KONI Pusat Akan Mengawal Pembangunan Venues PON 2020 di Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Wakil Ketua KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno.

JAKARTA (PB): Menyusul segera diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) terkait Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk di antaranya Infrastruktur PON XX tahun 2020, Wakil Ketua KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengatakan, Provinsi Papua harus lebih serius dalam mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menyukseskan ajang pesta olahraga empat tahunan itu.

“Informasi dari Bapak Gubernur tadi disampaikan bahwa baru selesai melaksanakan Ratas, menghadap Bapak Presiden yang dimana hadir juga beberapa menteri, yang substansinya pemerintah pusat akan segera membuat Inpres yang isinya antara lain mendukung pembangunan venues yang diperlukan oleh Papua untuk menuju PON 2020,” terangnya kepada sejumlah awak media di Jakarta.

Lanjutnya, venues itu nantinya akan dijabarkan di Kampung Harapan, Sentani Kabupaten Jayapura. Cabang olahraga yang akan dibuat sarananya, yakni untuk Cabor Aquatic yang akan digunakan untuk renang. Kemudian untuk loncat indah dan sinkronais swimming, semua akan terpusat di Kampung Harapan.

Kedua untuk Cabor Hocky, kriket nantinya akan dibangun dari dana Rp 1,6 triliun yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang lokasinya di daerah Doyo, Kabupaten Jayapura.

Sedangkan untuk istora, nantinya akan digunakan untuk venues cabor bulu tangkis, yang juga akan dibangun di Kampung Harapan. Termasuk juga untuk cabor veloow drom, balap sepeda, juga akan dibangun di Kampung Harapan.

“Kampung Harapan sekarang sudah dimulai untuk pembangunan Stadion Utama, yang nanti akan digunakan untuk pembukaan dan penutupan. Sekaligus dilengkapi dengan kolam renang untuk aquatic. Ada vellow drom dan istora. Ini menjadi semakin terfokus di Kampung Harapan,”urainya.

Penyampaian  Jenderal Purnarwirawan ini sekaligus mengklarifikasi peryataannya saat menghadiri Musyawarah Provinsi KONI NTB, Jumat (14/7/2017) lalu.

Lanjutnya lagi, ada beberapa hal yang tidak didukung oleh pemerintah pusat, akan dilakukan renovasi dan pembangunan oleh Provinsi Papua. Apakah venues yang ada di Wamena, Biak, Merauke, Timika dan Jayapura.  “Kami akan ikuti semua, dengan harapan bahwa 2018 nanti akan bisa selesai,” harapnya.

Untuk tahun 2017 ini, katanya kemudianm, kemungkinan ada beberapa yang dibangun, sehingga dari KONI Pusat akan melakukan beberapa evaluasi lagi di akhir tahun 2017. Sehingga kesiapan ini dari waktu ke waktu diharapkan ada peningkatan – peningkatan.

“Saat yang lalu saya sampaikan bahwa sampai dengan saat ini, pembangunan secara fisik baru dilakukan pembangunan stadion utama. Sedangkan untuk venues – venues kan belum berjalan. Sehingga evaluasi ini harus kita lihat dengan kemampuan anggaran,” paparnya.

Kemampuan anggaran tersebut yakni kemampuan APBD. Karena sudah ada hasil Ratas (rapat terbatas), nanti dukungan pusat sudah akan mengalir ke Papua sehingga diharapkan tahun 2018 akan dimulai pembangunan secara menyeluruh di beberapa tempat yang akan disiapkan untuk venues dan akhirnya Papua akan mampu menjadi tuan rumah PON 2020.

“Itu harapan kita semua dan itu menjadi pertanyaan-pertanyaan dari calon peserta KONI-KONI provinsi sejauh apa. Selama ini memang saya baru bisa menyatakan bahwa sampai dengan saat ini belum ada pembangunan kecuali Stadion. Kemudian mereka tanya bagaimana Pak untuk venuesnya. Saya katakan venuesnya masih menunggu proses penataan. Ini perencanaan-perencanaan semuanya. Mereka menanyakan lagi, pak bagaimana kalau venuesnya tidak jadi. Saya katakan bahwa kita tidak mungkin bertanding tanpa venues,” bebernya.

Namun ia melihat, saat ini sudah ada kemajuan yang sangat signifikan dimana perencanaannya akan mengalir dari kemampuan dukungan anggaran. Baik APBD maupun dana yang diberikan oleh pusat. “Mudah-mudahan ini akan mengantarkan kita semua makin cepat untuk mempersiapkan,” harapnya.

Ada satu hal yang sangat penting yakni makin cepat venues jadi, atlet Papua akan lebih cepat menggunakan dan mendahului dari calon tamu. Sehingga nantinya akan mendapat nilai tambah terkait dengan persiapan para atlet yang ada di Papua.

Soal Cabor

Sementara untuk cabang olahraga yang disiapkan, kata Suwarno, sementara sudah ditetapkan oleh KONI yang sifatnya sementara yakni 38 cabor.

Dari 38 cabor ini juga berdasarkan masukan dan saran dari Kadisorda Papua Yusuf Yambe Yabdi yang mengatakan, dari sekian GOR yang disiapkan dengan kemampuan kondisi Sentani, danau  dan juga lingkungannya, akan mampu menampung 38  cabor. “Satu GOR harapannya juga bisa dimanfaatkan untuk dua cabor,” imbuhnya.

Masih menurut Suwarno. Untuk akomodasi atlet, nantinya akan berturut-turut dipersiapkan seperti apa prosesnya, sehingga seluruh atlet akan bisa tertampung.

KONI Pusat saat ini mempunyai kebijakan dengan melihat kemampuan Papua. Atlet yang akan mengikuti PON sementara dibatasi 6.000 atlet saja, kecuali tuan rumah.

“Jadi atlet tamu nanti 6.000. Yang lalu sampai PON Jawa Barat, offisial dalam hal ini manajer, pelatih dan lain sebagainya itu jumlahnya 50 persen dari atlet sehingga nanti kalau atletnya 6.000 maka kemungkinan akan tambah 3.000 ribu lagi untuk para offisial dan manager,” katanya.

Dengan demikian, 9.000 tamu inilah yang nantinya akan akan menjadi tamu untuk penyelenggaraan PON. Belum lagi untuk tamu-tamu VIP dari masing-masing provinsi, tamu VVIP dari Jakarta dan lainnya. Berdasarkan inilah dirinya yakin Papua akan mendapat tamu yang cukup besar di tahun 2020.

“Dari kondisi dukungan dan kemampuan Papua yang dijelaskan oleh Bapak Gubernur. Kami semuanya optimis untuk bisa venues itu jadi dan sekaligus Papua mampu untuk menjadi tuan rumah,” tukasnya.

Terpilihnya Papua sebagai tuan rumah, menurutnya suatu sejarah. Sebab sudah 19 kali PON sebagai ajang pesta olahraga nasional empat tahunan itu. Menurutnya ini peluang bagi provinsi tertimur Indonesia itu dengan angka yang bagus. PON XX tahun 2020.  (YMF)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *