Gubernur Papua-Dubes AS Bahas Otonomi Khusus

Gubernur Lukas Enembe bersama Dubes Amerika Untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr
Gubernur Lukas Enembe bersama Dubes Amerika Untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr

JAYAPURA (PB) : Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku inti pertemuannya bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, banyak hal yang dibicarakannya bersama sang duta besar yang memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Science in Foreign Service) dari School Of Foreign Service, Georgetown University dan Masterof Arts dari US Naval Postgraduate School itu.

“Saya sampaikan pelaksanaan Otonomi Khusus dan pembangunan yang telah kita laksanakan. Saya sampaikan itu dan intinya persoalan itu banyak masalah,”ungkap Gubernur yang didampingi Sekda Papua Herry Dosinaen saat sesi wawancara bersama pers usai pertemuan tertutupnya selama 1 jam lebih dengan sang Dubes Donovan di  Swissbell Hotel Jayapura, Selasa (07/03/2017).

Kepada Dubes AS dirinya mengungkapkan sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Papua empat tahun lalu. Dalam hal pemerintahan tidak ada regulasi yang jelas.

“Seperti soal tata ruang wilayah, sehingga hutan – hutan dan alam kita orang masuk tanpa terkendali. Ada illegal loging juga terjadi dan hutan – hutan kita banyak yang ditebang secara liar. Karena kita tidak punya aturan,”akunya.

Aturan ini katanya, lagi sudah diperbaiki dan  saat ini kabupaten/kota telah melaksanakan aturan ini. Pemerintah provinsi sendiri telah memberikan kewenangan kepada kabupaten/kota.

“Ijin – ijin terlalu besar kepada kabupaten /kota, sehingga seperti di Merauke hutannya banyak diberikan kepada pengusaha. Ini kita sudah batasi karena kewenangan saat ini ada di gubernur. Sehingga saya mau 90 persen hutan Papua kita jaga,”tukasnya.

Kerjasama Pendidikan

Masih menurut mantan Bupati Puncak Jaya. Saat ini banyak program pemerintah AS di Papua yang dilaksanakan oleh USAID. Kemudian di bidang pendidikan dimana dirinya juga telah menyampaikan kepada Dubes Donovan bahwa banyak anak – anak Amerika yang mengemban studi di negeri Paman Sam itu.

“Saya sudah sampaikan anak – anak saya saya sudah kirim ke Amerika sebanyak 200 lebih orang.  Jadi ini kunci untuk memajukan Papua adalah pendidikan. Oleh karena pendidikan menjadi penting,”terangnya.

Atas penyampaiannya itu. Dubes AS menyambut baik saran yang diberikan kepadanya.  “Beliau juga sarankan menyambut baik dan banyak tokoh – tokoh gereja dan agama banyak punya peran dalam dunia pendidikan dan kalau bisa berkomunikasi dengan mereka, sehingga mereka dapat beasiswa dan kemudahan dari mereka,”ungkapnya.

Dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga menginginkan sekolah – sekolah dari Indonesia untuk studi di Amerika. Dengan demikian maka orang Papua juga punya hak untuk bersekolah di negara Presiden Donald Trump itu.

Menanggapi pernyataan Gubernur Papua. Dubes Donovan juga mengakui dari hasil pertemuan tertutupnya selama 1 jam lebih dengan Gubernur Papua yang juga dihadiri Sekda Papua, Ketua DPRP Yunus Wonda bersama para anggota Komisi V bidang pendidikan DPRP, Kepala Bappeda Muh Musa’ad, Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Suzanna Wanggai itu juga membahas soal pendidikan.

“Saya sangat setuju sekali dengan Bapak Gubernur kita akan menjalin kerjasama untuk meningkatkan jumlah pemuda atau masyarakat Papua yang hendak menjalankan studi,”terang Dubes AS itu singkat. (Admin)

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *