Sistim Pencoblosan di Lani Jaya hanya di Distrik Tiom Kota 

Ilustrasi pemungutan suara di Papua
Ilustrasi pemungutan suara di Papua

JAYAPURA (PB) : Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua  Adam Arisoy meminta pihak KPU kabupaten Lani Jaya segera membuat pemetaan wilayah yang nantinya akan menggunakan sistim pencoblosan dan sistim Noken atau sepakat, saat pemungutan suara tanggal 15 Februari 2017 mendatang.

“Sebab dari pemetaan yang ada di KPU Papua, yang hanya bisa melakukan pemungutan suara sistim pencoblosan adalah di Distrik Tiom Kota yang memiliki lima TPS. Selebihnya, masyarakat harus melakukan  Pencoblosan dengan Sistim Noken atau kesepakatan,” kata Adam di Hotel Grand Abe, Minggu.

Dia menyebut, telah mendengar informasi pernyataan pihak KPU Lani Jaya yang akan melakukan seluruh pemungutan suara dengan sistim pencoblosan.

“Makanya kami sebagai atasan KPU Lani Jaya sarankan bahwa yang bisa lakukan sistim pencobolosan hanya di Distrik  Tiom Kota. Karena, di tim Kota banyak masyarakat Nusantara atau campuran maka harus lakukan sistim pencoblosan,” katanya lagi.

Adam menjelaskan, untuk mengubah regulasi  tentang sistem noken haruslah bertahap. Sebab, tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat  yang sudah menjadi Budaya yang kental menyangkut sistim Noken atau sepakat ini.

“Regulasi KPU  bahwa daerah-daerah Pengunungan Tengah yang jauh dari perkotaan atau di kampong-kampung ya silakan lakukan sistim Noken dan kesepakatan. Hanya kita minta setelah kesepakatan surat suara itu di coblos baru dihitung,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, komisioner KPU Papua, Beatriks Wanane mengaku telah mengagendakan pertemuan dalam waktu dekat bersama KPU Lani Jaya, calon Kandidat, Panwaslu Papua dan Panwas kabupaten, serta mewakili Tim Sukses dalam waktu dekat di Jayapura.

“Akan dibahas juga terkait sistim Noken dan sepakat yang saat ini jadi pembahasan di kalangan masyarakat kabupaten Lani Jaya. Ada surat perintah dari KPU Pusat untuk memberikan Ruang kepada kabupaten termasuk Lani Jaya melakukan pencoblosan dengan sistim Noken atau sepakat,” kata Beatriks. (admin)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *