Benhur Tomi Mano didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano bersama pengurus dan anak panti asuhan Muhammadiyah Abepura

‎JAYAPURA (PB.COM) – Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua 2024, Calon Gubernur Papua,  Benhur Tomi Mano (BTM) yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Papua Constant Karma (CK) memberikan santunan dan menggelar doa bersama di dua panti asuhan di Kota Jayapura, Selasa (16/9).

‎BTM yang didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano memberi santunan dan doa bersama di Panti Asuhan Pelangi Abepura dan Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura. Selain doa, BTM dan sang istri juga menyerahkan santunan dan bantuan sembako bagi anak-anak serta pengurus kedua panti asuhan tersebut.

‎Benhur Tomi Mano menyampaikan, doa bersama itu digelar sebagai bentuk rasa syukur atas proses panjang yang telah mereka jalani sejak PSU digelar di Papua, hingga kini menunggu putusan akhir MK.

‎”Kami yakin doa anak-anak panti asuhan sangat didengar oleh Tuhan. Apa yang kami perjuangkan demi masa depan Papua akan terwujud dengan kuasa-Nya,” ujar BTM di hadapan anak-anak Panti Asuhan Pelangi.

BTM didampingi sang istri, Kristina Luluporo Mano foto bersama pengurus dan anak panti asuhan Pelangi Abepura

Ia menambahkan, perjuangan yang tengah mereka tempuh di MK tidak hanya soal politik, melainkan juga menyangkut harapan besar bagi masyarakat Papua. Oleh sebab itu, doa dari anak-anak yang tulus sangat berarti bagi mereka.

‎”Kami datang memohon dukungan doa. Semoga sembilan hakim MK dapat mengambil keputusan dengan hati nurani, tidak terpengaruh oleh pihak mana pun, dan benar-benar memberikan rasa keadilan bagi rakyat Papua,” lanjutnya.

‎Dalam kesempatan itu, BTM juga memberikan pesan kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat belajar dan tidak kehilangan harapan meskipun tumbuh tanpa orang tua. Ia menegaskan, anak-anak panti adalah generasi penerus bangsa yang suatu hari kelak akan menjadi pemimpin di Papua.

‎”Anak-anak panti adalah generasi emas Papua. Kami berharap kalian tumbuh menjadi pribadi hebat yang kelak bisa membangun tanah ini,” tuturnya.

‎Khusus di Panti Asuhan Muhammadiyah, BTM mengenang masa kecilnya ketika bersekolah di SMP Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah bukanlah hal baru, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya yang turut memberi warna dalam kiprahnya hingga saat ini.

‎”Bapa datang ke sini untuk berdoa bersama anak-anak panti. Bapa yakin doa kalian akan didengar oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Muhammadiyah juga adalah bagian dari keluarga besar saya,” ucapnya.

‎Ia pun mengapresiasi kehangatan anak-anak panti asuhan. Ia berharap doa yang dinaikkan bersama dapat menguatkan perjuangan BTM-CK menjelang sidang putusan MK.

‎”Besok masyarakat Papua akan mendengar putusan MK. Kami percaya, doa anak-anak yang tulus akan mengiringi perjuangan kami untuk mendapatkan keputusan terbaik demi kepemimpinan Papua lima tahun ke depan,” kata BTM.

‎Sementara Ketua Panti Asuhan Muhamadiyah Abepura, Nasrullah, memberi apresiasi atas kehadiran BTM dan istri serta rombongan. Dia menyebut BTM sudah merupakan bagian dari keluarga bersama mereka.
‎Dikemukakan Nasrullah, Jumlah penghuni di Panti Asuhan itu berjumlah 35 orang yatim piatu, yatim dan tidak mampu.
‎”Kami memang Prioritas pada Umat Muslim Papua. Disini rata-rata dari Fak-fak dan Bintuni,” ujar Nasrullah yang juga adalah Mantan penghuni panti tersebut sambil mendoakan Semoga BTM bisa sukses jelang pengumuman hasil PSU Papua di MK.
‎”Nanti malam siap berdoa bersama agar yang diikhtiarkan bisa terwujud,” sambungnya .
‎Diketahui keputusan Sengketa PSU Pilgub Papua akan dibacakan pada Rabu (17/9/2025) secara daring oleh 9 Hakim MK. (ADM)

Facebook Comments Box