
Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni saat menerima penghargaan sebagai The Best Legislative Indonesia Golden Award 2026 dan The Leader Legislative Magazine dari Seven Media Asia di Platinum Jimbaran Beach Hotel, Bali, Jumat malam, 30 Januari 2026.
DENPASAR (PB.COM)—Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Provinsi Papua Tengah, Thomas Tabuni, S.IP menerima penghargaan sebagai The best Legislative Indonesia Golden Award 2026 dan The Leader Legislative Magazine dari Seven Media Asia Global karena dinilai sukses memimpin parlemen Puncak selama setahun ini.
Penghargaan itu diserahkan oleh CEO Seven Media Asia Hendy Hermawan, CHA dalam acara bertajuk Indonesia Gold Award 2026 di Platinum Jimbaran Beach Hotel, Bali, Jumat malam, 30 Januari 2026.

Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni kepada media usai menerima penghargaan ini mengatakan mengapresiasi Seven Media Asia Global yang sudah menilai karya kepemimpinannya hingga memberikan penghargaan bergengsi kepadanya.
“Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima sejak menjadi anggota DPRK hingga menjadi Ketua DPRK Puncak tahun 2025 lalu. Penghargaan ini saya persembahkan kepada masyarakat Puncak yang ada di balik gunung, di balik bukit, dan lembah,” kata Thomas Tabuni.

Menurutnya, penghargaan yang diterima menjadi pelecut semangat bagi dirinya dan DPRK Puncak, sekaligus momentum penting untuk meneguhkan komitmen bekerja mengawal pembangunan di Kabupaten Puncak. Ia menyadari bahwa Puncak sebagai salah satu daerah yang terisolir di Provinsi Papua Tengah harus diperhatikan.
“Kami siap terus bekerja berkolaborasi dengan pemerintah daerah, mengawal program-program pembangunan yang dijalankan demi kesejahteraan. Kami juga ingin lebih dekat dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi dan kebutuhan mereka agar bisa diperjuangkan,” tegas politisi muda Gerindra ini.

CEO Seven Media Asia Hendy Hermawan, CHA dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan ini adalah sebuah wadah untuk memacu kinerja para pemimpin di Indonesia agar terus berdedikasi, berinovasi, dan bekerja keras membangun daerahnya demi kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Seven Media Asia, merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami dapat menyambut kehadiran tokoh-tokoh inspiratif bangsa di malam ini bergengsu ini,” katanya.

Menurut Hendy, Indonesia Golden Awards bukan sekadar acara rutin tahunan bagi kami. Event ini adalah wujud komitmen berkelanjutan Seven Media Asia dalam mengamati, merekam, dan mengapresiasi jejak langkah para pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga berinovasi.
“Kami percaya bahwa di balik kemajuan sebuah daerah, terdapat sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif yang visioner. Tahun 2026 ini, kami melihat sebuah standar baru dalam pelayanan publik.

Seven Media Asia, kata dia, hadir untuk memastikan bahwa prestasi-prestasi ini tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi menyebarluaskan narasi positif ini agar menjadi inspirasi bagi calon pemimpin masa depan di seluruh Nusantara.
“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai pencapaian putra-putri terbaiknya. Kami ucapkan selamat kepada para penerima penghargaan. Semoga piala yang Bapak dan Ibu genggam hari ini menjadi pengingat bahwa dedikasi Anda telah diakui dan dicintai oleh rakyat,” tegasnya.
Sosok Thomas Tabuni
Thomas Tabuni adalah putra Bupati Puncak Elvis Tabuni. Darah politik diwariskan dari sang ayah. Tetapi bakat kepemimimpinanya sudah ada sejak masih di bangku kuliah. Terbukti, ia pernah didapuk mejadi Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya se-Jawa Bali sepanjang 2004-2006.

Pria berusia 43 tahun Lulusan SMA YPK Tabernakal Nabire 2021 ini pada Kamis, 17 April 2025 resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Nabire, Mohammad Bekti Wibowo, SH,M di Timika, Papua Tengah.
Sebelum menjadi Ketua DPRK Puncak periode 2024-2029, Thomas juga adalah anggota DPRK periode 2019-2014. Politisi muda ini pada Pilkada Puncak 2024 menjadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1, Elvis Tabuni-Naftali Akawal (EL-NAF).

Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Puncak, Thomas terbukti sukses membawa partinya. Terbukti, sebelum 2024, pada 2019 Gerindra juga sukses meraih kursi terbanyak dengan 4 kursi dan mengutus Lukius Newegalen, S.IP sebagai ketua DPRK Puncak.
Thomas dalam sambutan perdananya selaku Ketua DPRK Puncak, menyoroti layanan pendidikan di daerah itu yang menurutnya telah terseok-seok selama 10 tahun terakhir.

“Kami sebagai orang Puncak selama 10 tahun telah gagal menyelenggarakan pendidikan yang baik. Generasi kami benar-benar terlambat,” kata Thomas yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Puncak.
Menurutnya, masa depan Kabupaten Puncak benar-benar bertumpu pada kemajuan pendidikan di wilayah itu. Karena itu, dia mendukung strategi pembenahan layanan pendidikan oleh pemerintahan yang baru di bawah pimpinan bupati dan wakil bupati Elvis Tabuni-Naftali Akawal.

“Masa depan Puncak hanya dengan kemajuan pendidikan, tidak bisa lagi pakai bakar batu, mina-mina dan waita (perang). Puncak membutuhkan pendidikan yang benar-benar optimal,” tandasnya.
Situasi pendidikan yang miris di Puncak, sebut Thomas, sama halnya dengan layanan kesehatan. Gedung-gedung Puskesmas kini kosong hingga sarana prasarana kesehatan lainnya juga tak terpakai akibat gangguan keamanan.

“Kondisi ini sungguh sangat menyedihkan. DPRD Puncak meminta Dinas Kesehatan lebih selektif dalam penganggaran pembangunan fisik prasarana kesehatan, tidak hanya membuang-buang anggaran negara,” ucapnya.
Thomas mengatakan, selain perubahan, Puncak perlu memiliki terobosan nyata bukan hanya sekedar retorika politik dan tipu-tipu.
“Kita memperjuangkan hati yang benar dan tulus membangun Puncak. Saya pesan kepada kita semua agar menjaga keamanan karena itu mahal,” tegasnya.
Oleh karena itu, selama masa kepemimpinnya, ia juga aktif turun ke distrik-distrik untuk mendengar dan menampung aspirasi masyarakat.
“Kami ada karena rakyat. Maka kami harus turun untuk mendengar langsung keluh kesah mereka, kebutuhan mereka, aspirasi mereka untuk kami bawa dan perjuangkan dalam program pembangunan yang dijalankan pemerintah,” tutup Thomas. (Diskominfo Puncak/Gusty Masan Raya)






























