Cerita Peserta City Tour Kolaborasi Tunas Integritas ke Tapal Batas RI-PNG

Perbatasan RI-PNG ramai dikunjungi ratusan peserta dari berbagai daerah yang melakukan city tour.

WUTUNG (PB) – Rasa senang dan terharu tak dapat disembunyikan dari raut wajah Suratiningsih, saat menjejakkan kakinya di tapal batas negara  RI – PNG di Skouw, Wutung Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Wanita berkerudung dari Inspektorat Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ini adalah peserta Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II tahun 2017 di Jayapura, Provinsi Papua. Kemarin hampir 300 peserta dari berbagai daerah di tanah air, melakukan City Tour atau berwisata dalam kota ke Skouw, Wutung. Untuk melihat langsung wilayah perbatasan dua negara serumpun itu.

“Alhamduhillah, ini  pertama kali saya menginjakkan kaki ke  Papua   dan negara tetangga Papua Nugini (PNG). Kemudian setelah melihat dengan mata kepala sendiri, ternyata selama ini kan kalau menurut informasi itu kok kayaknya yang negatif soal Papua.  Akan tetapi setelah melihat kenyataannya kayaknya dari yang dibilang, adem aja kita lihat.  Tidak ada apa – apa.  Ternyata Indonesia dengan Papua Nugini itu bersahabat baik,” ungkapnya dengan nada polos.

Kata Ningsih panggilan akrabnya,  fasilitas PLBN milik Indonesia menurutnya cukup bagus dan bisa membawa kebanggaan tersendiri bagi orang Indonesia. Dirinya mengusulkan untuk bisa saling mempererat hubungan antar kedua negara. Perlu ada pasar yang memadai, sehingga bisa lebih  mempererat  kerjasama antara Indonesia dan PNG.

Lain halnya dengan tanggapan Rahmat dari  PNS Bappeda Litbang Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang juga baru pertama kali ke Papua dan menginjakkan kaki di tapal batas negara.

“Ini merupakan pengalaman kami pertama ke tempat ini. tempatnya bagus dan juga ini, memperlihatkan batas negara antara Indonesia dan PNG. Tempat yang sangat menarik bagi kami, dalam kunjungan ini,” aku Rahmat.

Berkunjung ke Skouw, Rahmat mengaku membeli beberapa souvernir untuk oleh–oleh seperti topi dengan tulisan Skouw Papua Nugini bersama pernak – pernik yang dijual penduduk asli di Wutung.

Ditanya kenangan yang dapat dibawanya pulang ke daerah asalnya. Menurutnya soal kecintaan kepada  tanah air Indonesia. “Kita sini melihat bagaimanan keanekaragaman suku yang ada di Indonesia. juga kita melihat bagaimana persahabatan di dua Negara antara Indonesia dan PNG. Kita sini melihat bagaimana keanekaragaman suku yang ada di Indonesia. dan juga kita melihat bagaimana persahabatan antardua negara. Kami juga melihat tentara – tentaranya kita lihat cukup ramah dan bersahabat,” pujinya.

Hanya saja fasilitas air bersih yang dikeluhkannya. Sebab ketika hendak buang air kecil, petugas perbatasan mengatakan tidak ada air bersih. “Kata mereka kering. Ini mungkin juga bisa jadi perhatian dari pemerintah Indonesia. Selain itu juga bisa membuat rasa nyaman bagi petugas yang bertugas di daerah perbatasan ini,” sarannya.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzanna Wanggai (tengah).

Belum Lihat Jayapura

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzanna Wanggai menjelaskan, City Tour peserta Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II adalah ingin melihat perbatasan dan lain sebagainya.

“Mereka ingin datang untuk melihat perbatasan kita seperti apa.  Sebagaimana saya sudah sampaikan bahwa orang datang ke Jayapura kalau tidak datang ke perbatasan maka itu belum ke Jayapura.   Jadi ini sudah menjadi satu ikon dan saya pikir sudah sangat baik sekali,” ujar Susi panggilan akrabnya.

Dengan City Tour ini diharapkan, mereka bisa menyampaikan ke dunia luar bahwa inilah wajah perbatasan RI – PNG di ujung timur, yang mungkin berbeda dengan perbatasan di wilayah lain Indonesia.

“Tetapi inilah kita di Kota Jayapura Provinsi Papua kita punya satu gedung, kebanggaan di pintu/gate terdepan untuk menerima warga negara siapapun yang masuk ke wilayah kita. Jadi saya pikir mereka nantinya bisa melihat fasilitas yang ada dan kemudian hubungan kita seperti apa,” katanya.

“Kita bisa langsung melihat sendiri. Hari ini adalah hari pasar jadi bisa melihat sendiri aktifitas hari Pasar, yakni pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Bagaimana petugas – petugas kita melayani masyarakat PNG seperti apa. Saya pikir ini sudah sangat baik sekali saat hari pasar,” harapnya.

Selain itu juga diharapkan, dengan kunjungan dari rombongan KPK diharapkan bisa menjadi ajang promosi bagi siapapun yang datang ke sini. “Sebab kita bisa lihat di media sosial ramai dengan Skouw kita. Ini kebanggaan kita semua, jadi apresiasi kepada Bapak Presiden, Gubernur, Visi Misi mereka dan  kita wujudkan seperti hal ini,” tandasnya. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *