
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, foto bersama saat membuka Turnamen Futsal Banteng Cup I 2026 di Lapangan Sepak Bola Abikbor, Oksibil, Kamis, 17 September 2026.
OKSIBIL (PB.COM)—Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST.M.Si membuka Turnamen Futsal Banteng Cup I 2026 di Lapangan Sepak Bola Abikbor, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis, 17 September 2026.
Pembukaan turnamen ditandai dengan pertandingan perdana antara Ekspedisi All Star FC melawan Banteng FC. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Distrik Oksibil, Kabag Humas Polres Pegunungan Bintang, perwakilan 16 tim peserta, pengurus DPC PDI Perjuangan Pegunungan Bintang serta seluruh panitia Banteng Cup I.
Dalam sambutannya, Spei Yan Bidana mengatakan Banteng Cup I harus menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus upaya menemukan talenta futsal potensial dari Papua Pegunungan

Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kesehatan serta pencarian bibit atlet berprestasi.
“Kalau anak-anak bermain bola, berarti anak-anak sehat. Di sana ada masa depan dan kehidupan jangka panjang,” ujarnya.
Ia berharap pembinaan atlet muda tidak berhenti pada kompetisi tingkat kabupaten. Para pemain yang menunjukkan kemampuan diharapkan dapat terus dibina agar mampu tampil di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Spei juga mengajak pemerintah daerah, partai politik, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengembangkan olahraga di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menurutnya, kegiatan olahraga juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Turnamen yang menghadirkan pemain, panitia dan penonton dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk berjualan serta menjalankan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.
“Tidak semua harus pemerintah. Semua elemen bisa berkolaborasi dan mengambil inisiatif untuk membangun daerah,” katanya.
Selain itu, Spei mendorong pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan pemain-pemain muda Papua. Dokumentasi pertandingan dan profil pemain dinilai dapat membantu memperluas peluang mereka untuk dikenal klub, akademi maupun pencari bakat.
Ia mengatakan pembangunan fasilitas olahraga di Pegunungan Bintang perlu terus didukung agar dapat digunakan dalam pembinaan atlet dan pelaksanaan berbagai kompetisi. Spei berharap daerah tersebut ke depan mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga tingkat Papua Pegunungan.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pegunungan Bintang, Yohanes Yamkin mengatakan. Banteng Cup I tidak dirancang semata-mata sebagai ajang persaingan antartim.
Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menemukan potensi generasi muda yang dapat dibina secara berkelanjutan.
“Pertandingan ini bukan untuk mencari lawan. Tujuannya mencari potensi generasi kita. Kita mulai dari anak-anak yang masih kecil supaya bisa dibina dan terlihat potensi mereka,” ujar Yohanes.
Ia mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas, ketertiban dan keamanan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Yohanes juga berharap Banteng Cup I memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pemain, panitia dan penonton diharapkan dapat menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
“Orang datang menonton, mereka juga bisa membeli pinang dan berbagai kebutuhan lainnya. Manfaat kegiatan ini harus bisa dirasakan masyarakat Pegunungan Bintang,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap organisasi dan kelompok masyarakat dapat mengambil peran melalui kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Banteng Cup I resmi dimulai dengan pertandingan perdana yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kompetisi 16 tim peserta.
Panitia berharap turnamen tersebut berlangsung aman dan sportif serta menjadi langkah awal lahirnya pemain-pemain muda Pegunungan Bintang yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (AquinoNingdana/GMR)


































