DKI Tambah Dua Medali Emas Menembak Outdoor

Atlet DKI Sylvia Silimang bersama pasangannya Anas Muhsinun Joko berhasil meraih medali emas di nomor trap Mix time,di Lapangan tembak Outdoor, Silas Papare, AURI sentani, Kamis, 7 Oktober (Foto: Humas PB PON/Isak)

 

SENTANI (PB.COM)Atlet cabang olahraga (cabor)menembak dari DKI Jakarta, berhasil meraih dua medali medali emas pada cabang olahraga menembak Outdoor, atas nama Sylvia Silimang, berhasil menambah pundi-pundi medali emas bagi kontingen DKI Jakarta, setelah dirinya berhasil memboyong dua medali emas,dari kelas Trap Women Individu dan kelas Trap Mix time, pada grand final di Lapangan Menembak Oudoor AURI, Kamis, 7 Oktober 2021.

Di kelas trap women individu penembak asal DKI Sylvia Silimang mampu mengungguli saingannya dari Provinsi Papua atas nama Sarmunah yang berhasil meraih medali perak,sedangkan medali perunggu diraih penembak dari Provinsi Lampung atas nama Adyilia Safitri.

Sylvia Silimang juga berhasil meraih medali emas di nomor trap Mix time,bersama dengan pasangannya Anas Muhsinun Joko, sementara medali perak diraih oleh pasangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Bagus soleh Aristyawan dan Supadmi,sementara medali perunggu dari Provinsi Lampung pasangan Nanda suhelmi dan Adelya Safitri.

Sementara di nomor menembak Reaksi, medali emas diperoleh Provinsi Yogyakarta atas nama penmebak Hans Kristian Pratama,sedangkan medali perak dari Provinsi DKI Jakarta atas nama Fincentius Djadiinggrat, sedangkan medali perunggu dari Provinsi Kalimantan Barat atas nama Adrian.

Peraih medali emas DKI Jakarta Sylvia Silimang mengaku bangga bisa memberikan dua medali emas pada nomor menembak PON kali ini,bahkan yang lebih membanggakan adalah dirinya bersama dengan pasangannya Anas Muhsinun Joko untuk  nomor Trap Mix time,mampu memecahkan rekor nasional point 138 sebelumnya 123 atas nama keduanya sendiri.

“Kami bersyukur bisa menambah medali emas untuk kontingen DKI, apalagi mampu memecahkan record atas kami sendiri di nomor Trap Mix Time,mampu mencapai 138 point,” katanya.

Menurut Sylvia Silimang,masih ada dua nomor yang akan diikuti lagi, dirinya berharap bisa kembali lagi memberikan yang terbaik bagi daerahnya.

Sementara itu,peraih medali perak untuk kontingen tuan rumah Sarmunah yang tampil dinomor Trap Women individu mengaku bangga, meski persaingan cukup kuat, namun dirinya bersyukur pada Tuhan, mampu meraih medali perak untuk kontringen Papua.

“Faktor adaptasi lapangan,apalagi ini nomor baru, sehingga persaingan cukup ketat, namun saya bersyukur bisa memberikan medali perak bagi Papua,” tambahnya.

Kelas Trap Mix Team:

1. Medali emas DKI Jakarta Anas Muhsinunjoko/ Sylvia silimang

2. Medali perak dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Bagus soleh Aristyawan dan Supadmi.

3. Medali Perunggu dari Provinsi Lampung Nanda suhelmi dan Adelya Safitri.

Kelas di Kelas Trap Women Individu:

1. Medali Emas dari DKI Jakarta Sylvia Silimang

2. Mampu Perak Provinsi Papua atas nama Sarmunah.

3. Medali Perunggu Provinsi Lampung atas nama Adyilia Safitri.

Kelas Nomor Nenembak Reaksi:

1. Medali emas diperoleh Provinsi  Yogyakarta Hans Kristian Pratama

2. Medali perak Provinsi DKI Jakarta atas nama Fincentius Djadiinggrat.

3. Medali Perunggu dari Provinsi Kalimantan Barat atas nama Adrian.

(Humas PON XX Papua/Gusty Masa Raya)

DKI Tambah Emas Dari Cabang Sepatu Roda, Papua Dapat Perunggu

Nurul FattilahKamalia Syah (kanan), Alifia Meidia Namasta (dua dari kanan), Latisha Luna Sasmito (dua dari kiri), Naura Rahmadija Hartanti (kiri) pemenang medali emas seri TTT 10.000 m kawasan Jembatan Merah Jayapura saat PON XX Papua 2021 di Jayapura, Jumat,(03/10/2021),(Foto: PB PON XX PAPUA/Dadang Tri).

JAYAPURA (PB.COM)-Kontingen DKI Jakarta kembali menambah medali emasnya di nomor Tim Time Trial (TTT) 10.000 meter putri yang menjadi nomor terakhir atau penutup cabang olahraga sepatu roda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Jalan Holtekamp, Kota Jayapura, Minggu (3/10/2021).

Tim putri DKI Jakarta mencatatkan waktu tercepat 14 menit 40, 756 detik. Disusul Jawa Timur di tempat kedua dengan catatan waktu 15 menit 15,493 detik.

Sementara tuan rumah Papua kembali gagal menambah perolehan medali emasnya di nomor terakhir cabor sepatu roda ini yang dimainkan secara beregu. Tim putri Papua hanya mendapatkan medali perunggu dengan catatan waktu 15 menit 20,728 detik.

Nomor TTT 10.000 meter kategori putri diikuti oleh 8 provinsi.

Tambahan medali emas dari tim sepatu roda putri itu membuat DKI Jakarta kini memperoleh total 29 medali emas di puncak klasemen sementara. Sementara kontingen Papua masih berada di peringkat kedua dengan 21 medali emas.

Hasil lengkap TTT 10.000 Meter Putri:

  1. DKI Jakarta: 14.40.756 detik.
  2. Jawa Timur: 15.15.493 detik.
  3. Papua: 15.20.728 detik.
  4. Jawa Barat: 15.22.319 detik.
  5. Jawa Tengah: 15.42.873 detik.
  6. Kalimanran Timur: 15.47.476 detik.
  7. DIY: 15.50.978 detik.
  8. Sumatera Utara: 16.15.968 detik.

(Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)

Ini Dia Atlet DKI Jakarta Peraih 4 Medali di Sepatu Roda PON

Atlet sepatu roda putri DKI Jakarta, Naura Rahmadija Hartanti yang sudah meraih 4 medali emas.

JAYAPURA (PB.COM)Naura Rahmdija Hartanti, atlet sepatu roda putri DKI Jakarta benar-benar fantastis di lintasan indoor dan outdoor Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Di hari kelima perlombaan cabang olahraga sepatu roda, Naura kembali meraih medali emas di nomor 42.000 meter putri yang berlangsung di Jalan Holtekamp, Kota Jayapura, Jumat (1/10/21).

Naura menjadi atlet pertama kontingen DKI Jakarta yang telah mengoleksi 4 medali emas PON XX. Sebelumnya, Naura sudah menyabet 3 medali emas di nomor 1.000 meter putri, 500 +D putri, dan nomor relay 3.000 meter putri.

Masih belum puas, Naura tetap menargetkan medali emas lagi di nomor terakhir, Tim Time Trial (TTT) 10.000 meter putri yang akan dilombakan pada Minggu (3/10/21) di Jalan Holtekamp.

“Alhmadulillah senang pastinya, karena ini medali emas keempat yang saya dapat. Masih ada nomor TTT 10.000 meter putri dan Insya Allah saya bisa dapat lagi nomor terakhir itu,” kata Naura usai lomba.

Medali emas yang diraih oleh Naura itu kian menegaskan posisi DKI Jakarta di puncak klasemen perolehan medali PON XX. DKI Jakarta telah mengumpulkan 21 medali emas, sementara Papua masih menempel di posisi kedua dengan 17 medali emas.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Djamhuron P Wibowo pun lantas menyebut akan ada bonus yang menanti atlet DKI Jakarta yang sudah berjuang meraih medali emas di PON XX.

KONI DKI Jakarta sendiri memberikan dana Rp10 juta kepada masing-masing atletnya yang berhasil menyumbangkan medali emas.

“Nanti akan ada bonus yang akan diberikan dari pemerintah DKI Jakarta, dan di sini para atlet peraih medali emas sudah kami berikan bonus tambahan Rp10 juta. Alhamdulillah kontingen DKI Jakarta sementara ini sudah memimpin di klasemen perolehan medali. Ini mendorong atlet kita yang lain untuk menambah semangat kita mendapatkan medali emas lagi. Target kami tetap di puncak klasemen, dengan target meraih 25 persen medali emas dari semua nomor pertandingan,” kata Djamhuron. (Humas PON XX Papua/Gusty Masan Raya)

DKI Jakarta Geser Tuan Rumah dan Pimpin Klasemen Sementara Perolehan Medali PON

Atlet Sepatu Roda Putri DKI Jakarta berhasil meraih medali emas melalui atletnya (Naura Rahmadija Hartanti) dan medali perunggu oleh Farah Amalia Salsabila Putri (kiri) di nomor Sprint 500m+D Putri Cabang Olahraga Sepatu Roda PON XX Papua di Gedung Kanselir Klemens Tinal Roller Sepatu Roda, Kota Jayapura, Rabu(29/09/2021), (Foto: PB PON XX Papua/Ronaldy Irfak)

 

JAYAPURA (PB.COM)—Kontingen DKI Jakarta, Rabu (29/09/2021) berhasil menggeser tuan rumah Papua dari puncak klasemen sementara perolehan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Berdasarkan informasi yang terpampang di laman website official PON XX hingga Rabu (29/09/2021) pkl. 20.00 WIT, DKI Jakarta berhasil mengoleksi 28 medali, terdiri dari 14 medali emas, 7 perak dan 7 perunggu. Rinciannya, 7 emas DKI Jakarta disumbang dari cabang olahraga (cabor) sepatu roda, 2 dari cricket, 2 dari wushu dan masing-masing 1 emas dari polo air, sepak takraw, dan dayung.

Enam medali perak DKI disebet para atlit sepatu roda dan 1 perak dari cabor dayung. Sedangkan 2 medali perunggu diraih atlit dari cricket, dan 5 cabor lainnya yang masing-masing menyumbang 1 perunggu yakni terbang layang, dayung, panjat tebing, sepak takraw, dan judo.

Di posisi kedua, tuan rumah Papua mengoleksi 25 medali dengan rincian 13 medali emas, 3 medali perak, dan 9 medali perunggu. Sumbangan medali emas Papua terbanyak didominasi atlit cabor sepatu roda dengan 6 medali emas, disusul dayung dengan 2 emas, dan 4 cabor lainnya masing-masing menyumbang 1 emas yakni cricket, terbang layang, panjat tebing, judo dan gantole.

Tiga medali perak tuan rumah disumbang oleh atlit dari cabor cricket, dayung dan sepatu roda. Sementara medali perunggu diperoleh dari sepatu roda (3 medali), dan tiga  cabor lain yang masing-masing menyumbang 2 perunggu yakni sepatu roda, sepak takraw, dan dayung.

Di urutan ketiga, kontingen Jawa Barat menempel ketat Papua dengan mengoleksi 26 medali yakni 8 medali emas, 7 medali perak, dan 11 medali perunggu. Sementara Jawa Timur berada di posisi keempat dengan 11 medali, terdiri dari 1 medali emas, 6 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Persaingan merebut medali ini dipastikan makin ketat dan penuh kejutan. Sehari sebelumnya, pada Selasa (28/09/2021), tuan rumah Papua memimpin klasemen sementara perolehan medali di event olahraga paling bergengsi tanah air ini dengan mengoleksi 12 medali, disusul DKI Jakarta dengan 10 medali, dan Jawa Barat di urutan ketiga dengan 8 medali. (Gusty Masan Raya)