PLI Beri Bea Siswa 14 anak Kampung Kayu Batu Jadi Pionir Generasi Emas Papua

prosesi penyerahan dan penerimaan 14 anak Kampung Kayu Batu oleh pihak adat kepada Samuel Tabuni selaku direktur PLI.

JAYAPURA (PB) : Pihak Papua Language Institute (PLI) terus melakukan sejumlah kebijakan dan gebrakan dalam pembangunan di Tanah Papua, khususna dalam dunia pendidikan.

Hal ini  guna menyiapkan generasi emas anak Papua yang nantinya akan menjadi pemimpin serta mampu membawa perubahan yang baik di Bumi Cenderawasih.

Jika sebelumnya Direktur PLI Papua, Samuel Tabuni tak lelah berkeliling sejumlah Universitas terbaik di dunia dan pihak terkait lainnya untuk bekerjasama dalam pengembangan pengajaran bahasa asing yang bakal menjadi salah satu modal anak asli generasi emas Papua bersaing dalam modernisasi, kali ini sang Direktur kembali turun lapangan.

Sabtu (05/08/2017), Samuel Tabuni bersama pengurus PLI Papua datang dan merekrut langsung 14 putra-putri terbaik dari kampung Kayu Batu, Kota Jayapura, untuk mereka didik di PLI.

Turut digelar prosesi penyerahan dan penerimaan 14 anak Kampung Kayu Batu oleh pihak adat kepada Samuel Tabuni selaku direktur PLI.

Tak hanya di PLI, nantinya 14 anak itu juga akan mendapatkan bea siswa untuk mengembangkan diri dan ilmunya diluar negeri.

“Selain bahasa Asing khususnya Inggris, Papua Language Institute alias PLI akan memberikan beasiswa guna keterampilan lainnya seperti Computer, browsing Internet dll. Mereka juga akan dapat beasiswa khusus sampai ke tingkat Pendidikan tinggi di Luar Negeri. Anak-anak ini akan menjadi pionner Generasi Emas Papua, karena mereka mempunyai talenta yg luar biasa selain aktif sekolah di SD-SLTP, mereka juga hebat berdansa atau tarian lokal dan fasih bahasa Kampung mereka,” papar Samuel.

Lanjut dia, budaya lokal yang terus dilastarikan oleh 14 anak kampung Kayu Batu itulah yang sangat ia apresiasi, dan menurutnya sangat membanggakan serta menginspirasi banyak orang.

“Tentu ini sangat baik. Bahasa dan Budaya Papua adalah Identitas mereka yang selalu dijaga. Mereka hanya membutuhkan Bahasa Asing dan menguasai teknologi untuk membangun Papua,”tutur Samuel Tabuni lagi.

Direktur PLI Samuel Tabuni bersama para pengajar dan pengurus PLI Papua, foto bersama putra-putri kampung Kayu Batu, Kota Jayapura.

Dia tambahkan, pihaknya di PLI akan berjuang sekuat tenaga dan terus berjuang bersama serta bergandengan tangan dengan siapappun atau lembaga manapun yang benar -benar menginginkan perubahan yang positive dalam hidup mereka untuk membangun Tanah Papua.

“Kita semua ingin yang terbaik untuk Papua. Janganlah hanya menjadi harapan semata, tetapi mari bersama bergandengan tangan melakukan kerja nyata untuk mewujudkannya. Jika kita tak pernah atau berani memulai, lalu siapa lagi,”pungkas Samuel Tabuni optimistis. (Marcel/PB)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *