Beberapa model internasional terlihat anggun mengenakan Batik Paniai di belakang panggung.

PANIAI (PB.COM) – Bupati Paniai, Yampit Nawipa, A.Md.Tek., menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Paniai terhadap pengembangan dan promosi Batik Paniai di panggung internasional.

Dukungan tersebut mengiringi penampilan 15 pasang busana rancangan desainer Indonesia Indah Darry dalam side event Milan Fashion Week 2026 bertajuk Timeless Beauty, Minggu (27/9/2026) di I Chiostri – San Barnaba, Milan, Italia.

Jeni Karay (paling kiri foto) Influencer Papua bersama Desainer Indonesia, Indah Darry (ke tiga dari kiri) berpose setelah Acara Side Event Milan Fashion Week 2026 berlangsung di I Chiostri di San Barnaba, Milan, Italia

“Sebagai bupati, dan ini adalah Batik Paniai, maka tetap kami sebagai Pemda mendukung penuh karena ini satu terobosan untuk mendorong ekonomi yang bersaing di pasar internasional dalam bidang Fashion Show atau catwalk,” tegas Yampit Nawipa saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Jalan Poros Madi, Distrik Paniai Timur, Senin (28/9/2026) siang.

Menurut Yampit, pengembangan Batik Paniai memiliki arti strategis bagi daerah. Kehadirannya di Milan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas Papua Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui industri kreatif. Pengembangan batik diharapkan dapat mendukung pendapatan daerah dan memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Paniai.

Pemerintah daerah memberikan ruang bagi pengembangan motif Paniai agar dapat diolah menjadi busana berkualitas dengan cita rasa yang beragam, dan mampu menjangkau selera internasional. Dukungan terhadap promosi Batik Paniai menjadi langkah untuk memperluas pengenalan produk daerah serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri fesyen.

“Ini juga mengharumkan nama daerah, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Tanah Papua, dan pada umumnya Indonesia,” ujar Yampit bangga.

Dalam peragaan side event Milan Fashion Week 2026 ini, sebanyak 15 pasang busana bermotif Batik Paniai melenggang anggun dan mencuri perhatian pengunjung yang hadir.

Indah Darry mengolah kekhasan motif tersebut ke dalam koleksi yang elegan, membuka kesempatan bagi publik untuk mengenal Paniai melalui bahasa visual fesyen.

Menurut Indah Darry, keunikan Batik Paniai menjadi kekuatan utama koleksi ini. Ia menilai motif yang ditampilkan menawarkan sesuatu yang baru bagi publik Eropa, yang menurut pengamatannya belum pernah melihat motif tersebut sebelumnya. “Karakter khas itu menjadi daya tarik dalam memperkenalkan kekayaan visual dari Tanah Papua,” katanya.

Turut hadir Jeni Karay, influencer asal Tanah Papua yang juga menjadi representasi Kabupaten Paniai. Jeni menyampaikan kebanggaannya melihat Batik Paniai tampil di hadapan pengunjung internasional dan menilai kehadiran tersebut sebagai bentuk soft diplomacy atau diplomasi budaya.

Bagi Jeni, motif Paniai yang diolah dengan cita rasa internasional menunjukkan bahwa Tanah Papua, khususnya Kabupaten Paniai di Provinsi Papua Tengah, memiliki potensi kelas dunia. Melalui busana, kekayaan alam dan budaya Paniai dapat diceritakan secara anggun sekaligus membangun rasa ingin tahu masyarakat internasional.

Penampilan Batik Paniai di Milan diharapkan berlanjut pada pengembangan produk dan peluang pasar. Dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi para pelaku kreatif menjadi bagian penting untuk membawa identitas Paniai kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Frida/Rilis)

Facebook Comments Box