput kedatangan Yermias Bisai di Bandara Sentani.

JAYAPURA (PB.COM) – Calon Gubernur Papua Nomor urut t1, Benhur Tomi Mano (BTM) bersama rombongan, hadir di Bandara Sentani, Rabu (19/03/2025) guna menjemput kedatangan Yermias Bisai yang adalah mantan calon Wakil Gubernurnya saat menang Pilgub Papua 2024 lalu.

Ini sekaligus membuktikan, Meski Kemenangan mereka tertunda karena putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Yermias Bisai, hubungan kedua putra asli Tanah Tabi dan Saireri ini selalu penuh persaudaraan.

Keluar dari ruangan kedatangan penumpang bandara Sentani, Yermias Bisai yang sejak pagi juga telah ditunggu sejumlah pendukungnya, langsung Benhur Tomi Mano yang tampak gagah mengenakan kacamata hitam.

“Biarpun YB sudah diskualifikasi, BTM tetap harus Gubernur. BTM-YB-CK Pasti Menang.. Pasti Menang”.

Yel-yel para pendukung mengiringi pertemuan kedua tokoh Papua itu yang langsung berpelukan dengan penuh tawa.

Rombongan selanjutnya dengan diarak puluhan pendukungnya melakukan konvoi menuju kediaman Yermias Bisai di daerah Kotaraja, Abepura.

Dihadapan para pendukung yang berada di kediaman Yermias Bisai, Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano menyebut sebagai kakak dan anak adat Tabi sengaja datang langsung menjemput sang Adik Yermias Bisai yang adalah tokoh besar sekaligus Panglima Perang Saireri.

“Saya dan pak YB komitmen selalu bersama meraih kemenangan kami tertunda. Kami tetap menang meski suara Japsel kami relakan.

Hari ini selaku anak adat Tabi menyambut kedatangan saudaraku anak Saireri di tanah Tabi. Saya kakak dan bagian dari YB. Kami sebagai pemenang. Itu komitmen. Kami adalah Gubernur terpilih yang tertunda. Kami telah bersepakat akan tetap berjuang raih kemenangan. Beliau (pak YB-red), adalah petarung sejati yang tak pernah lengah. Marilah kita terus berjuang untuk meriah kemenangan. Bersama Tuhan Menang,” tegas Benhur Tomi Mano.

Senada Yermias Bisai yang mengaku tak menyangka akan dijemput langsung BTM dan pendukungnya.

“Sebagai adik saya rasa terhormat sekali dijemput pak Gubernur. Tuhan tahu kita semua yang hadir adalah keluarga besar BTM YB CK. Ini pertanda semangat dan kemenangan kita tetap ada. Sekalipun saya didiskualifikasi, BTM harus tetap Gubernur. Ini lah politik. Sebagai seorang aktivis politik harus siap mental. Saya tidak stres atau menyesal atas kejadian ini. Itulah politik. Banyak yang kita lakukan dengan baik bisa berubah. Yang terpenting dari politik adalah Komitmennya,” papar Yermias Bisai .

Dia juga mengingatkan, perjuangan BTM-CK bukan sekedar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, melainkan mempertahankan nilai dan kebenaran diatas Tanah Papua.

“Kakak BTM sudah jemput saya sebagai adik. Dengan segala kerendahan hati saya sebagai orang tahu adat. Kalau Tabi sudah jemput Saireri maka Tidka terpisahlan. Kakak BTM sudah diangkat sebagai Kepala Suku Besar Yapen dan Waropen.. saya sendiri selalu Panglima Perang. Kepala Suku Besar adalah atasan yang bisa memerintah saya sebagai Panglimanya,” jelas Yermias Bisai. (ADM)

Facebook Comments Box