Marcel Morin saat memberikan keterangan kepada wartawan

‎JAYAPURA (PB.COM) – Tim Kampanye pasangan calon gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), melalui juru bicaranya, Marshel Morin, menyampaikan keprihatinan serius terkait dugaan kecurangan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang kini terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya.

‎”Kami mendapat informasi dugaan adanya tim yang berafiliasi dengan pasangan calon lain yang saat ini sedang berada di Kabupaten Mamberamo Raya. Tim ini, yang di dalamnya termasuk anggota DPRP dan tim IT, diduga membawa dokumen C Hasil yang masih kosong,” ujar Marshel Morin kepada media di Jayapura, Sabtu (09/08/2025).

‎Marshel Morin menambahkan, tim pemantau BTM-CK di tingkat distrik Kabupaten Mamberamo Raya juga menemukan adanya upaya untuk mengubah data oleh pihak-pihak tertentu yang menekan penyelenggara pemilu di tingkat distrik.

‎Menanggapi hal ini, tim BTM-CK secara tegas meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamberamo Raya dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamberamo Raya untuk bekerja secara profesional dan independen.

‎”Kami meminta KPU dan Bawaslu Mamberamo Raya untuk terus mengawal proses pleno di tingkat distrik dengan seksama. Pastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku, transparan, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.” tegasnya.

‎Pernyataan ini diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak agar menjaga integritas proses demokrasi dan memastikan hasil pilkada mencerminkan kehendak rakyat yang sesungguhnya.

‎Diketahui Kabupaten Mamberamo Raya merupakan basis suara pendukung BTM-CK, yang sejak pemilihan tanggal 27 November 2024 lalu, selalu memenangkan BTM sebagai Calon Gubernur Papua. (ADM) 

Facebook Comments Box