Bantuan Luar Negeri di Papua Dinilai Diskriminatif dan Terfokus pada Wilayah Tertentu

Birokrat muda Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobay, S.Sos

JAYAPURA (PB) – Bantuan luar negeri yang selama ini disalurkan melalui organisasi asing seperti USAID dan AusAID serta beberapa organisasi lainnya ke Papua, dinilai diskriminatif, lebih terfokus pada daerah tertentu dan sepertinya terjadi tumpang tindih.

Hal ini dikemukakan Birokrat muda asal Dogiyai, Andrias Gobay, S.Sos, Selasa (12/9/2017) malam, di Jayapura. “Bila bantuan luar negeri ini benar-benar mau membantu orang Papua dan mau memecahkan persoalan, semestinya mereka harus bijak menentukan daerah sasaran. Jangan hanya fokus pada daerah tertentu yang bisa dianggap tidak terlalu banyak masalah dan secara kemajuan juga sudah cukup mapan,” kata Andrias.

Pernyataan Andrias ini bukan tidak beralasan. Soalnya, ia melihat di wilayahnya, atau secara umum wilayah adat Meepago, persoalan epidemi HIV/AIDS menduduki urutan teratas. Sayangnya, bantuan dari USAID yang berasal dari Pemerintah Amerika Serikat dan AusAID dari pemerintah Australia itu, hanya terfokus di wilayah Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Dan bantuan ini menurutnya, sudah berlangsung lama. Ia menilai, bantuan-bantuan ini tumpang tindih di wilayah-wilayah ini saja, tanpa melihat wilayah Papua lainnya.

Di wilayah adat Meepago yang notabene menjadi wilayah eksplorasi tambang raksasa milik perusahaan Amerika, menurut Andrias, tidak diperhatikan sama sekali. “Mereka mengeruk segala kekayaan, mulai dari emas hingga tambang-tambang lainnya di gunung milik masyarakat Meepago, tetapi bantuan-bantuan lainnya tidak difokuskan ke sana. Sungguh ironis,” kata Andrias prihatin.

“Kalau masuk ke Papua dengan niat baik, semestinya mereka masuk ke wilayah-wilayah yang memiliki permasalahan sosial cukup tinggi. Melihat kondisi semacam itu, terkesan mereka hanya datang senang-senang dan tidak ikut pusing atas persoalan sosial yang ada di Papua,” tambah Andrias yang juga saat ini menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) di Kabupaten Dogiyai.

Untuk diketahui, United States Agency for International Development atau disingkat USAID adalah Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, sebuah badan independen dari pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia.

Sementara Australian Agency International Development atau disingkat AusAID merupakan program bantuan pemerintah Australia untuk meningkatkan kehidupan di negara-negara berkembang. Salah satu bentuknya adalah dengan memberikan beasiswa kepada warga, penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan bantuan penguatan tenaga pendidik. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *