Ketum KNPI Minta KPK Tetap Tegak Berdiri

Rifai Darus berbicara pada media usai bertemu KPK

JAKARTA (PB) : Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus (MRD) mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus tetap tegak berdiri di tengah derasnya gelombang melemahkan institusi anti rasuah.
Hal itu disampaikan MRD di Gedung KPK usai melakukan audiensi dengan pimpinan, Jum’at (16/06).

“Saat ini kita menyaksikan KPK tengah merasakan tekanan politik sebagai ekses, baik langsung maupun tidak langsung terhadap upaya memberantas praktik korupsi. Bukan kali ini saja, tekanan terhadap upaya melemahkan kerja-kerja pemberantasan korupsi dilakukan. Di masa sebelumnya perseteruan KPK dengan institusi dan atau lembaga negara acapkali terjadi,” sebut Rifai.

Menurut dia, KPK sebagai bagian sekaligus produk dari proses demokrasi yang tengah berlangsung juga bukan lembaga yang paripurna yang sama sekali tidak pernah luput dari kealfaan. Betapapun demikian, upaya untuk mengoptimalkam peran, fungsi, dan narasi awal kehadiran KPK perlu diperkuat.
“Sebab kita semua berharap bahwa keberadaan KPK mampu menerabas aneka kasus korupsi yang tidak dapat ditangani oleh institusi penegak hukum yang telah eksis sebelumnya. Inilah narasi awal yang melatari berdiri nya KPK di negeri ini. Pimpinan-pimpinan KPK yang telah diseleksi, dipilih dan ditetapkan bukan sekedar manusia-manusia pilihan yang bekerja untuk kepentingan negara. Sumpah yang telah diucapkan merupakan janji dan tugas suci untuk bekerja menembus resiko apapun,” kata dia.

Lanjut Rifai, Narasi inilah yang seharusnya menjadi kekuatan terhadap keputusan, kebijakan dan langkah KPK untuk menjalani misi utamanya.
Menurutnya, dalam konteks pemberantasan korupsi, memang harus menggunakan nalar tebang-pilih. Kasus yang dipilih dan ditebang adalah mega kasus yang bisa memunculkan efek jera, menutup segala peluang, sekaligus memunculkan dampak terhadap perilaku untuk tidak berbuat korup. Semisal kasus BLBI, e-KTP dan seterusnya.

Sebagai ketua KNPI Pusat, Rifai berujar pada dasarnya pemuda berharap baik KPK maupun Pemerintah dapat bermitra dengan kaum muda yang terhimpun dalam wadah KNPI. Kepada pemerintah, pemuda berharap agar potensi kaum muda dapat dioptimasi untuk melakukan kerja-kerja penguatan institusi KPK. Kaum muda bisa menjadi jembatan bagaimana penggunaan, tata kelola anggaran yang sesuai dengan kaidah dan prinsip pelaksanaan pemerintahan yang bersih (Good Government/GCG) dapat berjalan maksimal di seluruh daerah.
“Mengingat banyak kepala-kepala daerah yang masih dihantui oleh kecemasan dan keraguan untuk merealisasikan rencana anggaran pembangunan. Sementara siklus anggaran dan mata perencanaan pembangunan terkadang sulit untuk berakselerasi. Mana yang tidak tergolong atau terkategorikan sebagai praktik korupsi atau tidak dan sebaliknya. Karena faktor itu, serapan anggaran tidak optimal, pembangunan tidak berjalan sesuai perencanaan,” paparnya.
Berkaca dari perihal itu, menurut Rifai pada level hilir, pemuda mendorong KPK dan pemerintah untuk membangun panca kemitraan. Dimana Pemerintah, KPK, Kepala Daerah, Insan Media serta KNPI dapat membangun sinergi sehingga pengetahuan tentang tindak pidana korupsi dapat dipahami secara seksama.

Sedangkan pada level hulu, pemuda berharap pemerintah dapat merumuskan ekosistem mampu menbentuk nilai dan basis moral sehingga melakukan praktik atau berbuat korupsi itu malu, dosa dan melanggar hukum. Nilai inilah yang harus ditunbuhkan pada generasi mendatang yang seharusnya bisa di integrasikan dalam mata pendidikan sejak dini hingga perguruan tinggi.

“Sekali lagi, KNPI menegaskan sikap untuk mendukung kerja-kerja penguatan institusi KPK sehingga jnstitusi anti rasuah ini semakin baik dan optimal. Sehingga harapan kita akan terjadi “zero corruption” di negeri ini akan mewujud. Semoga. KPK Harus (Tetap) Tegak Berdiri. (Acel)

 

Facebook Comments Box

Satu buah Komentar

  1. Harap KPK bisa usut dana Otsus Papua yg begitu banyak ko rakyat masih terus begitu hidupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *