Sejumlah siswa-siswi di Oksibil saat mengikuti Sosiliasi Deteksi Dini NAPZA di Gedung Soskat Oksibil, Selasa, 3 Maret 2026.

Oleh Abigail Maria Vincy Lawa, Siswi SMA YPPK Bintang Timur Mabilabol Oksibil. Tulisan Ini Adalah Juara 2 Lomba Menulis Opini Tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Pegunungan Bintang yang Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dalam Rangka Hardiknas 2026.

GENERASI MUDA Indonesia, termasuk yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan adalah harapan masa depan dan bangsa yang siap membangun dan bangkit menjadi pemimpin masa depan. Kelak, ada yang akan menjadi tenaga pendidik, aparat, tokoh agama, dan penggerak pembangunan daerah.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Pegunungan Bintang, seharusnya generasi muda di wilayah ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas dan berkarakter. Namun di tengah perkembangan zaman, muncul tantangan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda yaitu penyalahgunaan minuman keras (miras) dan narkotika dan obat terlarang lainnya (narkoba).

Pergaulan bebas, kurangnya pengawasan khususnya dari orang tua, serta lingkungan yang menjadi faktor pendorong sebagian remaja terjerumus ke hal-hal yang negatif.  Padahal keduanya memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan. Oleh karena itu, generasi muda di Pegunungan Bintang, terutama pelajar harus berani menolak ajakan yang mengarah ke hal-hal yang negatif. Jangan karena ingin terlihat keren, maka mau untuk terbawa ajakan teman, melainkan fokus mengejar masa depan yang cerah dengan “Lawan, Bukan Ikut”.

Alkohol yang terkandung dalam miras dapat merusak organ tubuh seperti hati, lambung dan otak. Tidak hanya itu, seseorang yang mengonsumsi miras juga akan mengalami gangguan kesehatan, seperti sering sakit kepala, gangguan pencernaan, dan menurunnya daya tahan tubuh.

Jika kebiasaan ini tidak ditangani dengan serius, maka masa depan generasi muda bisa terancam. Dalam kehidupan nyata saat ini, sudah banyak anak muda yang rusak masa depannya karena terjerumus yang menyebabkan putus sekolah, dan melakukan tindakan kriminal di lingkungan masyarakat. Narkoba lebih berbahaya lagi, karena dapat membuat seseorang ketergantungan. Dan khususnya bagi pelajar, mengonsumsi narkoba membuat ia sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran.

Selain merusak kesehatan, miras dan narkoba juga berdampak pada aspek ekonomi. Tentu saja untuk membeli miras dan narkoba membutuhkan uang. Seseorang yang sudah ketergantungan akan selalu berusaha untuk mendapatkan barang haram tersebut meski dengan jalan yang salah. Dorongan itu yang akan membuat mereka melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, baik itu uang orang tua atau keluarga sendiri, dan bahkan di tempat-tempat orang lain. Di Kota Oksibil sudah banyak kasus pencurian yang sangat merugikan korban. Selain merugikan masyarakat, tindakan tersebut juga melanggar hukum.

Dampak lain yang ditimbulkan oleh miras dan narkoba juga yaitu mengganggu kehidupan sosial masyarakat. Contohnya, orang yang berada di bawah pengaruh alkohol tidak mampu mengendalikan diri, sehingga mudah emosi dan kadang terlibat tindakan perkelahian. Hal ini akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat yang berada di sekitar.

Di Kabupaten Pegunungan Bintang ini, banyak keluarga yang bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Tetapi jika sudah terjerumus dan tidak bisa lepas dari miras dan narkoba, maka sia-sia saja perjuangan orang tua mereka. Padahal orang tua sudah menggantungkan harapan yang sangat besar pada anak-anaknya.

Kadang banyak remaja yang tidak ingin terlibat dan terbawa pada penggunaan miras dan narkoba, namun karena tekanan lingkungan mereka akhirnya ikut terjerumus dan melakukannya. Mereka takut dianggap tidak setia kawan dalam pertemanan kelompok karena menolak, padahal keberanian sejati adalah berani berkata “Tidak”.

Generasi muda harus bisa membuktikan kalau mereka bisa menjauhi hal-hal negatif dengan menyibukkan diri melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki agar bisa menjaga citra daerah. Masa depan yang cerah lebih berharga daripada kesenangan sesaat.

Tentunya, peran keluarga, guru, tokoh agama, dan pemerintah sangatlah penting. Harus ada edukasi tentang bahaya miras dan narkoba, khususnya di lingkungan sekolah. Ini adalah langkah awal untuk pencegahan dini karena di tahap ini, seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga rentan untuk terjerumus. Lingkungan yang peduli dan saling mengingatkan, dapat melindungi generasi muda dari pengaruh hal-hal negatif yang dapat merusak mereka.

Pemerintah perlu mengambil tindakan yang tegas dalam memberantas miras dan narkoba demi menjaga generasi muda sebagai ujung tombak bangsa ini. Pemerintah juga dapat memprogramkan kegiatan-kegiatan positif di setiap sekolah agar anak-anak bisa menghabiskan waktu produktif untuk kegiatan pengembangan diri demi cita-cita dan masa depan yang cerah.

Miras dan narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi muda yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Para remaja harus bisa menolak dan menjauhkan diri dari ancaman miras dan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka. Lebih baik kehilangan teman yang membawa dampak buruk daripada kehilangan masa depan dan kesehatan diri sendiri.

Generasi muda merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan nantinya, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang. Remaja harus melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat bermanfaat bagi mereka, seperti olahraga, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan belajar kelompok demi peluang menggapai cita-cita di masa depan.

Mari kita bersama-sama melawan ancaman miras dan narkoba untuk mewujudkan generasi muda Kabupaten Pegunungan Bintang yang cerdas dan berintegritas. Masa depan Kabupaten Pegunungan Bintang ada di tangan generasi muda hari ini. Jadi mari kita lawan miras dan narkoba, bukan ikut! (*)

Facebook Comments Box