Ibadah Raya Minggu (20/6/2026) di Jemaar GIDI Eden Entrop, Klasis Port Numbay.

JAYAPURA (PB.COM) – Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pdt. Usman Kobak, S.Th meminta kepada jemaat Eden Entrop, Klasis Port Numbay, Jayapura, agar selalu mengucap syukur dalam segala situasi sebagai gaya hidup orang percaya.

Dalam kotbah di ibadah raya Minggu (20/9/2026) di Jemaat GIDI Eden Entrop, Pdt. Usman mengambil tema renungan Firman Tuhan, “Mengucap Syukur Atas Kepercayaan Tuhan”.

Tema ini diambil dari pembacaan Alkitab Perjanjian Baru, 1 Timotius 1:12-13. “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku. Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Paulus yang sebelumnya Bernama Paulus dikenal sebagai orang ganas dan penganiaya umat Kristen. NJamun saat ia pergi menangkap orang Kristen, ia ditangkap oleh Tuhan sendiri di tengah jalan.

Pdt, Usman menjelaskan, Paulus tidak termasuk dalam 12 rasul/murid Yesus. Namun ketika Tuhan menangkap dia,  dia menjadi seorang rasul. “Paulus mengucap syukur atas kerasulannya itu,” kata Usman.

Beberapa hal yang bisa dipetik dari ayat 12 itu, jelas Usman selanjutnya, pertama, mengucap syukur atas kerasulan. Mengucap syukur menjadi salah satu bagian dari gaya hidup orang percaya.

“Mengapa mengucap syukur? Paulus bersyukur karena latar belakang yang seorang musuh Kristus, dipanggil untuk melayani,” ucapnya.

Kedua, Paulus bersyukur karena kerasulannya, ia dikuatkan. Ia bersyukur karena melibatkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya, ia bisa melakukan penginjilan. “Ketiga, ia dianggap setia dalam hal buruk maupun hal baik. Ketaatannya adalah instrument Allahm” jelas Usman.

Karena itu, Pdt. Usman berharap Jemaat Eden mengambil teladan Paulus yang selalu mengucap syukur dalam segala keadaannya. Bahkan dalam perjalanan penginjilannya, ia mengatakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Kesaksian Iman Yarius Balingga

Sebelumnya, dalam kesaksitan iman, Penanggungjawab Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE bersaksi atas perjalanannya selama 5 tahun memimpin PT. Irian Bhakti Papua, dan baru meletakkan jabatannya sebagai Direktur Umum, sehari sebelumnya, Sabtu, 19 Oktober 2026.

“Secara pribadi dan keluarga, saya berterima kasih karena kurang lebih 5 tahun Tuhan percayakan untuk menjabat Direktur Umum PT Irian Bhakti. Kesempurnaan itu 100 persen Tuhan punya. Kita hanya bekerja dengan kemampuan yang Tuhan berikan, karena semua milik Tuhan,” ujarnya di hadapan jemaat.

Perusahaan yang telah berdiri sejak jaman Belanda yakni tahun 1962 itu, menjadi catatan sejarah tersendiri dalam perjalanan Yarius selama 5 tahun terakhir. Karena sejak beralih dari Belanda ke Pemprov Papua, statusnya masih tetap perusahaan daerah. Hingga ia kemudian dipercaya oleh almarhum mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, dan dalam dua tahun perjalanan ia membawa perusahan itu menjadi sebuah Perseroan Terbatas (Perseroda) Irian Bhakti Papua.

“Ketika dipercayakan menjabat Direktur, kami berusaha dengan melalui tahan demi tahap pengurusan hingga menjadi PT. Itu karena dukungan doa dan hikmad yang Tuhan kasih,” kata Yarius.

Sabtu kemarin, sambungnya, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menyampaikan bahwa posisinya sebagai Direktur Umum digeser ke Komisaris. “Untuk semua proses ini saya tetap mengucap syukur,” lanjutnya.

Selama 5 tahun, ia bersama direksi lainnya bekerja dengan mengelilingi 8 cabang yang tersebar di Tanah Papua, mulai dari Sorong, Fakfak, Manokwari, Biak, Nabire, Timika, Wamena, Merauke, dan kantor pusat di Kota Jayapura.

“Dan saya hari ini mengucap syukur bersama jemaat dengan ibadah dan jamuan makan siang bersama karena selama karier saya 5 tahun di PT Irian Bhakti Papua semua saya kerjakan dengan baik,” tandasnya.

GIDI Harus Jadi Tuan Rumah yang Baik

Sementara itu, Dr. Ones Pahabol, yang hadir dalam ibadah raya, mengaku sangat bersyukur karena di dalam ibadah, beberapa grup musik, mengisi kesaksian melalui puji-pujian berbahasa daerah.

“Saya bersyukur karena nyanyian rohani yang ditampilkan adik-adik pemuda ini berbahasa daerah. Ini harus dipertahankan karena saat ini banyak suku di Papua kehilangan bahasa daerahnya,” ujar Ones usai ibadah raya.

Menurut Ones, Jemaat GIDI Eden yang terletak di pusat Kota Jayapura, biarkan menjadi tempat beribadah untuk umat GIDI yang datang dari mana saja. “Tuhan mau semua suku dari mana saja datang beribadah di tempat ini,” ucapnya.

Terkait situasi di Papua Pegunungan, Ones mengatakan tidak cemas, tidak gentar dan tidak pesimis. “Dalam situasi ini kami tetap optimis karena Kristus ada. Kami sudah diutus, jadi tidak mungkin kami diam tetapi terus melayani di Papua Pegunungan,” lanjut Ones.

Ones yakin, potensi Paulus-Paulus di Papua Pegunungan akan menjadi penyemangat bagi umat Tuhan di sana karena ia percaya ada waktu Tuhan untuk merubah Saulus menjadi Paulus.

“Papua Pegunungan dan Papua Tengah dengan konflik, kami minta tolong doakan. Karena perang bukan hanya terjadi antara aparat (TNI/Polri) dengan aparat (TPN/OPM) tetapi perang antara suku dengan suku. Tolong doakan agar tidak boleh ada perang suku lagi,” tekan Ones.

Ia juga menegaskan, Gereja GIDI harus menjadi tuan rumah yang baik agar Tuhan senang. “Jangan jadi aktor. Orang GIDI harus jadi tuan rumah yang baik,” tegasnya. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box